BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Musrenbang Kecamatan Minggir: Urun Rembug Menuju Minggir yang Sejahtera dan Partisipatif

Proses perencanaan pembangunan pada dasarnya terbagi menjadi 2, yaitu perencanaan dari atas ke bawah, dan dari bawah ke atas. Proses ini melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun pemerintahan di tingkat kecamatan dan desa. Pemerintah Kabupaten Sleman melalui BAPPEDA Kabupaten Sleman mencoba memfasilitasi perencanaan dari bawah ke atas melalui kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD di 17 kecamatan di wilayah Kabupaten Sleman.

Pada hari Rabu 29 Januari 2020, Bidang Fisik dan Prasarana BAPPEDA Kabupaten Sleman berkunjung ke Kecamatan Minggir untuk mengawal dan memfasilitasi kegiatan Musrenbang Kecamatan Minggir yang dilaksanakan di Pendopo Kantor Kecamatan Minggir.

Musrenbang ini dihadiri oleh beberapa jajaran kecamatan seperti Setiharno selaku Camat Minggir, Mochammad Kaidar selaku Sekretaris Camat Minggir dan Sumarsono selaku Kepala Sie Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Minggir. Selain itu, Dona Saputra Ginting selaku Kepala Bidang Fisik dan Prasarana BAPPEDA dan Agung Yuntoro selaku Kepala Subbidang Pertanahan dan Penataan Ruang BAPPEDA juga turut menjadi narasumber. Perwakilan dari OPD Kabupaten Sleman, Koramil, Polsek Minggir serta pemerintah desa dan tokoh masyarakat juga hadir untuk ikut berkontribusi dalam pengusulan Pagu Usulan Partisipatif Masyarakat (PUPM).

Kecamatan Minggir sebagai kecamatan yang terletak di perbatasan Kabupaten Sleman dengan Kabupaten Kulon Progo merupakan salah satu pintu gerbang Sleman di sisi barat dengan potensi pertanian yang melimpah. Pemerintah desa dan kelompok-kelompok masyarakat aktif melaporkan berbagai isu dan permasalahan dari sektor pertanian, seperti pelatihan pembuatan pupuk organik, perbaikan saluran irigasi, dan beberapa SL.

Dengan mengedepankan budaya, wisata, dan ekonomi, Kecamatan Minggir juga berusaha meningkatkan potensi pertaniannya melalui sektor-sektor lain. Sektor yang mulai dilirik oleh masyarakat Minggir adalah sektor pariwisata, seiring dengan beroperasinya Bandara Yogyakarta International Airport di Kulon Progo yang dampaknya terasa di Minggir. Beberapa masukan dari masyarakat dalam rangka meningkatkan sektor pariwisata antara lain melakukan pelatihan batik lanjutan, inovasi kerajinan bambu, dan perencanaan pusat keramaian/rest area di wilayah Kreo. Selain itu, pembinaan anak dan pemuda melalui Forum Anak dan perbaikan kondisi jalan beserta bangunan pelengkapnya yang rusak juga menjadi bahan diskusi dalam musrenbang Kecamatan Minggir.

Dengan alokasi anggaran sebesar Rp 2.535.340.000, terdapat 8 kegiatan fisik dan 31 kegiatan non-fisik dalam PUPM Kecamatan Minggir. Kecamatan akan memutakhirkan hasil diskusi dalam Musrenbang untuk menjadi bahan usulan PUPM yang selanjutnya akan disampaikan pada Paparan Camat di BAPPEDA Kabupaten Sleman.

Dengan adanya Musrenbang RKPD di kecamatan Minggir, diharapkan kualitas komunikasi dan koordinasi oleh seluruh pihak dapat ditingkatkan, sehingga proses perencanaan pembangunan di Kecamatan Minggir menjadi lebih efisien dan implementatif sesuai dengan prioritas kebutuhan masyarakat. (***Bidang Fisik dan Prasarana)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of