BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Penyerahan Rekomendasi Penelitian Kepada Bupati: Pentingnya Peranan Dewan Litbang Dalam Pembangunan Kabupaten Sleman

Bertempat di Ruang Rapat Bupati Sleman, Kamis 10 Maret 2022, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menerima kehadiran Dewan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Sleman (DLS). Hadir mendampingi Bupati Sleman dalam agenda yang bertajuk Audiensi Dewan Penelitian dan Pengembangan dengan Bupati Sleman ini adalah Budiharjo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman. Sementara itu dari Dewan Litbang yang hadir adalah Sutrisno, sebagai Ketua Dewan Litbang, Wahyudi Kumorotomo, sebagai anggota dan Dwi Anta Sudibya, Kepala Bappeda yang secara ex officio sebagai Sekretaris Dewan Litbang. Hadir juga dalam kesempatan ini Kepala Bidang Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Bappeda, Indaryanti, utusan dari beberapa Perangkat Daerah di antaranya adalah Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pendidikan, Bagian Perekonomian dan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah, serta pejabat fungsional dan staf Bappeda.

Dalam kesempatan ini Dewan Litbang menyerahkan Dokumen Rekomendasi Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Sleman Tahun 2022. Dokumen ini berisi berbagai persoalan pembangunan di Kabupaten Sleman yang menuntut solusi dan pemecahannya terutama persoalan strategis dalam bidang ekonomi, pertanian, pendidikan dan sumberdaya manusia. Karena itu melalui dokumen ini Dewan Litbang Kabupaten Sleman menyampaikan rekomendasi di antaranya adalah peningkatan kualitas SDM pendidik yang bertujuan agar siswa lulusan sekolah di Kabupaten Sleman nantinya dapat diterima pada lembaga pendidikan yang bergengsi dan berkualitas; pemanfaatan teknologi, pengembangan SDM dan kajian kebutuhan pasar untuk  peningkatan UMKM di Sleman; dan kebutuhan pasar sebagai bekal peningkatan/ kebangkitan ekonomi masyarakat yang diharapkan mampu meningkatkan PAD Kabupaten Sleman. Selanjutnya juga disampaikan konsep sekolah pertanian dan petani milenial agar bidang pertanian dapat berkembang dan berkelanjutan (baik lahan maupun pelakunya); serta menjadikan Kabupaten Sleman sebagai kabupaten inovatif serta pusat riset daerah dan sumber data yang salah satunya dengan meningkatkan iklim inovasi seperti pameran dan seminar.  “Melalui penyusunan dokumen ini, Dewan  Litbang ingin turut memberikan solusi bagi permasalahan pembangunan melalui penelitian, pengembangan, dan inovasi serta memberikan rekomendasi kebijakan penelitian kepada Bupati Sleman terkait permasalahan-permasalahan yang menjadi fokus perhatian Kepala Daerah sehingga dapat dihasilkan kebijakan yang sesuai untuk memecahkan persoalan tersebut” kata Sutrisno.

Dalam kesempatan ini pula Ketua Dewan Litbang, Sutrisno melaporkan progress kegiatan di Tahun 2022. Selama ini Dewan Litbang membantu Bappeda dalam penyusunan dan pelaksanaan penelitian terapan yang melibatkan perguruan tinggi dengan dana dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman. Untuk Tahun 2022 ini penelitian terapan mengambil tema Bidang Pendidikan yaitu: “Strategi Pengelolaan Pendidikan dan Optimalisasi SDM Pendidik untuk Menghasilkan Lulusan yang Berkualitas dan Kompetitif di Kabupaten Sleman” serta tema Bidang Ekonomi yaitu: “Inovasi dan Kreasi untuk Meningkatkan Potensi Produk UMKM Unggulan Sleman (Ikan, Tanaman Biofarmaka, atau Bakpia)”.

