Tourism Destination Hub: Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Sleman TImur

Wisata alam dan budaya merupakan andalan pariwisata di Kabupaten Sleman, antara lain candi-candi yang tersebar di Sleman Timur dan kawasan perbukitan di wilayah Kecamatan Prambanan yang memiliki pemandangan alam yang sangat indah. Peningkatan jumlah wisatawan pada area Sleman Timur saat ini sangat terasa dibanding tahun-tahun sebelumnya. Terutama setelah dibukanya Wisata Tebing Breksi dan semakin dikembangnya Kawasan Ratu Boko serta pengembangan Tebing Banyunibo.

Dengan berkah peningkatan kunjungan wisata tersebut ternyata juga menimbulkan sebuah permasalahan, yaitu penyediaan parkir untuk pengunjung kawasan wisata. Dengan semakin tingginya kunjungan wisata maka kebutuhan untuk parkir kendaraan, terutama bus pariwisata juga meningkat, sementara topografi kawasan yang berbukit-bukit menjadi batasan dalam penyediaan area parkir kawasan wisata. Menanggapi hal tersebut maka diperlukan sebuah area parkir komunal atau rest area yang bisa menjadi “hub” antar objek wisata yang ada di Kecamatan Prambanan.

Di Desa Bokoharjo saat ini tumbuh banyak area wisata seperti susur sungai, jip wisata, wisata Tebing Banyunibo, dan lain-lain sehingga area parkir perlu disediakan demi kenyamanan pengunjung. Sebagai bentuk solusi untuk mengatasi permasalahan penyediaan area parkir komunal, maka BAPPEDA Kabupaten Skeman, bersama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Pemerintah Kecamatan Prambanan dan Pemerintah Desa Bokoharjo mengadakan rapat koordinasi untuk membahas sekaligus menginisiasi kemungkinan untuk pengembangan Kawasan Rest Area Terpadu di Padukuhan Pelemsari, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan.

Dengan pengembangan tersebut nantinya permasalahan parkir kawasan wisata di Sleman Timur dapat diatasi, tentunya dengan mengembangkan shuttle wisata dan pemaketan wisata di kawasan Sleman Timur. Konsep yang digunakan adalah Tourism Destination Hub, yang dalam hal ini dimaksudkan dengan hanya berkunjung pada kawasan rest area tersebut, pengunjung dapat mengakses banyak lokasi wisata Sleman Timur melalui akses shuttle yang disediakan.

Dalam pengelolaannya Kawasan Rest Area Terpadu tersebut nantinya akan melibatkan masyarakat langsung melalui BUMDes Bokoharjo untuk kegiatan pengelolaan parkir, penyediaan shuttle, dan area kuliner. Kawasan Rest Area juga bisa menjadi lokasi untuk menawarkan hasil UMKM dari masyarakat Sleman umumnya dan Sleman Timur khususnya.

Dengan strategi tersebut, pengembangan Kawasan Rest Area Terpadu di Padukuhan Pelemsari, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan diharapkan dapat menjadi strategi pengentasan Kecamatan Prambanan dari salah satu kecamatan di Sleman Timur dengan nilai kemiskinan yang tinggi. (***Bidang Fispra)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of