BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Musrenbang Kecamatan Cangkringan – Mengoptimalkan Potensi Daerah Menuju Kemandirian dan Kesejahteraan Masyarakat Sleman yang Berbudaya

Musyawarah Perencanaan Pembangunan tingkat kecamatan merupakan perencanaan Bottom Up yang diselenggarakan untuk menampung usulan dari masyarakat, Desa, dan Kecamatan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman Tahun 2021. Pada kali ini Musrenbang dilaksanakan di Kecamatan Cangkringan pada tanggal 30 Januari 2020 bertempat di Pondok Makan Morolejar, Cangkringan.

Kegiatan musrenbang ini dihadiri oleh beberapa jajaran kecamatan seperti Suparmono selaku Camat Cangkringan, Edi Wibowo selaku Sekretaris Camat Cangkringan. Turut pula hadir pewakilan dari Koramil, Polsek Cangkringan serta ketua BPD, LPMD, PKK, pengelola wisata, anggota DPRD Sleman dari Dapil II dan tokoh masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam pengusulan Pagu Usulan Partisipatif Masyarakat (PUPM). Sebagai koordinator tingkat kabupaten, BAPPEDA Kabupaten Sleman diwakili oleh Dona Saputra Ginting selaku Kepala Bidang Fisik dan Prasarana BAPPEDA, Noor Rakhmah Rahayu selaku Kepala Subbidang PU, Perumahan dan Kawasan Permukiman BAPPEDA, Kurniawansyah  selaku Kepala Subbidang Perhubungan dan Lingkungan Hidup BAPPEDA, Rochmad Bayu Purnomoaji selaku Analis Mitigasi Bencana, dan Ririn Ambarwati selaku Tenaga Pemetaan GIS. Di samping itu hadir pula perwakilan dari beberapa OPD Kabupaten Sleman

Kecamatan Cangkringan terletak di lereng Gunung Merapi sisi tenggara Kabupaten Sleman. Cangkringan merupakan daerah perbatasan dengan Kabupaten Klaten, dimana erupsi Gunungapi Merapi secara berkala seolah menjadi siklus daur ulang alami yang mempengaruhi aktivitas berbagai makhluk hidup termasuk manusia. Hal ini mempengaruhi keunikan potensi wisata sekaligus menghasilkan bahan tambang pasir yang bermanfaat untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Cangkringan juga merupakan wilayah resapan air, sehingga Cangkringan menjadi penyangga sumber mata air di Kabupaten Sleman.

Cangkringan memiliki potensi wisata yang unik, wisata yang ada berbasis kebencanaan sesuai perencanaan Kecamatan Cangkringan yaitu penataan permukiman mendukung pariwisata yang berbasis kebencanaan serta branding pariwisata yang ingin dikembangkan yaitu mitigasi bencana. Untuk itu usulan non fisik dalam musrenbang ini banyak terkait dengan pengadaan pelatihan kepariwisataan terkait pemandu, pedagang, parkir serta pelatihan UMKM dengan dinas terkait.

Kebutuhan infrastruktur jalan di Kecamatan Cangkringan cukup tinggi. Hal tersebut disebabkan kondisi jalan memiliki 3 fungsi dalam 1 waktu yaitu untuk jalan wisata, jalan tambang, juga untuk jalan evakuasi. Untuk itu usulan fisik yang menjadi perhatian dalam musrenbang ini yaitu terkait perbaikan jalan dan pengaspalan jalan. Usulan fisik lainnya yaitu terkait pasar Butuh. Pasar Butuh merupakan pasar yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Klaten, yang mana perlu adanya revitalisasi pasar tersebut mengingat Pasar Butuh merupakan pasar transit dan juga banyak penduduk lokal Cangkringan yang membeli kebutuhan di Pasar Butuh Klaten karena harga lebih murah dan lebih nyaman. Pengembangan taman layak anak turut menjadi usulan dalam musrenbang kali ini.

Isu strategis di Kecamatan Cangkringan yang disampaikan pada acara musrenbang yaitu:

  1. Penanggulangan Kemiskinan
  2. Pengembangan Pariwisata
  3. Mitigasi Bencana (jalur evakuasi)
  4. Penyangga sumber mata air

Dengan alokasi anggaran PUPM sebesar Rp 3.062.096.000, terdapat 6 kegiatan fisik dan 22 kegiatan non-fisik yang tersebar di 7 OPD. Musrenbang kecamatan ini, merupakan salah satu tahap penting dalam rangkaian proses perencanaan pembangunan daerah, dimana hasil musyawarah itu akan menjadi bahan untuk dibahas pada tingkat kabupaten sebelum menjadi Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD). Sehingga diharapkan dapat meningkatkan koordinasi oleh semua pihak agar perencanaan pembangunan dapat berjalan lebih efisien sesuai prioritas kebutuhan masyarakat. (*** Bidang Fisik dan Prasarana)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of