BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Musrenbang Kapanewon Sleman: Menolak Kalah dari Pandemi

Musyawarah Perencanaan Pembangunan kapanewon atau yang biasa disebut musrenbang kapanewon, merupakan agenda rutin tahunan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam rangka memfasilitasi proses perencanaan dari bawah ke atas serta secara partisipatif. Selain itu, musrenbang juga menjadi salah satu ruang penting bagi terjalinnya silaturahmi antara pemerintah kalurahan, kapanewon, dan kabupaten. Tahun ini, musrenbang kapanewon dilakukan di 17 kapanewon di seluruh wilayah Kabupaten Sleman dalam kurun waktu satu minggu.

Pada hari Kamis (28/01), giliran Kapanewon Sleman yang berkesempatan untuk melangsungkan musrenbang kapanewon di Pendopo Kapanewon Sleman. Mustadi selaku Panewu Sleman hadir langsung sebagai narasumber yang berkaitan dengan kapanewonan, didampingi oleh Dona Saputra Ginting selaku Kepala Bidang Fisik dan Prasarana BAPPEDA Kabupaten Sleman serta Raudi Akmal, Sri Haryani, dan Ani Martanti selaku anggota DPRD Kabupaten Sleman. Acara ini dihadiri oleh hampir seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah kalurahan, dan organisasi masyarakat di Kapanewon Sleman.

Setelah melalui masa pandemi di 2020 beserta implikasinya di sektor ekonomi, Kapanewon Sleman pun turut merasakan imbasnya. Hal ini dapat dilihat dari angka kemiskinan dan jumlah pengangguran yang meningkat. Mustadi mengakui bahwa kegiatan ekonomi di wilayahnya juga ikut lesu. Maka dari itu di musrenbang kali ini Kapanewon Sleman berencana untuk membangkitkan ekonomi masyarakat di tengah tatanan baru, salah satunya dengan inovasi Sunmor Sembada dan Pasar Kesehatan. Inovasi dari Kapanewon Sleman ini disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. Hal ini disampaikan oleh Dona Saputra Ginting melalui paparan singkatnya siang hari itu. “Dalam perumusan indikator Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat, inovasi yang berupa inisiasi pelayanan publik oleh kapanewon menjadi salah satu variabel penting,” ujar Dona.

Isu pasca kejadian pandemi Covid-19 dan sikap masyarakat dalam menghadapi tatanan baru juga disinggung oleh Raudi Akmal dan Sri Haryani dalam musrenbang kali ini. Seluruh lapisan pemerintahan dan masyarakat diharapkan untuk dapat sigap menyikapi perubahan pola dalam bermasyarakat akibat tatanan baru pasca pandemi ini. Proses perencanaan diharapkan dapat mempertimbangkan hal-hal tersebut, sekaligus menjadikan konsep supply-demand sebagai dasar perencanaan.

Selain isu pandemi, forum musyawarah ini juga mengangkat beberapa topik yang datang langsung dari tokoh masyarakat. Salah satunya adalah insentif bagi wilayah yang ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Meski bentuk-bentuk insentif secara umum telah tertuang pada Perda, saat ini proses kajian masih terus dilakukan agar insentif dapat dirumuskan dengan tepat dan terarah. Selain itu, usulan pemeliharaan jalan juga menjadi topik yang banyak didiskusikan. Pemeliharaan jalan yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman mulai tahun anggaran 2022 tidak hanya mencakup jalan yang berstatus jalan kabupaten, namun juga jalan desa yang termasuk dalam Kawasan Strategis Cepat Tumbuh.Musrenbang ditutup dengan paparan singkat dari Ana Martanti yang mengusung topik pemberdayaan masyarakat. Dengan adanya musrenbang tahunan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat di Kapanewon Sleman ini, diharapkan perencanaan daerah dapat berjalan lebih dinamis sehingga kegiatan yang akan dilaksanakan di tahun 2022 dapat sejalan dengan usulan dan partisipasi dari masyarakat. (***Lia/Bidang Fisik dan Prasarana)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of