BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Studi Tiru Perubahan Perda RTRW oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bandung

Hari Kamis (13/02) BAPPEDA Kabupaten Sleman menerima kunjungan studi tiru dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bandung yang merupakan anggota Panitia Khusus Perubahan Perda Kota Bandung Nomor 18 tahun 2011 tentang RTRW Kota Bandung Tahun 2011-2031. Selain anggota DPRD Kota Bandung dan Sekretariat Dewan, rombongan turut menghadirkan perwakilan dari  Dinas  Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Bandung, Dinas Tata Ruang Kota Bandung, serta Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Kota Bandung. Kunjungan dalam rangka mendalami Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Sleman ini diterima oleh Kasubbid Pertanahan dan Penataan Ruang Bidang Fisik dan Prasarana, Agung Yuntoro, ST, M.IDS, M.AP, di Ruang Sinom BAPPEDA Kabupaten Sleman.

Pada kesempatan kunjungan kerja/studi tiru ini, ada beberapa hal dalam ruang lingkup RTRW Kabupaten Sleman yang menjadi fokus diskusi. Salah satu informasi yang menjadi topik adalah proses revisi RTRW yang sedang dilakukan oleh Kabupaten Sleman. RTRW Kabupaten Sleman yang telah melalui Peninjauan Kembali di tahun 2018, dinyatakan harus melakukan perubahan/revisi. Keputusan ini didasarkan pada kebijakan nasional dan dinamika pembangunan di wilayah Kabupaten Sleman yang menyebabkan penyimpangan lebih dari 20% antara pola ruang eksisting dengan RTRW Kabupaten Sleman. Setelah PK di tahun 2018, penyusunan materi teknis, naskah akademis, dan raperda revisi RTRW telah dilakukan sejak 2019.

Kota Bandung yang terletak di cekungan dataran tinggi juga merupakan wilayah yang rawan bencana, khususnya bencana banjir sehingga mitigasi bencana juga menjadi salah satu topik studi tiru tim Pansus Perubahan RTRW Kota Bandung di Kabupaten Sleman. Sleman sebagai salah satu kawasan yang terdampak langsung oleh erupsi Gunung Merapi, telah menyertakan strategi mitigasi bencana pada pola ruang kawasan lindung. Sedangkan sarana prasarana wilayah diatur dalam struktur ruang RTRW.Diskusi ditutup dengan bertukar informasi seputar unsur muatan lokal dalam RTRW dan strategi pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di masing-masing wilayah. (***Bidang Fisik dan Prasarana)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of