Musrenbang Kecamatan Seyegan Menjadi Musrenbang Kecamatan Perdana di Tahun 2019

Sebagai salah satu rangkaian proses perencanaan untuk menyusun program dan kegiatan yang bersifat bottom up, atau merupakan aspirasi dari kebutuhan masyarakat sekaligus sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi permasalahan strategis yang ada di masyarakat, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kecamatan untuk penyusunan program dan kegiatan di tahun 2020 dimulai pada tanggal 29 Januari 2019. Kecamatan Seyegan menjadi Kecamatan pertama yang melaksanakan Musrenbang di tahun 2019 ini. Tema yang diusung untuk prioritas pembangunan di Kabupaten Sleman pada tahun 2020 adalah “Memantapkan Sektor Unggulan Daerah Menuju Kemandirian dan Kesejahteraan Masyarakat Sleman yang Berbudaya”.

Bertempat di lantai 2 Kecamatan Seyegan, Musrenbang dihadiri oleh berbagai perwakilan instansi terkait baik dari Kabupaten Sleman maupun dari Pemda DIY. Selain itu Musrenbang juga dihadiri perwakilan dari masyarakat dan berbagai stakeholder seperti dari Polsek Seyegan, Kepala Desa di kecamatan Seyegan, LPMD dari masing-masing desa di Seyegan, perwakilan dari PKK dari lima desa, Karangtaruna, perwakilan dari asosiasi difable Seyegan, Pendamping Desa, Forum Anak Seyegan dan berbagai perwakilan kelompok masyarakat lainnya. Camat Seyegan, R. Budi Pramono, S.IP, M.Si. membuka sekaligus memberikan pemaparan tentang profile, kondisi, potensi, permasalahan sekaligus usulan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan di tahun 2020 di Kecamatan Seyegan. Pemaparan tentang kondisi dan permasalahan strategis di Seyegan juga disampaikan oleh Nunuk Hartati, SP, M.Ec.Dev, Kepala Bidang Perekonomian Bappeda Kabupaten Sleman selaku narasumber.

Berdasarkan data dari Dinas Sosial Kabupaten Sleman, di semester pertama tahun 2018, Kecamatan Seyegan merupakan Kecamatan dengan proporsi jumlah KK miskin terbesar di Kabupaten Sleman mencapai 2.837 KK miskin dari sekitar 17.408 KK yang ada di kecamatan tersebut. Jumlah tersebut mencapai 16,30% dari total KK di Seyegan, angka tersebut menurun dari 19,00% dan 17,89% di tahun 2016 dan 2017. Walaupun terjadi penurunan jumlah KK miskin, akan tetapi isu kemiskinan masih memerlukan perhatian dan komitmen yang besar agar masyarakat Seyegan dapat terbebas dari isu tersebut. Oleh karena itu, dalam Musrenbang tersebut disampaikan daftar usulan kegiatan Pagu Partisipatif Masyarakat (PUPM) yang sejatinya merupakan usulan murni dari masyarakat, daftar usulan kegiatan non PUPM, daftar usulan Bantuan Keuangan Khusus (BKK), serta daftar usulan Dana Keistimewaan. Adapun jumlah anggaran yang diusulkan untuk PUPM mencapai Rp. 2.594.145.000 untuk 31 kegiatan, untuk non PUPM mencapai lebih dari 52 miliar rupiah untuk 51 kegiatan. Untuk BKK terdapat 40 usulan kegiatan dengan jumlah anggaran sebesar 5,7 miliar rupiah. Untuk usulan Dana Keistimewaan, di Kecamatan Seyegan terdapat 23 usulan kegiatan dengan total anggaran sebesar 7,09 miliar. Selain itu, diserap pula berbagai usulan dari peserta yang mewakili beragam unsur di masyarakat melalui sesi diskusi dan tanya jawab.Dari total keseluruhan anggaran, kegiatan fisik mencapai kurang lebih 75% dan non fisik mencapai kurang lebih 25%.

Musrenbang ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah Kecamatan Seyegan dengan perwakilan dari peserta Musrenbang baik OPD maupun organisasi kemasyarakatan. Diharapkan dengan pelaksanaan kegiatan yang bersifat non fisik yang bersifat peningkatan kompetensi masyarakat, dan kegiatan fisik yang bersifat mendukung percepatan pembangunan di segala bidang, terutama di bidang ekonomi, dapat berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Seyegan. (***Bidang Ekonomi)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of