BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

“Harmoni Lahan Pertanian dan Pembangunan Infrastruktur” – Koordinasi Lahan KP2B dengan Rencana Jalan Tol Yogyakarta – Cilacap

Ketersediaan pangan merupakan salah satu prioritas dalam rencana pembangunan daerah. Untuk itu, segala jenis kegiatan yang bersinggungan dengan lahan pertanian harus mendapat perhatian khusus agar kemandirian pangan dapat terjaga. Berpijak dari kebijakan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral mengadakan koordinasi Identifikasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang terdampak Rencana Jalan Tol Yogyakarta-Cilacap pada hari Kamis (9/7) bertempat di Ruang Rapat A, Dinas PUP & ESDM DIY. Acara koordinasi tersebut menghadirkan peserta dari DPUP ESDM DIY, DPTR DIY, Dinas Pertanian DIY, BAPPEDA Sleman, DPTR Sleman, Dinas Pertanian Sleman, BAPPEDA Kulonprogo, DPTR Kulonprogo, dan Dinas Pertanian Kulonprogo.

Dalam kesempatan tersebut, seluruh peserta sepakat bahwa keluasan lahan pertanian pangan berkelanjutan perlu dilindungi. Apabila terjadi pengurangan luasan LP2B, luasan tersebut harus disubtitusi dengan lahan di lokasi lain. Penggantian luas lahan ini tidak terbatas pada lahan pertanian yang harus beririgasi teknis saja, namun terbuka pada lahan marjinal yang dapat diolah menjadi lahan pertanian produktif. Jika substitusi LP2B tidak dapat dipenuhi, maka dapat ditempuh strategi intensifikasi pertanian melalui pendekatan teknologi untuk meningkatkan produksi pertanian.

Perda 5 Tahun 2019 tentang RTRW DIY telah menetapkan keluasan LP2B DIY seluas 104.905,76 Ha dan untuk Kab. Sleman seluas 18.482,02 H dengan rincian lahan pertanian pangan berkelanjutan seluas 17.947,54 Ha dan luas cadangan pertanian pangan berkelanjutan seluas 534,5 ha. Keluasan KP2B yang tercantum di dalam RTRW DIY ini mengikat pada angka keluasan, sementara sebaran KP2B ditetapkan oleh masing masing Pemerintah Kabupaten.

Menurut draft lampiran Rancangan Perda KP2B Kabupaten Sleman, luas KP2B yang terkena dampak jalan tol Yogyakarta-Cilacap kurang lebih sebesar 27,356 hektar. Namun demikian Kabupaten Sleman akan mensubstitusi luasan terdampak tersebut pada lokasi lain. Khusus untuk rencana jalan tol dengan struktur elevated, perlu adanya antisipasi terhadap kemungkinan penurunan kuantitas dan kualitas air Selokan Mataram.

Pemerintah kabupaten berharap ada kebijakan yang memberikan dispensasi terhadap target luas tambah tanam lahan pertanian mengingat alih fungsi lahan pertanian produktif yang disebabkan oleh proyek strategis nasional di wilayah kabupaten cukup banyak. Hasil koordinasi ini akan ditindaklanjuti bersama antara pemerintah DIY dan pemerintah kabupaten yang terdampak.(***Bidang Fisik dan Prasarana)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of