BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

SLEMAN TERPILIH SEBAGAI PERCONTOHAN PELAKSANAAN SISTEM LAYANAN DAN RUJUKAN TERPADU UNTUK MASYARAKAT SEJAHTERA

Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu Untuk Masyarakat Sejahtera (SELARAS) adalah system yang membantu masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat miskin berdasarkan profil dalam Basis Data Terpadu dan menghubungkan mereka dengan program-program (baik program pusat maupun daerah) yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. SELARAS juga membantu mengidentifikasi keluhan masyarakat miskin, melakukan rujukan, dan memantau penanganan keluhan untuk memastikan bahwa keluhan tersebut ditangani dengan baik.

SELARAS ini merupakan system yang dikembangkan oleh Bappenas bekerja sama dengan Kementerian Sosial dan TNP2K dengan melibatkan pemerintah daerah dan mitra pembangunan internasional. Untuk mematangkan gagasan mengenai system ini, kajian cepat dilakukan di 13 lokasi untuk mempelajari berbagai inovasi untuk percepatan penanggulangan kemiskinan serta upaya pengintegrasiannya, selama Maret – Juni 2014 dan Agustus – Oktober 2014. Beberapa temuan dari kajian tersebut diantaranya (i) tingginya fragmentasi program-program perlindungan social  baik di pusat maupun di daerah; (ii) lemahnya koordinasi antara pengelola program di berbagai jenjang, (iii) rendahnya kapasitas layanan pengaduan program; (iv) beragamnya kapasitas dan upaya  integrasi program perlindungan social yang ada di daerah. Dari kajian tersebut juga ditemukan bahwa pemerintah daerah menunjukkan minat yang tinggi terhadap rencana pengembangan SELARAS. Pada bulan April 2015, Desa Tamanmartani Kecamatan Kalasan telah dijadikan pilot project ujicoba SLRT (Sistem Layanan Rujukan Terpadu) yang dibangun oleh Bappenas, setelah mengalami penyempurnaan, tiba saatnya pelaksanaan system yang telah siap dioperasikan, Kabupaten Sleman dipilih kembali oleh Bappenas sebagai percontohan pelaksanaan SELARAS.

Kabupaten Sleman, bersama-sama dengan kabupaten-kabupaten Sragen, Sukabumi, Belitung Timur dan Bantaeng akan menjadi kabupaten percontohan pelaksanaan SELARAS di Indonesia. Pada bulan April 2015, Desa Tamanmartani Kecamatan Kalasan telah dijadikan pilot project ujicoba SLRT (Sistem Layanan Rujukan Terpadu) yang dibangun oleh Bappenas, setelah mengalami penyempurnaan, tiba saatnya pelaksanaan system yang telah siap dioperasikan, Kabupaten Sleman dipilih kembali oleh Bappenas sebagai percontohan pelaksanaan SELARAS.

Sebagai persiapan pelaksanaan penerapan SELARAS di Kabupaten Sleman, pada hari Rabu tanggal 5 Agustus 2015 bertempat di Ruang C Bappeda telah dilaksanakan koordinasi dengan kecamatan se Kabupaten Sleman untuk mempersiapkan personil yang akan dipilih sebagai fasilitator desa dan supervisor di tingkat kecamatan. Rencananya pada tanggal 13 Agustus 2015 yang akan datang 86 orang  fasilitator (masing-masing desa 1 orang fasilitator)  dan 17 orang supervisor (masing-masing kecamatan 1 orang supervisor) akan dilatih oleh Bappenas untuk persiapan pelaksanaan program SELARAS. Setelah selesai pelatihan, mereka akan ditugaskan untuk pendataan di wilayah masing-masing hingga bulan Desember 2015.

 

LEBIH LANJUT TENTANG SELARAS

Hasil yang diharapkan dengan pemanfaatan SELARAS adalah meningkatnya akses RT/keluarga miskin dan rentan terhadap multi-program/layanan, meningkatnya akses RT/Kel. paling  miskin dan paling rentan (penyandang disabilitas, perempuan/anak  terlantar, lanjut usia, indigenous, dll)  terhadap program-program perlindungan social, meningkatnya kapasitas Pemerintah Daerah  dalam pemanfaatan BDT  dan “pemutakhiran”  basis  data  di  daerah secara dinamis dan berkelanjutan dan meningkatnya  kapasitas Pemerintah Daerah  untuk  mengkoordinasikan program perlindungan sosial di daerah.

Manfaat lain dari SELARAS adalah memberikan masukan untuk proses perencanaan dan penganggaran sehingga lebih berpihak kepada masyarakat miskin, meningkatkan efisiensi pelaksanaan program-program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan; meningkatkan peran lembaga-lembaga di daerah (BAPPEDA, TKPKD, SKPD terkait dll) dan meningkatnya koordinasi horizontal dan vertikal (pusat – provinsi – daerah); memberdayakan masyarakat sehingga mereka mengetahui hak-haknya untuk menerima program-program sosial; meningkatnya kepuasan masyarakat terhadap kinerja daerah.

Ruang lingkup kegiatan SELARAS meliputi pemutakhiran data; pengaduan, rujukan dan penanganan keluhan; katalog program dan kepesertaan; integrasi layanan dan dashboard.(bidang SOSPEM)

 

4
Leave a Reply

avatar
2 Comment threads
2 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
3 Comment authors
AkbaradminDidit Agus Recent comment authors
  Subscribe  
Notify of
Akbar
Guest
Akbar

Tanya, belakangan ramai juga dibicarakan SLRT oleh Mensos. Apakah ini hal yg sama atau berbeda lagi? Trm kasih.

Didit Agus
Guest

Mohon dibantu untuk:
1. …. “kajian cepat dilakukan di 13 lokasi untuk mempelajari berbagai inovasi untuk percepatan penanggulangan kemiskinan serta upaya pengintegrasiannya”…
13 lokasi tersebut dimana saja ya …. ?
2. Saat ini bagaimana follow up dari kegiatan TNP2K, Bappenas, Kemensos terhadap program Selaras ya … ?

Terima Kasih
Didit