BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Secara Maraton, Bappeda Sleman Selenggarakan Pelatihan Penyusunan Matriks Logframe

Selama lima hari berturut-turut (13-24 Agustus 2020), bertempat di Ruang Rapat Pangripta dan Kinanthi, Bappeda Kabupaten Sleman menyelenggarakan pelatihan dan bimbingan teknis penyusunan Matriks Logframe tahun 2021 yang ditujukan bagi seluruh pengampu Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan di seluruh Perangkat Daerah di Kabupaten Sleman. Adapun pemapar modul pelatihan pada kesempatan ini adalah para fungsional perencana Bappeda yaitu Roro Dyah Setyanggar, S.Si, MT, Anton Rahmat Widodo, ST, MT, Boby Rozano, ST, MMG, serta Dhanyk Kusumaning Budi, ST, MT.

Matriks Logframe, atau juga biasa disebut dengan matriks KKL, merupakan metodologi untuk merencanakan, mengendalikan serta mengevaluasi program/proyek/kegiatan/sub kegiatan yang dituangkan dalam suatu cara yang sistematis, logis, dan ringkas. Analisis KKL mencerminkan hubungan-hubungan kausal di antara jenjang tingkatan tujuan serta menetapkan asumsi-asumsi faktor eksternal yang dapat mempengaruhi keberhasilannya, berguna untuk mendapatkan pemahaman dan pencapaian kesepakatan serta untuk mengetahui secara rinci tujuan proyek, baik secara mikro dan makro. KKL dibuat secara singkat tetapi cukup rinci, sehingga dengan hanya melihat kerangka kerja logis, garis besar isi keseluruhan proyek sudah dapat diketahui. KKL dibuat pada saat proyek direncanakan untuk disertakan dalam dokumen usulan kegiatan/sub kegiatan, serta dapat dipakan untuk menilai setiap kegiatan/sub kegiatan pada setiap tahapan, yaitu tahap perencanaan (ex-ante), tahap pelaksanaan (on-going evaluation), dan tahap selesainya proyek (ex-post evaluation).

Selain mendapatkan materi pelatihan, seluruh peserta juga dituntut untuk dapat secara mandiri menyusun matriks logframe berdasarkan data perencanaan yang telah dimiliki. Harapannya, para peserta dapat menguraikan ringkasan proyek/kegiatan/sub kegiatan serta mampu memahami alur logika, baik logika horizontal maupun logika vertikal, serta mampu mengungkapkan faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi keberhasilan proyek/kegiatan/sub kegiatannya.

Matriks Logframe, sebagaimana diungkapkan Ch. Rini Puspitasari, SP, M.Si, Kepala Subbidang Pengendalian Bappeda yang bertindak sebagai moderator, akan digunakan sebagai salah satu materi penilaian pengendalian dan evaluasi pembangunan seluruh Perangkat Daerah di Kabupaten Sleman. Selanjutnya, proses penyusunan matriks akan memanfaatkan aplikasi sistem informasi yang terintegrasi dengan sistem perencanaan pembangunan daerah saat ini sehingga lebih memudahkan para pemilik kegiatan/sub kegiatan dalam prosesnya.  (***PFP/Bidang Litbangdal)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of