Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, surel: bappeda@slemankab.go.id, website: http://bappeda.slemankab.go.id

Wakil Presiden GGN Tinjau Kesiapan Geopark Jogja di Kawasan Merapi dan Tebing Breksi

Langkah Geopark Nasional Jogja menuju pengakuan internasional sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) semakin diperkuat melalui kegiatan Geopark Jogja Advisory Mission. Pada Kamis (22/1), dua pakar geologi terkemuka, Ibrahim Komoo (Wakil Presiden Global Geopark Network/GGN) dan Hanang Samodra (Peneliti Utama BRIN), melakukan visitasi strategis ke sejumlah titik calon geosite di Kabupaten Sleman.

Rangkaian kunjungan diawali di Museum Gunungapi Merapi (MGM), dilanjutkan menuju Bungker Kaliadem dan Selo Maruta. Kedua lokasi ini merupakan calon geosite yang memiliki nilai sejarah kuat terkait erupsi besar Merapi tahun 2010. Ibrahim Komoo menyarankan agar Geosite Merapi mencakup satu kesatuan kawasan dari Bunker Kaliadem hingga Aliran Piroklastik Bakalan untuk menunjukkan narasi geologi yang utuh. Tim ahli juga mengunjungi Candi Morangan, Candi Kadisoka, dan mengakhiri visitasi di Geosite Tebing Breksi Piroklastik.

Kegiatan diakhiri dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk memperkuat komitmen Geopark Nasional Jogja menuju level global. Menariknya, FGD ini tidak hanya melibatkan pemangku kepentingan dari Sleman, tetapi juga dihadiri oleh perwakilan perangkat daerah dari Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi lintas wilayah, di mana perwakilan kedua kabupaten tersebut juga telah melaksanakan visitasi geosite di wilayah masing-masing pada hari sebelumnya bersama tim ahli.

Dalam diskusi tersebut, Kepala Bappeda Sleman, Nur Fitri Handayani, memaparkan tantangan pengelolaan di mana pertumbuhan ekonomi terkadang berdampak pada lingkungan, seperti risiko bencana di kawasan Merapi. Menanggapi hal tersebut, Ibrahim Komoo menjelaskan bahwa keseimbangan antara potensi geologi dan risiko bencana merupakan prasyarat yang sangat bagus bagi sebuah geopark karena memperkuat aspek mitigasi dan edukasi.

Hanang Samodra, menekankan bahwa pengelolaan harus berpijak pada empat pilar utama yakni konservasi (lestarikan bumi), edukasi, penumbuhan nilai ekonomi (geowisata), serta kemitraan (partnership). Beliau juga merinci empat pondasi utama geopark yaitu Bumi, Visibility, Manajemen/Pengelola, dan Jejaring.

Ibrahim Komoo, Wakil Presiden Global Geopark Network/GGN, menilai bahwa Geopark Jogja sudah memiliki “tapak” bernilai antarbangsa (international significance). Beliau menegaskan bahwa geopark harus menciptakan peluang ekonomi agar keberadaannya dapat diterima dan didukung penuh oleh masyarakat.

Sebagai penutup, Ibrahim Komoo berpesan agar Geopark Jogja tidak perlu terburu-buru untuk meraih status UNESCO Global Geopark. “Yang paling utama adalah bagaimana geopark ini dikemas dengan matang dan berkelanjutan (sustainable) untuk masa depan,” pungkasnya. Dengan adanya kunjungan dan masukan dari para pakar internasional ini, Geopark Nasional Jogja diharapkan semakin siap dalam menyusun langkah strategis menuju pengakuan dunia.

~ Bidang Fisik dan Prasarana ~

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
WordPress Lightbox
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x