BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Menuntaskan Permasalahan Air Bersih di Kaliurang Barat

Sumber mata air adalah sebuah keadaan alami dimana air tanah mengalir keluar dari akuifer menuju permukaan tanah. Mata air merupakan penghasil air bersih yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan hidup. Dalam penyediaan air bersih, sumber air merupakan satu komponen yang mutlak harus ada, karena tanpa sumber air sistem penyedian air tidak akan berfungsi.

Memasuki bulan Juni, beberapa RT di Kaliurang Barat, Hargobinangun, Pakem, Sleman mengalami kesulitan air. Setiap musim kemarau, permasalahan ini menjadi sangat krusial bagi masyarakat di Lereng Merapi. Kesulitan pasokan air bersih ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain sumber air yang digunakan oleh pengelola air bersih yaitu Sumber Kemadoan mengalami penurunan debit saat musim kemarau. Selain Sumber Kemadoan, sumber air yang digunakan masyarakat setempat adalah Sumber Candi. Debit air di Sumber Candi relatif konsisten namun lokasi Sumber Candi ini jauh dari permukiman penduduk. Sejauh ini, sudah ada jaringan pipa yang menghubungkan Sumber Candi dengan permukiman warga, namun kondisi pipa kurang memadai. Selain itu, di lokasi tersebut terdapat aktivitas penambangan pasir dengan alat berat berizin dari Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Pemerintah DIY yang dapat mengancam jaringan pipa. Menindaklanjuti hal tersebut, pengelola air bersih Desa Hargobinangun telah mengajukan surat kepada Bupati Sleman untuk memohon arahan dan penyelesaian permasalahan air bersih ini.

Bupati Sleman melalui Sekretariat Daerah menugaskan tim yang terdiri dari Bagian Pembangunan Setda, Bagian Ekonomi Setda, Bidang Fisik dan Prasarana BAPPEDA, serta Bidang Cipta Karya DPUPKP untuk mengawal permasalahan ini. Tim telah melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan penyebab kekeringan yang terjadi di beberapa RT di Kaliurang Barat. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi debit air secara langsung, melihat kondisi jaringan pipa dan prasarana lainnya, serta mencari tahu bagaimana masyarakat mengatur pengelolaan air bersih. Harapannya, dengan memahami kondisi di lapangan secara lebih jelas, arah kebijakan dan program pun dapat dirumuskan serta diimplementasikan oleh instansi yang berwenang secara lebih terarah dan tepat sasaran.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of