Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menginisiasi penyusunan model pemetaan yang menggambarkan kondisi dan kemampuan suatu daerah dalam mengoptimalkan seluruh potensi yang dimilikinya melalui peningkatan produktivitas, nilai tambah dan persaingan baik domestik maupun internasional demi kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan. Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) juga dapat diartikan sebagai refleksi tingkat produktivitas, kemajuan, persaingan dan kemandirian suatu daerah.
Indeks daya saing dapat digunakan sebagai potret atau alat ukur keberhasilan pembangunan sebuah daerah secara luas. Indeks ini juga dapat digunakan sebagai alat ukur tingkat kesejahteraan penduduk dan merupakan potret pembangunan sebuah daerah. Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) sangat penting dilakukan karena bertujuan menginformasikan sebuah seri struktur dialog multi-stakeholder yang dapat meningkatkan kewaspadaan untuk mendorong transformasi sebuah negara, wilayah, atau kota untuk menjadi lebih berdaya saing, dengan menawarkan serta memberi ruang pada kesempatan untuk meningkatkan kemakmuran.
Indeks Daya Saing Daerah perlu dikembangkan dan dikelola agar memudahkan dalam melihat progres perkembangan, pertumbuhan ekonomi, pertumbunan kesempatan kerja, dan kesejahteraan daerah. Indeks daya saing dapat digunakan sebagai alat ukur keberhasilan sebuah daerah mengembangkan diri dan meningkatkan kesejahteraan penduduk daerah.
Indeks Daya Saing Daerah Kabupaten Sleman adalah sebagai berikut:
| No | Tahun | Kabupaten Sleman |
Provinsi DIY |
Nasional |
Peringkat Nasional |
| 1 |
2020 |
3,166 |
0,0972 |
– |
|
| 2 |
2021 |
4,172 |
– |
– |
1 |
| 3 | 2022 | 3,91 | 3,61 | 3,26 | 1 |
| 4 | 2023 |
4,00 |
3,84 | 3,44 | 2 |
| 5 | 2024 | 4,11 | 3,97 | 3,67 | 2 |
| 6 | 2025 | 4,14 | 4,00 | 3,50 | 2 |
*Berdasarkan publikasi resmi BRIN