BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Studi Sanitasi Sebagai Rencana Pengaman Kualitas Air di Sleman

Dalam rangka menindaklanjuti kegiatan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Sleman dengan BORDA Indonesia, BAPPEDA Kabupaten Sleman mengikuti Rapat Pembahasan Studi Pendekatan Sanitasi Terpadu sebagai Rencana Pengamanan Air di Kabupaten Sleman yang diadakan oleh BORDA Indonesia pada hari Selasa (13/10) di Rumah Makan Albasta. Selain dihadiri oleh BAPPEDA dan BORDA, pertemuan ini juga dihadiri oleh Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman, dan PDAM Tirta Sembada.

Dalam rapat yang berfokus pada sanitasi ini, dijelaskan bahwa sanitasi terdiri dari 3 aspek yaitu sampah, limbah, dan drainase. Studi Pendekatan Sanitasi Terpadu dilakukan untuk melindungi sumber air baku terutama yang digunakan oleh PDAM. Selain itu, sasaran studi ini adalah mengidentifikasi potensi pencemaran di lingkungan sekitar dan memberikan rekomendasi untuk intervensi tindakan yang perlu diambil dengan manajemen sanitasi terpadu. Dari keseluruhan sasaran tersebut, dapat disimpulkan studi ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas air.

Untuk menjaga dan melindungi kualitas air pada sumber air baku, perlu dilakukan pencegahan kontaminasi sumber air melalui manajemen sanitasi air yang memadai di zona perlindungan sumber air. Langkah pencegahan dimulai dari identifikasi sumber air, kemudian menentukan potensi risiko kontaminasi seperti yang dilakukan dalam Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) Sleman. Selanjutnya perlu dilakukan pemilihan daerah percontohan melalui berbagai risiko potensi, jenis sumber air, dan studi geohidrologi yang ada. Pemetaan terperinci dan klasifikasi penggunaan lahan di dalam zona perlindungan air juga dilakukan untuk dasar penentuan sumber kontaminasi potensial. Setelah sumber kontaminasi terdeteksi, dapat dilakukan sosialisasi dan penilaian situasi dengan masyarakat, pemerintah daerah, dan penyedia air kota. Tahap akhir dari pencegahan kontaminasi sumber air ini adalah perencanaan kegiatan intervensi/rehabilitasi serta pemantauan dan evaluasi.

Dari studi tersebut dilakukan rekomendasi intervensi di beberapa lokasi antara lain di Sumur Dangkal Patukan Ambarketawang, Mata Air Tuk Dandang Pendowoharjo, Sumur Dalam Kregan dan Sumur Dalam Kenayan di Wedomartani. Rekomendasi tersebut meliputi tujuh parameter, yaitu pengelolaan air limbah rumah tangga, pengelolaan lumpur septic, kondisi air permukaan, penyediaan air bersih, pengelolaan limbah padat/sampah, kesadaran lingkungan, serta praktek pertanian. Implementasi dari rekomendasi akan dilakukan di akhir tahun 2020 dan di tahun 2021. Namun, rencana proyek dan kerangka waktu dapat disesuaikan dan berubah selama proyek berlangsung.

Selain penyampaian hasil studi, beberapa isu dan kondisi di lapangan juga turut menjadi pembahasan dalam rapat tersebut. Kondisi di sekitar sumber air atau sumur yang dikelola oleh PDAM Tirta Sembada saat ini sudah mulai banyak dilakukan pembangunan. Selain itu, rekomendasi intervensi yang berhubungan dengan pembangunan fisik harus disertai dengan ketersediaan lahan terlebih dahulu. Untuk menyepakati dan mengatasi isu dan kondisi di lapangan, Pemerintah Kabupaten Sleman mengusulkan untuk diadakan workshop bersama seluruh OPD di Kabupaten Sleman sehingga rekomendasi tersebut dapat diimplementasikan di seluruh sektor dengan baik. (***Bidang Fisik dan Prasarana)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of