Kepala Bappeda, Dwi Anta Sudibya melaporkan, sampai pendaftaran ditutup di akhir Februari,  Bappeda telah menerima sebanyak 110 proposal, meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini akan diambil 5 proposal sebagai pemenang dengan masing-masing mendapat dana sebesar 50 juta rupiah. Untuk diketahui, Tahun 2020 sebanyak 76 proposal diterima oleh Bappeda dengan 4 pemenang yang masing-masing mendapat pendanaan sebesar 25 juta rupiah, Tahun 2021 menurun menjadi 48 proposal dengan 2 pemenang yang juga mendapat pendanaan 25 juta rupiah.  Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di mana hasil dari penelitian terapan ini diserahkan kepada Perangkat Daerah terkait untuk ditindaklanjuti, maka pada tahun ini peranan Perangkat Daerah akan ditingkatkan, melalui pelibatan dalam proses seleksi. Perangkat Daerah yang terkait itu di antaranya adalah Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pendidikan, serta Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah. “Dari 110 proposal yang masuk, setelah diseleksi oleh Dewan Litbang akan diambil 10 calon pemenang. Kemudian 10 calon pemenang itu akan diminta presentasi di hadapan Dewan Litbang, Bappeda dan perangkat Daerah terkait. Selanjutnya pihak-pihak inilah yang akan menentukan 5 pemenangnya”, tambah Dwi Anta Sudibya.

Bupati Sleman dalam kesempatan tersebut menyambut baik rekomendasi ini sekaligus mengharapkan peran serta Dewan Litbang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sleman. Dalam arahannya, Bupati Sleman menyampaikan terbitnya Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Sleman 2021-2041. Dalam RTRW ini salah satunya disebutkan rencana pengembangan Kawasan Sleman Barat. Sebagaimana diketahui bahwa di kawasan Sleman Barat ke depan akan dibangun pengembangan beberapa Perguruan Tinggi, pondok pesantren, Jalan Outer Ringroad (JOR), Rel Kereta Api, Exit Toll Jogja-Bawen, yang kesemuanya diharapkan akan berdampak pada meningkatnya pertumbuhan perekonomian di kawasan ini, seperti meningkatnya sektor perumahan, bangunan, jasa, pariwisata dan sebagainya. Sementara itu Kawasan Sleman Barat juga merupakan kawasan lumbung padi atau dikenal sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Hal ini menuntut pemikiran mendalam agar semuanya dapat berjalan dengan baik. Hal ini tentu juga menuntut peran dari semua pihak terutama dari Dewan Litbang untuk menghasilkan pemikiran, penelitian dan pengembangan yang dapat diterapkan di kawasan ini.

Selanjutnya Bupati Sleman mengingatkan, Perda RTRW Kabupaten Sleman ini akan segera ditindaklanjuti dengan terbitnya Peraturan Bupati Sleman tentang Rencana Detil Tata Ruang Kawasan (RDTRK) Sleman Barat. Meningkatnya kemajuan Sleman Barat nantinya harus dibarengi dengan kearifan lokal Kawasan Sleman Barat sebagai kawasan pertanian yang harus tetap dijaga. ”Dalam hal ini peran dan masukan Dewan Litbang sangat diharapkan”, tutur Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Untuk diketahui, Dewan Penelitaian dan Pengembangan Kabupaten Sleman dibentuk melalui Peraturan Bupati Sleman Nomor 4 Tahun 2021 tentang Dewan Penelitian dan Pengembangan. Keanggotaan Dewan Litbang ini diangkat melalui SK Bupati Sleman Nomor 8.4 /Kep.KDH/A/2021 tentang Dewan Penelitian dan Pengembangan Daerah Periode 2021-2024. Personalia dari Dewan Litbang ini adalah Ir. Sutrisno, MES, sebagai Ketua merangkap anggota, Dr. (HC) Ir. M. Gunung Soetopo sebagai Wakil Ketua merangkap anggota, serta diperkuat dengan beberapa pakar dan praktisi sebagai anggota yakni, Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A, Dra. Ambar Tegus Sulistiyani, M.Si, Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, MPP, Juhri Iwan Agriawan, S.T, M.Sc, dan Dr. Sutaryono serta Ir. Dwi Anta Sudibya, MT Kepala Bappeda Sleman secara ex officio sebagai Sekretaris. Menurut Peraturan Bupati tersebut, Dewan Litbang ini adalah Lembaga Non-Struktural yang dibentuk Pemerintah Daerah yang bertugas membantu Kepala Daerah dalam merumuskan arah, prioritas utama dan kebijakan strategis pembangunan nasional, ilmu pengetahuan dan teknologi di Kabupaten Sleman. Kegiatan dan pendanaan Dewan Litbang ini melalui Bappeda Kabupaten Sleman.  (ARW/***Bidang Litbangnov)

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x