BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

“Water Sensitive Urban Planning”- Sebuah Strategi Perencanaan Perkotaan Ramah Air

Pada hari Rabu tanggal 17 Juni 2020 BAPPEDA Kabupaten Sleman melaksanakan telekonferensi dengan tema “Polyurbanwaters Strategy for Sleman Regency” bersama dengan Perwakilan Bremen Overseas Research & Development Association (BORDA), Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Kota Kita, Aksansi, Perwakilan Negara Laos, dan Akademisi dari berbagai universitas di dunia.

Telekonferensi dilaksanakan sebagai pengganti rencana lokakarya yang seharusnya dilaksanakan pada bulan Maret 2020. Tujuan dari telekonferesi adalah untuk memaparkan rencana kegiatan dan hasil pelaksanaan kegiatan dari Januari 2021 sampai 2024. Selain daripada itu diharapkan tanggapan dari pemerintah daerah terhadap rencana kegiatan dan aktivitas yang akan dilaksanakan.

Bertindak sebagai pemapar adalah Guru Besar UGM, Bapak Bakti Setiawan. Di dalam paparannya beliau membagi konsep Poly Urban Water menjadi 3 konsep, yaitu:

  1. Perkembangan perkotaan di Sleman dan tantangan pengelolaan sumber air perkotaan yang komprehensif
  2. Manfaat pembangunan perkotaan ramah air dengan pendekatan polisentris
  3. Tujuan dan keluaran (output) kegiatan “Poly Urban Waters” di Sleman

Konsep tersebut dikemukakan untuk menjawab isu strategis yang ada, antara lain; investasi utama untuk pembangunan ekonomi (jalan tol baru, bandara internasional baru, jalan outer ring road, dll.), pembangunan pariwisata (warisan budaya, ekowisata, dll.), pusat pendidikan tinggi (universitas negeri dan swasta), integrasi pengelolaan air limbah dan air bersih (tujuan utama PAM sampai 2021), pengelolaan limbah padat dan sanitasi yang efektif, pengelolaan lahan pertanian yang berkelanjutan, perumahan yang berkelanjutan (terutama sepanjang bantaran sungai).

Adapun tantangan terkait keberlanjutan ketersediaan air yang umumnya terjadi pada wilayah perkotaan adalah bagaimana mengelola transformasi perkotaan yang masif dan dampaknya terhadap sumber air setempat dan daerah, yaitu : memastikan akses terhadap air yang aman, pengelolaan limbah padat dan sanitasi yang efektif, mengurangi kelangkaan air, menutup celah antara permintaan dan pasokan air, sungai yang bersih/layak huni, serta meningkatkan ketahanan terhadap pengaruh perubahan iklim (kekeringan, banjir bandang, dll.). Untuk menyiasati hal tersebut, pendekatan perencanaan yang ditawarkan adalah “Water Sensitive Urban Planning”.

Adapun saat ini terdapat 3 (tiga) desa dengan karakter berbeda yang nantinya akan dipilih sebagai alternatif pilot project kegiatan Polyurbanwaters Strategy, yaitu Desa Sariharjo yang merupakan kawasan perkotaan, Desa Sidoarum yang merupakan wilayah pertumbuhan perkotaan dan perlindungan pertanian (sawah), serta Desa Sambirejo yang merupakan desa dengan skenario pembangunan pariwisata dan ketanahan air.

Pada sesi diskusi, Kunto Riyadi sebagai Kepala BAPPEDA Kabupaten Sleman menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada BORDA yang telah mendampingi Kabupaten Sleman. Kabupaten Sleman membutuhkan sebuah strategi perencanaan yang lebih optimal dalam rangka menuju pembangunan yang berkelanjutan melalui pendekatan teknologi dan inovasi.

Kepala Bidang Fisik dan Prasarana, Dona Saputra Ginting menambahkan bahwa saat ini air merupakan isu sensitif yang memerlukan perhatian khusus, apalagi saat ini untuk menjawab isu pertambahan penduduk tentang kebutuhan hunian dengan pengembangan vertical housing mendapatkan protes dari masyarakat setempat. Selain itu, BAPPEDA Kabupaten Sleman mengharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh BORDA.

Menanggapi hal tersebut Lars Ribbe,  Direktur Eksekutif ITT – Cologne University of Applied Sciences Faculty of Spatial Development and Infrastructure Systems selaku Professor for Integrated Land and Water Resources Management mengatakan bahwa strategi yang ditempuh harus mampu diaplikasikan bukan hanya di Kabupaten Sleman, namun juga berbagai tempat di penjuru dunia.

Sementara itu perwakilan BORDA, Bernd Gutterer menyampaikan tanggapan yang positif atas respon dari Kabupaten Sleman, dan berharap ke depannya kerjasama dapat terus berlanjut. (***Bidang Fisik dan Prasarana)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of