Hari Rabu (28/9) lalu, Kabupaten Sleman dikunjungi tim Bank Dunia terkait dengan misi program Integrated Tourism Master Plan Borobudur-Yogyakarta-Prambanan (ITMP BYP) dan Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang salah satunya berlokasi di Prambanan, Kabupaten Sleman. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakat (PUPR) beserta sejumlah kepala Perangkat Daerah di Kabupaten Sleman yang bertempat di Balkondes Tebing Breksi, Prambanan, Sleman.
Acara dibuka dengan sambutan dari Danang Maharsa yang menyampaikan bahwa wilayah Prambanan merupakan salah satu kawasan yang masuk ke dalam program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Borobudur-Yogyakarta-Prambanan (KSPN-BYP). Guna mendukung program KSPN-BYP, diperlukan pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur yang optimal baik melalui program yang didanai oleh Danais, APBD, dan APBN. Adapun beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman diantaranya promosi wilayah pariwisata, serta pembangunan dan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Prambanan untuk Kawasan Berbah, Kalasan, dan Prambanan.
Sementara Angelia Budi Nurwihapsari dari Bank Dunia menjelaskan pihaknya siap memberikan bantuan dana yang dapat digunakan untuk peningkatan fasilitas Saluran Penyediaan Air Minum (SPAM) Berbah di Kalasan dan pembangunan Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT) di Madurejo Prambanan.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan diskusi oleh sejumlah stakeholder, antara lain Pokdarwis Sambirejo, Pokdarwis Madurejo, Bumdes Sambimulyo, Bumdes Bokoharjo dan pengelola Desa Wisata Tebing Breksi. Adapun materi diskusi yakni terkait permasalahan pengelolaan air bersih, sampah dan limbah, serta strategi promosi melalui digital marketing.

Dona Saputra Ginting dari Bappeda Sleman memberikan tanggapan bahwa sebelumnya telah diadakan diskusi bertempat di Kalurahan Sambirejo yang membahas tentang lokasi IPRO. Dijelaskan bahwa IPRO merupakan proyek yang ditawarkan kepada investor namun dapat bekerja sama dengan Pemerintah Kalurahan atau Pemerintah Daerah dan harus memberdayakan masyarakat setempat. Terdapat 2 (dua) lokasi yang diusulkan untuk lokasi IPRO yaitu lahan di Padukuhan Pelemsari, Kalurahan Bokoharjo dan Watupayung di Kalurahan Sambirejo. Sebelumnya terdapat 1 (satu) lagi usulan IPRO yaitu lahan milik pribadi di Padukuhan Gedang, Kalurahan Sambirejo, namun berdasarkan hasil diskusi, lokasi lahan di Padukuhan Gedang tidak disarankan untuk diusulkan sebagai lokasi IPRO karena kondisi geologi dengan resiko longsor tinggi. Hasil pembahasan memutuskan lokasi yang disepakati untuk usulan IPRO yaitu TKD di Padukuhan Pelemsari, Kalurahan Bokoharjo dan Watupayung di Kalurahan Sambirejo.
Acara dilanjutkan dengan tinjau lokasi ke beberapa tempat yang merupakan usulan lokasi IPRO yaitu di Watupayung, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Prambanan dan usulan ITMP BYP di Prambanan berupa lokasi yang rencananya akan dibangun Rest Area tol Jogja-Solo, IPLT Madurejo, dan SPAM Berbah.(***RAR/Bidang Fisik dan Prasarana)