Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, surel: bappeda@slemankab.go.id, website: http://bappeda.slemankab.go.id

Kolaborasi Stakeholder Sanimas untuk Sanitasi yang Berkelanjutan dan Regeneratif

BAPPEDA Kabupaten Sleman mengikuti Rapat Keberlanjutan Sanitasi Masyarakat dengan tema Kolaborasi Stakeholder Sanimas untuk Sanitasi yang Berkelanjutan dan Regeneratif di Hotel Royal Malioboro yang diselenggarakan oleh Asosiasi Kelompoks Swadaya Masyarakat/KSM serta Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara/KPP Sanitasi Seluruh Indonesai (AKSANSI) serta dihadiri oleh BORDA Indonesia, DPUPESDM DIY, DLH Kabupaten Sleman, dan AKSANSI dari seluruh Indonesia pada hari Rabu (28/09) lalu.

Sebagai asosiasi pengelola sanitasi masyarakat di tingkat akar rumput, AKSANSI yang telah berkegiatan bersama komunitas lebih dari 10 tahun ini, berinisiasi membentuk forum komunikasi di daerah dengan nama AKSANSI Daerah yang dibentuk dan menjadi perwakilan di setiap Kota/Kabupaten sebagai kepanjangan tangan dari Sekretariat AKSANSI Pusat.

Kegiatan ini diawali paparan Rosdiana dari DPUPESDM DIY mengenai Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP) yang mempunyai fungsi antara lain mengolaborasikan bermacam-macam kegiatan yang berkaitan dengan PKP, dan juga memfasilitasi perencanaan pembangunan PKP.

Pada rapat ini, Dona Saputra Ginting selaku Kepala Bidang Fisik dan Prasarana BAPPEDA Kabupaten Sleman memaparkan mengenai “Lesson Learn Kabupaten Sleman dalam Pengelolaan Sanitasi Bersama Aksansi”, diawali dengan membahas tentang keberlanjutannya Kelompok Swadaya Masyarakat/Kelompok Pengguna dan Pemelihara Instalasi Pengelolaan Air Limbah (KSM/KPP IPAL Komunal) dengan melibatkan komunitas seperti AKSANSI. Kemudian, mengenai sumber pendanaan, nomenklatur penganggaran kegiatan yang dapat mengakomodir kegiatan-kegiatan pasca konstruksi yang terus menerus berjalan setiap tahun. BAPPEDA Kabupaten Sleman juga berperan sebagai katalisator dan berperan dalam perencanaan tingkat kapanewon serta kalurahan sesuai dengan Undang-Undang Desa Pasal 3 dan 4.

Terdapat pula keterlibatan AKSANSI dalam beberapa kegiatan antara lain Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), pendampingan pasca konstruksi bersama Dinas Lingkungan Hidup melakukan SANIMAS, monev pasca operasional, fasilitasi optimalisasi pemanfaatan IPAL, dan juga penyusunan kajian lingkungan hidup environmental health risk assessment (EHRA), strategi sanitasi kabupaten/kota, dll.

Selanjutnya paparan dari Epiphana Kristiyani selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman menjelaskan berbagai kegiatan pasca konstruksi kolaborasi dengan AKSANSI, yang menjadi kegiatan utama ialah melakukan pertemuan rutin KSM/KPP. Disamping itu, terdapat kegiatan sampling effluent selama 2 periode yang dulunya 35 sekarang menjadi 57 dengan total hampir 92 IPAL Sebagai bentuk apresiasi terhadap pengelola sanitasi, DLH juga menginisiasi Lomba Sanitasi Award, dan melakukan studi banding. Selain itu, DLH bersama dengan AKSANSI terus melakukan pelatihan OM dan teknis IPA, dengan pendampingan pasca konstruksi sejak 6 tahun lalu. Api juga menyinggung tentang pembuatan MoL dan praktik dengan Operator IPLT Madurejo dan IPAL Kawasan Berbah.

Pada sesi diskusi, terkait dengan status IPAL Komunal yang berada di bawah jalan umum untuk perlakuan atau status asetnya dapat ditanyakan dan dikonsultasikan terlebih dahulu ke pusat.

Diharapkan program sanitasi masyarakat ini dapat meningkatkan sarana akses sanitasi yang lebih luas, guna meningkatkan akses kebersihan dan kesehatan lingkungan serta penanggulangan pencemaran sumber air tanah. (***BLA/Bidang Fisik dan Prasana)

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
WordPress Lightbox
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x