BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Warisan Bumi – Geoheritage Sebagai Dongeng Sejarah Pembentukan Bumi

Kawasan Warisan Geologi adalah lahan yang mempunyai ciri geologi unik/khas, langka atau mempunyai fungsi ekologis yang berguna bagi kehidupan dan menunjang pembangunan berkelanjutan dan/atau mempunyai nilai ilmiah tinggi untuk pendidikan. Pelestarian dilakukan untuk mempertahankan keberadaan Warisan Geologi beserta nilainya dengan cara melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkannya.

Dalam rangka menindaklanjuti terbitnya Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 13.K/HK.01/MEM.G/2021 tentang Penetapan Warisan Geologi Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemerintah Daerah DIY dan Pemerintah Kabupaten Sleman memetakan zonasi pengelolaan pada Situs Warisan Geologi di Kabupaten Sleman. Hari Rabu (17/3), Tim Geoheritage dan Geopark UPN Veteran Yogyakarta bersama dengan Pemerintah Daerah DIY dan Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan Verifikasi Zona Inti dan Zona Penyangga Situs Warisan Geologi di Kabupaten Sleman. Zona Inti adalah kawasan atau area yang dibutuhkan untuk pelindungan langsung bagi suatu Warisan Geologi untuk menjamin kelestarian Warisan Geologi. Sementara Zona Penyangga adalah suatu kawasan/ruang tambahan yang melingkupi Warisan Geologi yang diatur dengan peraturan tambahan, baik berupa larangan adat maupun hukum formal, dalam rangka memperkuat upaya pelindungan terhadap Warisan Geologi terebut.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Kompleks Perbukitan Intrusi Godean di Kapanewon Godean yang terbagi menjadi beberapa lokasi yaitu Watu Ijo, Bukit Pandawa, Gunung So, dan Bukit Ngampon. Usulan agar Bukit Pandawa ditetapkan sebagai kawasan Geoheritage sudah mendapat persetujuan Kementerian Energi Sumber Daya Alam dan Mineral (ESDM). Sebagai tindak lanjut, perlu ditentukan Zona Inti dan Zona Penyangga pada lokasi Geoheritage di Bukit Pandawa untuk menjaga kelestarian batuan. Prof Bambang Pratistho dosen Fakultas Geologi UPN Veteran Yogyakarta menyampaikan bahwa Bukit Pandawa memang sangat layak menyandang status sebagai Kawasan Cagar Alam Geologi dan Warisan Geologi. Bebatuan yang ada di sana berusia lebih dari 40 juta tahun lalu. Bukit Pandawa ini berada di lokasi proyek perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) Godean Hills. Direktur Utama PT Dewi Sri Sejati, Alim Sugiantoro, selaku pengembang Godean Hills mengaku mendukung penuh upaya pemerintah untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai Geoheritage di DIY.

 Pada saat tinjau verifikasi lokasi yang berada di Gunung So sedang dilakukan pembangunan proyek untuk perumahan. Setelah diteliti ulang oleh Prof Bambang Pratistho, batuan yang berada di Gunung So memiliki umur batuan yang lebih muda dan kondisi yang tidak stabil jika dibandingkan dengan batuan di Bukit Pandawa, maka dari itu diputuskan tidak termasuk dalam usulan menjadi Geoheritage. Namun walaupun demikian, kontraktor yang sedang melakukan pembangunan perumahan diharapkan mau bekerjasama dan membantu kegiatan Tim untuk menyampaikan informasi apabila menemukan situs geologi pada saat melakukan pembangunan. Sementara untuk lokasi di Bukit Ngampon terdapat batuan yang sangat keras yang disinyalir usianya sangat tua. Selain itu pada lokasi Bukit Ngampon itu sendiri sudah berdiri menjadi desa wisata dan sering dijadikan tempat untuk bertapa. Sehingga akan dilakukan penilaian kembali di Bukit Ngampon untuk memperkuat intuisi dari Tim Geoheritage dan Geopark UPN Veteran Yogyakarta.

Lokasi selanjutnya adalah Tebing Breksi Piroklastik Purba Sambirejo di Kapanewon Prambanan. Berdasarkan penelitian para ahli, Tebing breksi terbentuk secara alami dari bongkahan batuan sedimen klastik raksasa yang berasal dari sisa endapan abu vulkanik dari gunung api purba Nglanggeran. Karena itulah Tebing Breksi ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Alam Geologi. Dalam kunjungan verifikasi, Ketua POKDARWIS Tebing Breksi menyampaikan bahwa manajemen sudah membagi kawasan wisata tebing breksi menjadi Zona Inti dan Zona Penyangga. Selain itu, juga dijelaskan bahwa pada zona penyangga tidak diperbolehkan sebagai tempat kendaraan (baik kendaraan pribadi maupun jip wisata) melakukan akivitas, dan diarahkan diperuntukkan bagi pejalan kaki yang bertujuan untuk memperkuat upaya pelindungan terhadap Warisan Geologi tersebut. Lokasi terakhir yang dikunjungi untuk melakukan verifikasi adalah Lava Bantal yang berada di Kapanewon Berbah dengan melakukan pengambilan titik koordinat lokasi guna perencanaan keruangan yang lebih tepat. Dengan adanya verifikasi ini diharapkan pada zona inti dan zona penyangga Situs Warisan Geologi di Kabupaten Sleman dapat dilestarikan dan dijaga dengan baik keberadaanya. (***DNA/Bidang Fisik dan Prasarana)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of