Bertempat di Ruang Sinom pada hari Kamis tanggal 23 Agustus 2018, Panitia Khusus Perubahan RPJMD DPRD Kabupaten Sidoarjo melaksanakan studi komparasi terkait perubahan RPJMD yang pernah dilakukan oleh Bappeda Sleman.  Kunjungan yang dipimpin oleh ketua Pansus Mulyono didampingi Kepala Bappeda Kabupaten Sidoarjo Ir. Agoes Boedi Tjajono, MT dan Kepala Bidang Ekonomi Dwi Eko Saptono, S.Sos., MM, MT, serta beberapa pejabat di Sekretariat Dewan beserta dengan wakil dan anggota pansus.

Dalam pernyataannya, Mulyono menyampaikan bahwa atas informasi dari rekan DPRD Kabupaten Sidoarjo di Badan Anggaran yang pernah berkunjung ke Bappeda Sleman, diketahui bahwa Kabupaten Sleman pernah melakukan Perubahan RPJMD. Adapun maksud kunjungannya adalah untuk memperdalam tentang latar belakang perubahan RPJMD dimaksud, karena Kabupaten Sidoarjo akan dilakukan perubahan RPJMD pada tahun ini.

Kunjungan diterima oleh Kasubbid Perencanaan Daerah Rita Probowati, ST, MT, dan Kasubbid Data dan Informasi Sriyanti Istipurnani, S.IP. Menanggapi pernyataan Ketua Pansus, Rita Probowati menyampaikan bahwa Perubahan RPJMD yang dilakukan Kabupaten Sleman dilaksanakan tahun 2017, sehingga masih mengacu pada Permendagri Nomor 54 Tahun 2010. Lebih lanjut, Rita menjelaskan bahwa latar belakang perubahan RPJMD Kabupaten Sleman adalah adanya perubahan nomenklatur Perangkat Daerah yaitu pembentukan Struktur Organisasi Tata Kelola (SOTK) Kabupaten Sleman baru, yang diatur dalam Perda Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman.

Adapun hal lain yang menjadi latar belakang perubahan RPJMD Kabupaten Sleman adalah penyesuaian nomenklatur indikator sasaran agar sesuai dengan nomenklatur dari Badan Pusat Statistik, memperbaiki penempatan program pada indikator sasaran yang lebih tepat, penambahan program baru sesuai dengan kewenangan dan nomenklatur bidang Perangkat Daerah, perubahan indikator kinerja sasaran disesuaikan dengan program yang mendukung, dan perubahan indikator kinerja program, demikian Rita Probowati menambahkan. (***Bidang Data dan Perencanaan Pembangunan)