
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Sleman bersama Dewan Litbang Sleman (DLS) dan Perangkat Daerah terkait melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penelitian Terapan Tahun 2022 pada Rabu (13/7/2022) lalu. Monev Penelitian Terapan dilaksanakan di dua tempat yakni di Merdikorejo Tempel dan Margoagung Seyegan.
Monev yang pertama dilakukan di Sentra Jamu “Bima Sejahtera” Dusun Gesikan Kalurahan Merdikorejo Kapanewon Tempel sebagai lokasi penelitian yang dilaksanakan oleh UKRIM Yogyakarta. Penelitian dengan judul “Strategi Eksistensi Jamu Tradisonal Sebagai Minuman Kesehatan Keluarga di Masa Pandemi Covid-19 dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan UMKM Kabupaten Sleman,” bertujuan untuk rebranding usaha jamu menjadi kafe herbal Jarod, agar dapat bersaing dengan tren minuman masa kini. “Agar dapat bersaing, penyajian jamu di modifikasi dalam bentuk lain seperti herbal drink dan es potong yang banyak diminati di kalangan masyarakat,” kata Ellsya sebagai tim peneliti dari UKRIM.

Selain itu tujuan dalam penelitian ini untuk menghitung analisis kelayakan usaha rebranding jamu. Pada saat ini penelitian sudah pada tahap pembuatan es potong jamu, pembuatan sarana gerobak keliling, rebranding dan pemasaran produk jamu.
Selanjutnya monitoring dan evaluasi dilakukan pada penelitian Maggot di Dusun Krapyak Kalurahan Margoagung Kapanwon Seyegan. Penelitian yang dilakukan oleh UST Yogyakarta ini berjudul “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Limbah Tahu Sebagai Pakan Ikan Untuk Meningkatkan Produktivitas Peternak Ikan Air Tawar Di Margoagung, Sayegan, Sleman.”
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kandungan gizi pelet maggot melalui uji laboratorium meliputi kandungan karbohidrat, lemak, dan protein dari pelet maggot. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis sercara ekonomi tentang pengolahan limbah cair dan padat mejadi pelet maggot.

Penelitian ini sampai pada tahap pengambilan sampel maggot yang dikembangbiakan di dalam rumah maggot dengan media limbah tahu cair dan padat. Hasil pengembangbiakan maggot dibentuk menggunakan alat pembuat pellet dan diberikan pada ikan dengan dosis dan frekuensi tertentu yang kemudian dianalisis melalui berat ikan saat panen dan kecepatan panen ikan.(***GNA/Bidang Litbangnov)