BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Perencanaan Pengembangan Investasi Daerah

Pada hari Kamis, tanggal 27 November 2014 Bidang Ekonomi Bappeda menyelenggarakan Seminar Akhir Hasil Kajian Perencanaan Pengembangan Investasi Daerah yang bertempat di Kelapa Gading Resto, Jl. Magelang Km. 6,3 Mlati, Sleman. Acara ini dihadiri oleh Kepala Bappeda Kabupaten Sleman, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Kepala Kantor Pelayanan Perijinan Kabupaten Sleman, Camat dari beberapa Kecamatan di Sleman serta perwakilan dari berbagai SKPD di Kabupaten Sleman yang terkait dengan sektor ekonomi.

Acara ini bertujuan untuk memaparkan hasil Kajian Perencanaan Pengembangan Investasi di Kabupaten Sleman yang bisa digunakan sebagai dasar bagi penentuan arah dan pengambilan kebijakan pengembangan investasi secara umum, sekaligus menjadi acuan dalam perumusan strategi, program dan kegiatan serta kebijakan sektoral di masing-masing SKPD yang sesuai dengan arah dan kebijakan pengembangan investasi yang telah dirumuskan. Sesuai dengan arah dan tujuan pengembangan investasi daerah, investasi yang akan dikembangkan di Kabupaten Sleman adalah investasi yang bersifat inklusif atau memberikan dampak positif yang signifikan, luas dan merata baik kepada pemerintah daerah, masyarakat dan lingkungan.

Acara diawali dengan paparan hasil Kajian Perencanaan Pengembangan Investasi Daerah oleh Akhmad Syari’udin, SE, M.Si selaku narasumber kajian. Berdasarkan hasil kajian diperoleh 5 sektor potensial di Kabupaten Sleman, yaitu sektor jasa, sektor pertanian, perdagangan hotel dan restoran, industri pengolahan, dan sektor bangunan. Setelah dilakukan analisis tingkat inklusifitas terhadap masing-masing sektor, kelima sektor tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok sektor, yaitu sektor ekonomi inklusif, sektor ekonomi potensial inklusif dan sektor ekonomi yang tidak potensial inklusif. Yang termasuk kedalam kelompok sektor ekonomi inklusif adalah sektor jasa, yang termasuk kedalam kelompok sektor ekonomi potensial inklusif adalah sektor pertanian, sektor perdagangan hotel dan restoran, dan sektor industri pengolahan. Yang termasuk kedalam kelompok sektor ekonomi yang tidak potensial inklusif adalah sektor bangunan.

Strategi dan kebijakan yang dirumuskan terkait ketiga kelompok sektor tersebut sebagai berikut; untuk sektor yang sudah inklusif, strategi dan kebijakan yang akan diambil adalah kebijakan pengembangan. Untuk sektor yang potensial inklusif, strategi dan kebijakan yang diambil akan bersifat penumbuhan dan percepatan menjadi inklusif. Sedangkan untuk sektor yang tidak potensial inklusif, strategi dan kebijakan yang diambil bersifat pengendalian.

Untuk sektor jasa yang sudah tergolong kedalam kelompok sektor inklusif, kebijakan yang dirumuskan antara lain peningkatan layanan yang bersifat customer oriented, peningkatan good governance, dan peningkatan penyerapan sumber daya (tenaga) lokal melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor jasa tersebut. Untuk sektor pertanian, perdagangan hotel dan restoran, serta industri pengolahan yang tergolong dalam kelompok sektor potensial inklusif, kebijakan yang diambil diantaranya kebijakan penetapan zonasi dan pengaturan wilyah bagi pertumbuhan sektor potensial inklusif, kemudahanperizinan yang akan mendukung iklim dan pertumbuhan investasi di sektor tersebut, kebijakan untuk mendorong pertumbuhan sektor potensial, melalui peningkatan kualitas promosi, sinergitas dan konektivitas antar sektor, dan kebijakan pemberian dukungan anggaran pemerintah dalam pengembangan sektor potensial inklusif. Sedangkan untuk sektor bangunan yang tegolong kedalam sektor yang tidak potensial inklusif, kebijakan yang dirumuskan berupa pengaturan, pembinaan dan pengendalian atau pengawasan terhadap pengembangan sektor yang tidak potensial inklusif tersebut yang ditetapkan dengan dasar hukum yang kuat agar bisa diimplementasikan secara tegas dan transparan.

Diperoleh masukan dari berbagai SKPD, yang memperkaya pandangan mengenai strategi dan kebijakan yang lebih teknis, yang menjadi input bagi perumusan rekomendasi strategi dan kebijakan teknis yang akan diusulkan ke tingkat pengambil kebijakan. Kebijakan makro dan sektoral yang tepat dan efektif untuk masing-masing kelompok sektor sangat penting dan strategis karena akan menentukan arah pembangunan di Kabupaten Sleman yang diharapkan bisa melindungi dan mensejahterakan masyarakat Sleman sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di Sleman. (Bidang Eko)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of