Pengembangan UGM Science Techno Park di Kabupaten Sleman, Untuk Siapa?

Universitas Gadjah Mada Science Techno Park (UGM STP) bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang bertajuk Strategi Pengembangan UGM Science Techno Park di Kabupaten Sleman pada hari Kamis, 21 November 2019 di The Rich Jogja Hotel.

UGM STP adalah salah satu Kawasan Sains dan Teknologi di Indonesia yang dikelola secara profesional untuk mengembangkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan melalui pengembangan, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan penumbuhan perusahaan pemula berbasis teknologi. Dalam pelaksanaannya, UGM STP merupakan wahana penghiliran hasil-hasil riset dan inovasi berbasis kampus yang bersinergi dengan pelaku industri dan pemerintah, serta terus dikembangkan untuk mendorong inovasi yang sifatnya multi, lintas, dan trans disiplin yang dibutuhan oleh masyarakat.

BAPPEDA Kabupaten Sleman sebagai salah satu penggerak pemerintahan daerah menyadari bahwa diperlukan sinergi antara UGM STP, pemerintah daerah, serta masyarakat untuk mengoptimalkan keberadaan UGM STP sebagai lembaga yang dapat berkontribusi langsung bagi pendidikan dan perekonomian Kabupaten Sleman. Atas dasar pendekatan penghiliran yang berbasis academic driven, industry driven, dan community driven inilah, FGD diadakan dengan menghadirkan OPD Kabupaten Sleman, RSUD, Dewan Riset Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Dalam sambutannya, Dr. Hargo Utomo, MBA selaku Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM menjelaskan bahwa UGM STP akan menjadi model STP di Indonesia. UGM STP bukan hanya simbol namun dapat menjadi laboratorium hidup yang berdampak pada perekonomian daerah. Dalam paparannya, Hargo juga menyampaikan UGM STP terfokus pada lima sektor, yaitu agro industri, kesehatan dan farmasi, manufaktur, rekayasa, dan teknologi informasi, energi baru dan terbarukan, serta karya cipta, pusaka saujana, dan tradisi budaya. Kelima sektor tersebut tersebar di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Di Kabupaten Sleman, UGM STP berlokasi di RSA UGM, Taman Nasional Gunung Merapi, Technomed Purwomartani, Kampus Induk UGM, dan Techno Park Berbah.

Selain paparan dari Hargo, Kepala BAPPEDA yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Arief Setio Laksito, M.Dev Plg selaku Sekretaris BAPPEDA turut menyampaikan paparan terkait dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman terhadap pengembangan UGM STP. Pada tahun 2018, jalan akses ruas Babadan Karanglo sisi timur telah diperbaiki/dilebarkan dengan kegiatan peningkatan jalan. Pemerintah Kabupaten Sleman juga telah memasukkan peningkatan Jalan Babadan-Karanglo ruas selanjutnya di Purwomartani, Kalasan untuk meningkatkan Jalan Akses ke UGM STP pada Rencana Kerja DPUPKP Tahun 2020.

Selain dukungan fisik, Pemerintah Kabupaten Sleman juga telah melaksanakan dukungan non fisik melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan yang melakukan pemetaan komoditas unggulan lokal dan fasilitasi rantai pasokan untuk keperluan bahan baku UGM STP. Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Dinas Koperasi dan UMKM juga telah melakukan koordinasi terkait kewirausahaan dalam rangka partisipasi dengan UGM STP. BAPPEDA turut andil memberikan dukungan dalam hal perencanaan kegiatan dan anggaran daerah.

Setelah paparan selesai, sesi diskusi dibuka dengan tanggapan dari Respati Agus Sasongko selaku anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman. Respati mengungkapkan keinginannya mengembangkan daerah Sleman bagian barat di sektor pertanian. Kehadiran UGM STP diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengembangkan wilayah Sleman Barat. Perwakilan anggota DPRD Kabupaten Sleman dari Komisi C, Guntur Yoga Purnawan, menambahkan, diantara Sleman bagian barat, timur, dan tengah terdapat kesenjangan ekonomi sehingga STP UGM terutama melalui kegiatan di sektor pertanian diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara merata.

Selain itu, Muhammad Zuldan yang merupakan perwakilan anggota DPRD Kabupaten Sleman dari Komisi D juga menyampaikan harapannya kepada UGM STP untuk dapat memberikan kesempatan daerah dalam mengelola Jamkesda dengan cara, misalnya, membuat RSUD dimana alat dan produk kesehatan menggunakan hasil dari UGM STP di bidang kesehatan.

Gunung Soetopo dari Dewan Riset Daerah juga turut berdiskusi dengan Hargo tentang manfaat langsung UGM STP bagi kelompok masyarakat, misalnya kelompok tani kakao yang digabungkan dalam badan usaha milik rakyat dan dibantu oleh pemerintah daerah. Dengan demikian, petani juga menjadi pemilik dan dapat menghilangkan kepentingan tengkulak maupun pengepul. Animo dan optimisme dalam acara FGD ini menjadi pertanda semangat dari seluruh elemen untuk turut berkontribusi. UGM STP di wilayah Kabupaten Sleman diharapkan dapat memberi terobosan perekonomian daerah dalam bentuk baru yang dapat menjadi contoh bagi daerah lain. (***Bidang Fisik Prasarana)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of