Pembahasan Rencana Pembangunan Wilayah Terpadu (PWT) Jangka Tahunan Kabupaten Sleman Tahun 2020

Pembangunan Wilayah Terpadu (PWT) merupakan pembangunan terhadap suatu wilayah yang dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan kondisi dan potensi serta pemanfaatan ruang. Pembahasan terkait rencana PWT Jangka Tahunan di Kabupaten Sleman ini dilaksanakan pada hari Jumat, 30 November 2018 bertempat di Ruang Rapat Dhandanggula, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman. Paparan terkait rencana Pembangunan Wilayah Terpadu (PWT) di Kabupaten Sleman ini disampaikan oleh Bapak Drs. Dambung Lamuara Djaja selaku tenaga ahli. Agenda ini juga dihadiri oleh jajaran pejabat struktural Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Sleman untuk memberikan masukan dan arahan terkait rencana pembangunan di masa mendatang.

Maksud dan tujuan rencana Pembangan Wilayah Terpadu tahun 2020 adalah untuk mendapatkan rencana yang konsisten, terpadu, bersifat lintas sektor di kawasan strategis sesuai dengan arahan dari Pembangunan Wilayah Terpadu Jangka Menengah (PWTJM) agar pembangunan tidak bersifat sektoral dan parsial. Adapun hasil Output yang ingin dicapai dari kegiatan penyusunan rencana PWT ini adalah didapatkannya perencanan dan pemetaan wilayah strategis yang lebih rinci sesuai dengan PWTJM Kabupaten Sleman, sedangkan hasil outcome dari kegiatan ini adalah ketersediaan data rencana pembangunan berbasis spasial sebagai dasar pengambilan kebijakan berbasis spasial. Hasil paparan menunjukkan prioritas kawasan PWT Jangka Menengah Kabupaten Sleman tahun 2020 terdiri dari 5 kawasan, yaitu Kawasan Rawan Bencana Gunungapi Merapi, Kawasan Superblok Depok, Kawasan Perkotaan Pusat Kegiatan Lokal (PKL) Pakem, Kawasan Olah Raga dan RTH Maguwoharjo, dan Kawasan Pertanian Perkotaan. Beberapa masukan yang disampaikan terkait PWT diantaranya adalah perlu adanya penentuan kebijakan yang dapat mewujudkan pembangunan berkeadilan, sehingga dapat meminimalisir ketimpangan yang terjadi antara masyarakat perdesaan dan perkotaan. Salah satu upaya yang dapat diterapkan diantaranya dengan pemerataan besaran nilai pajak yang lebih adil dengan penyesuaian berdasarkan peruntukan sektor usaha, seperti sektor pertanian dan sektor perdagangan dan jasa yang seharusnya memiliki nilai berbeda. Rencana Pembangunan Wilayah Terpadu ini juga perlu berintegrasi dengan program-program yang sedang dicanangkan oleh Kabupaten Sleman, salah satunya dengan program menurunkan tingkat kemiskinan di Kabupaten Sleman. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mengembangkan konsep pembangunan yang bersifat inklusif untuk mendukung terciptanya kenyamanan bagi penyandang disabilitas/lansia. (***Bidang Fisik dan Prasarana)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *