Penyusunan Sinkronisasi Program Pemanfaatan Ruang serta Pemantauan dan Evaluasi Implementasi RTR KSN Taman Nasional Gunung Merapi

Pada Hari Jumat Tanggal 2 Agustus 2019 bertempat di Hotel Grand Mercure Yogyakarta, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional melalui Direktorat Pemanfaatan Ruang mengadakan FGD Penyusunan Sinkronisasi Program Pemanfaatan Ruang serta Pemantauan dan Evaluasi Implementasi Rencana Tata Ruang (RTR) KSN Taman Nasional Gunung Merapi dengan melibatkan berbagai stakeholder, salah satunya BAPPEDA Kabupaten Sleman. Diskusi kelompok terpumpun membahas lingkup penataan ruang yaitu, pemantauan dan evaluasi implementasi Rencana Tata Ruang, dan penyusunan sinkronisasi program pemanfaatan ruang KSN Taman Nasional Gunung Merapi.

Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi merupakan satu dari dua puluh empat kawasan strategis nasional dari sudut kepentingan lingkungan hidup. Tujuan penataan ruang dari KSN Taman Nasional Gunung Merapi adalah untuk mewujudkan tata ruang Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi yang berkualitas dalam rangka menjamin kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat yang berbasis mitigasi bencana.

Penataan ruang saat ini telah memasuki era pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang. Pengendalian pemanfaatan ruang adalah upaya untuk mewujudkan tertib tata ruang. Pemanfaatan ruang adalah upaya mewujudkan rencana tata ruang melalui penyusunan dan pelaksanaan program beserta pembiayaannya. Pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang merupakan implementasi dari rencana tata ruang. Implementasi rencana tata ruang dikawal oleh undang-undang nomor 26 tahun 2007 tentang pemantauan dan evaluasi implementasi tata ruang.

Untuk menjamin tercapainya tujuan penyelenggaraan penataan ruang, dilakukan pengawasan terhadap kinerja pengaturan, pembinaan, dan pelaksanaan penataan ruang yang terdiri atas tindakan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan. Amanat PP 15/2010, pemantauan dan evaluasi impementasi tata ruang adalah sebagai input untuk peninjauan kembali rencana tata ruang. Perlu dilakukannya Pemantauan dan Evaluasi terhadap Implementasi RTR KSN Taman Nasional Gunung Merapi, sehingga dapat dilihat sejauh mana implementasinya.

Esensi dokumen sinkronisasi program pemanfaatan ruang bertujuan untuk mewujudkan perencanaan program tahunan berbasis spasial. Salah satunya, agar dalam RKP terdapat substansi RTR sehingga tercipta keterpaduan dan keseimbangan program antar wilayah. Kegiatan sinkronisasi mendiskusikan pemantauan dan evaluasi RTR KSN TN Gunung Merapi berupa Identifikasi ketercapaian tujuan RTR KSN TN. Gunung Merapi, pemantauan pelaksanaan program struktur ruang di KSN TN.Gunung Merapi Tahun 2015-2019, pemantauan keterwujudan pola ruang di KSN TN. Gunung Merapi, dan rekapitulasi pemanfaatan ruang RTR KSN TN Gunung Merapi.

Point penting dari diskusi adalah mendapatkan Progres hasil Pemantauan dan Evaluasi Implementasi RTR KSN Taman Nasional Gunung Merapi, dan kritik konstruktif terhadap hasil Pemantauan dan Evaluasi Implementasi RTR KSN Taman Nasional Gunung Merapi. Selain daripada itu dibahas pula tentang konfirmasi Usulan Program dari sektor untuk tahun 2021 dan kritik konstruktif terkait Penyusunan Sinkronisasi Program Tahunan. (***Bidang Fisik dan Prasarana)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of