BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Mutiara Terpendam di Dusun Pendem: Wisata Batu Eksotis

Sungai yang jernih dan petak sawah yang luas terhampar di Padukuhan Pendem Kalurahan Tegaltirto Kapanewon Berbah. Panorama alam yang memukau di tempat ini menjadi nilai tambah sebagai destinasi wisata berbasis potensi desa. Senyampang dengan hal tersebut, masyarakat Padukuhan Pendem berencana mengangkat lokasi ini sebagai destinasi ekowisata dengan sebutan Objek Wisata Batu Eksotis. Objek wisata batu eksotis menggunakan Tanah Kas Desa (TKD) Pemerintah Kalurahan Tegaltirto. Menangkap aspirasi tersebut, Kapanewon Berbah mengadakan rapat koordinasi pengembangan potensi wisata di Padukuhan Pendem Kalurahan Tegaltirto Kapanewon Berbah yang kemudian ditindaklanjuti dengan tinjau lokasi pada hari Kamis (26/02). Acara ini dihadiri oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sleman, Panewu Kapanewon Berbah, Lurah di Kapanewon Berbah dan tokoh masyarakat sebagai pengelola objek wisata.

Acara tersebut diawali oleh sambutan Wildan Solichin selaku Panewu Berbah, yang berisi ucapan terimakasih kepada Dinas yang hadir dan membantu dalam upaya pengembangan objek wisata. Acara dilanjutkan dengan paparan dari Lurah Tegaltirto, Sarjono yang menyampaikan tentang beberapa rencana pengembangan ekowisata Batu Eksotis, di antaranya adalah pembentukan BUMDES, memperbanyak sarana pertanian dan irigasi, pembinaan dan pengembangan UMKM untuk lokasi sekitar kawasan, dan pengembangan kawasan Ibukota Kapanewon Berbah. Dijelaskan bahwa konsep ekowisata yang akan digunakan adalah kegiatan pariwisata yang menggabungkan pemberdayaan sosial, budaya dan ekonomi masyarakat lokal serta pembelajaran dan pendidikan. Dalam hal ini masyarakat berpartisipasi penuh dalam pelestarian lingkungan yang ada disekitar tempat wisata supaya tetap terjaga keindahan dan keasriannya. Rencananya pada lokasi tersebut juga akan dibangun homestay yang berbentuk rumah budaya  sehingga pengunjung dapat menginap dan  merasakan sensasi asri pedesaan.

Kendala untuk pengembangan potensi wisata di  antaranya adalah sebagian ruas jalan rusak, perlu adanya pelebaran jalan di dalam lokasi, pembangunan prasarana sarana wisata, bimbingan teknis untuk lembaga pengelola wisata dan pembenahan kompleks peternakan sapi. Selain itu, terkait dengan situasi yang masih berada di pandemi  Covid-19, pihak pengelola pariwisata juga akan melakukan perubahan pola dalam sektor pariwisata dengan menerapkan beberapa protokol kesehatan serta penerapan adaptasi kebiasaaan baru untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Aris Herbandang mengusulkan bahwa perlu dilakukan penyusunan masterplan yang terintegrasi berorientasi kawasan dan menjadikan Objek Wisata Batu Eksotis sebagai kawasan wisata di Kecamatan Berbah yang dapat bertujuan memanjakan wisatawan. Harapannya adalah dengan dijadikannya Objek Wisata Batu Eksotis sebagai kawasan wisata maka potensi-potensi wisata di  sekitarnya juga dapat berkembang.

Dona Saputra Ginting selaku Kepala Bidang Fisik dan Prasarana BAPPEDA Kabupaten Sleman menambahkan bahwa lokasi pengembangan objek wisata Batu Eksotis termasuk dalam Kawasan Strategis Cepat Tumbuh (KSCT) pendukung KSPN Prambanan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Bupati Nomor 6.1 Tahun 2019 tentang Pengembangan Kawasan Strategis Cepat Tumbuh sehingga memang sudah selayaknya pengembangan potensi wisata menjadi sebuah prioritas. Sementara itu Wasito mewakili Dinas Kebudayaan juga menyampaikan bahwa inventarisasi sudah lengkap tinggal upaya-upaya dalam pengembangan wilayah saja.

Pada kesempatan tersebut para peserta koordinasi diajak berkeliling untuk menikmati pemandangan yang berada di Objek Wisata Batu Eksotik sekaligus untuk menyaksikan potensi yang ada di kawasan tersebut. Potensi yang ada di lokasi adalah berupa wisata alam berupa hamparan sawah dan kebun yang luas, sumber air yang jernih, wisata spiritual berupa makam dari prajurit Sunan Gunungjati dan watu lumpang yang memiliki history sejarah menarik, wahana permainan air dan wisata edukasi yang terdapat pada zona flora dan peternakan. Lokasi peternakan sapi tidak jauh dari lokasi sumber air dan persawahan, namun untuk peternakan memerlukan perhatian khusus karena perawatan yang tidak mudah.

Secara prinsip, seluruh OPD yang hadir, Perwakilan Kapanewon, Perwakilan Kalurahan, dan masyarakat sangat menghendaki dan siap mendukung Padukuhan Pendem untuk dikembangkan sebagai Kawasan Wisata. (***Bidang Fisik dan Prasarana)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of