BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Pusaka Kejayaan Masa Lampau – Prambanan Sebagai Prioritas Pembangunan Pariwisata Sejarah Masa Lampau

Salah satu sejarah Pulau Jawa yang sudah menjadi cerita di dunia internasional adalah keberadaan candi-candi yang tersebar di sepanjang Pulau Jawa. Candi Borobudur dan Candi Prambanan adalah beberapa candi besar yang saat ini telah menjadi pusat tujuan wisata dari domestik maupun mancanegara untuk menikmati kenangan sejarah masa lampau.

Untuk memoles pesona Borobudur dan Prambanan, pemerintah pusat saat ini tengah melaksanakan sebuah program prioritas nasional Kawasan Strategis Pariwisata Borobudur-Yogyakarta-Prambanan, yang salah satu bagiannya adalah penyusunan Integrated Tourism Master Plan (ITMP) yang mengambil lokasi di Prambanan.

Sebagai bagian dari progress perencanaan, pada hari Jumat, tanggal 21 Februari 2020, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah mengadakan acara Penajaman Rencana Aksi Pembangunan KSPN Borobudur dan sekitarnya, serta KSPN Prambanan dan sekitarnya bertempat di Hotel Alana, Sleman.

Pertemuan tersebut melibatkan berbagai tingkat stakeholder termasuk BAPPEDA Kabupaten Sleman. Dari hasil diskusi yang berlangsung dapat disimpulkan bahwa prinsip perencanaan dalam ITMP adalah sebagai berikut:

  1. Merestorasi dan merevitalisasi OUV Borobudur & Prambanan
  • Mewakili sebuah mahakarya peradaban Jawa Hindu-Budha
  • Arsitektur yang mewakili peradaban Jawa abad ke-8 hingga ke-9
  • Terletak disebuah lembah/danau dan menggambarkan symbol kepercayaan Buddha
  • Kehidupan masyarakat perdesaan terintegrasi dengan candi-candi sekitarnya
  1. Diversifikasi daya tarik wisata, wisata yang berbasis pada obyek dan tema tunggal mempunyai pasar yang terbatas (niche)
  2. Terintegrasi dengan KSPN lainnya, KSPN: Yogyakarta, Merapi-Merbabu, Sangiran, Gunung Sewu, Dieng, Karimun Jawa, dan Pantai Selatan Yogyakarta.

Untuk mewujudkan tujuannya dalam hal mewujudkan kawasan pariwisata yang berkesinambungan, ITMP dilengkapi dengan beberapa rencana aksi. Rencana aksi sebagaimana dimaksud terbagi melalui beberapa strategi, yaitu:

  1. Menghidupkan kembali OUV Borobudur-Prambanan
  2. Pengembangan konektivitas wisata
  3. Penataan Kawasan 4 Pintu Masuk Utama (Palbapang, Blondo, Klangon, dan Kembang Limus)
  4. Pengembangan Infrastruktur Dasar, dan
  5. Pengembangan SDM Kepariwisataan

Salah satu concern dalam ITMP adalah pengembangan transit multi fungsi di Bokoharjo Prambanan. Dengan adanya rencana pembangunan jalan provinsi baru dan rencana exit/entry tol diharapkan pengembangan transit multi fungsi dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. (*** Bidang Fispra)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of