Sejalan dengan komitmen Bangsa Indonesia atas kesepakatan global berupa Agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), Kabupaten Sleman telah berupaya mengelola pembangunan sedemikan rupa sehingga tujuan dan target dari rencana aksi global tersebut dapat dicapai. Secara garis besar, capaian Kabupaten Sleman atas sasaran dan tujuan SDGs pada tahun 2017 sudah memenuhi bahkan pada beberapa sektor telah melampaui target yang telah ditetapkan. Hal tersebut diungkapkan oleh Dr. Rika Harini M.P., selaku ketua tim tenaga ahli dalam paparan kegiatan FGD Capaian Monitoring Pelaksanaan SDGs Kabupaten Sleman tahun 2017 pada Selasa siang, di RM Pondok Klaras Sleman. Dr. Rika lebih lanjut menjelaskan bahwa keberhasilan pengukuran capaian sasaran SDGs memerlukan peran dan partisipasi aktif dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Kegiatan FGD yang dipandu oleh Kepala Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pemerintahan Bappeda Kabupaten Sleman, Drs. Pranama, M.Si., diikuti oleh seluruh OPD di Kabupaten Sleman terkait dengan pencapaian SDGs. Melalui kegiatan ini, diharapkan kondisi pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sleman pada Tahun 2017 dapat diketahui dan mampu mengidentifikasi kendala-kendala yang menghalangi tercapainya target sasaran yang telah ditetapkan, serta secara bersama-sama dapat menemukan alternatif solusi pemecahannya. Salah satu contoh persoalan yang mengemuka adalah persoalan terbatasnya transportasi umum di Kabupaten Sleman yang mengakibatkan tingginya penggunaan kendaraan pribadi. Kondisi ini selain menimbulkan persoalan lalu lintas juga dapat berkontribusi terhadap perubahan iklim global melalui akumulasi gas karbondioksida yang dihasilkan oleh gas pembuangan kendaraan. (***Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pemerintahan/JFP)