Musrenbang RKPD Kabupaten Sleman tahun 2020 resmi dibuka

Penyelenggaraan musrenbang merupakan proses perencanaan yang partisipatif dalam rangka penyusunan rencana pembangunan tahunan Kabupaten Sleman atau Rencana Kerja Pemerintah Daerah tahun 2020. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Daerah, Sumadi SH, MH, saat meresmikan acara Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman tahun 2020 yang dihadiri oleh seluruh Forkompimda dan OPD Pemerintah Kabupaten Sleman di Ruang Pangripta Bappeda (28/01/2019). Selanjutnya, Sumadi menekankan kepada setiap OPD agar usulan rencana pembangunan didasarkan pada evaluasi hasil kerja dan permasalahan sehingga pembangunan dapat berjalan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran. OPD selanjutnya diharapkan dalam penyusunan program dan kegiatan memperhatikan konsep pohon kinerja sehingga antara kegiatan, program, tujuan sasaran dapat sesuai dengan output, outcome, maupun dampaknya.

Acara musrenbang kali ini juga menghadirkan akademisi dari Pusat Pengembangan Kapasitas dan Kerjasama/Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik FISIPOL UGM, Gabriel Lele, PhD, sebagai narasumber dengan tema paparan “Memastikan Sinergi, Meningkatkan Kualitas Perencanaan”. Secara umum, kualitas perencanaan masih perlu ditingkatkan melalui 1) sinergi antar dokumen perencanaan dan antara perencanaan dan penganggaran (akuntabilitas administratif); 2) Sinergi antara perencanaan dengan masalah/kebutuhan masyarakat (akuntabilitas sosial). Dengan kata lain, kualitas perencanaan dapat menunjukan sejauh mana kebutuhan atau persoalan yang ada di masyarakat dapat terwadahi di dalam dokumen perencanaan. Kualitas dokumen tahunan ini menentukan apakah daerah akan berjalan menuju visi, atau stagnan, atau bahkan mundur.

Bertindak sebagai pemapar kedua adalah Kurniawan, S.Sos, SE, M.Akt, M.Ec.Dev, Kepala Bidang Perencanaan Bappeda DIY dengan tema Arah Kebijakan Pembangunan 2020. Pada kesempatan ini, Kurniawan menyampaikan arahan Gubernur DIY bahwa desa menjadi sebuah fokus kekuatan ekonomi. Sedangkan arahan tematik RKPD adalah 1) Penurunan kemiskinan dan ketimpangan antar kelompok pendapatan; 2) Penurunan ketimpangan wilayah; 3) Dukungan pembangunan NYIA; dan 4) pembiayaan pembangunan. Adapun pemapar ketiga adalah Drs. Kunto Riyadi, MPPM, Kepala Bappeda Kabupaten Sleman. Dalam paparannya, Kunto Riyadi menyampaikan bahwa tema RKPD 2020 adalah memantapkan potensi ekonomi lokal daerah menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Sleman yang berbudaya dengan fokus kemiskinan, daya saing ekonomi lokal, dan ketimpangan. (***JFP)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of