BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Meninjau Kalurahan Trimulyo sebagai Tindak Lanjut Usulan Masyarakat dalam Musrenbang Kapanewon Sleman

BAPPEDA Kabupaten Sleman pada hari Jumat (29/01) melakukan survei lapangan di dua lokasi di Padukuhan Pepen dan Polowidi. Survei lapangan ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti usulan yang muncul saat Musrenbang Kapanewon Sleman pada hari Kamis lalu. Usulan tersebut berupa perbaikan Jembatan Polowidi yang terindikasi mengalami kerusakan dan pembuatan Embung Plembung untuk meningkatkan irigasi di daerah Kalurahan Trimulyo.

Lokasi yang diusulkan untuk dibangun Embung Plembung berada di wilayah Padukuhan Pepen, lebih tepatnya di Tanah Kas Desa Trimulyo. Dapat dilihat bahwa kondisi di wilayah tersebut berada di kawasan pertanian hortikultura perkebunan salak. Berdasarkan pengamatan dan penjelasan dari Dukuh Pepen di lapangan, dapat disimpulkan bahwa pembangunan yang akan dilakukan bukan embung melainkan bendung sungai. Bendung sungai rencananya akan dibangun sebagai penahan laju air yang diakibatkan oleh kebocoran air irigasi dari lahan pertanian supaya tidak terbuang sia-sia ke sungai mengingat wilayah tersebut merupakan wilayah dengan lahan kering ketika kemarau tiba.

Permasalahan lain adalah debit air yang terus berkurang dilokasi serta daerah irigasi yang belum terawat sehingga perlu adanya pemeliharaan. Di sekitar lokasi juga sudah terbangun pendopo yang sudah dimanfaatkan sebagai eco wisata pendidikan dan outbond.  Pembangunan bendung tersebut diharapkan dapat meningkatkan irigasi sawah di wilayah Kalurahan Trimulyo.

Survei lapangan dilanjutkan dengan melihat kondisi Jembatan Polowidi yang berada di ruas jalan kabupaten Kadisobo-Krandon. Jembatan Polowidi memiliki kerusakan yang cukup serius antara lain pada penyangga di sekitar jembatan yang sudah diperbaiki berkali-kali namun tetap roboh. Selain itu, jarak penyangga jembatan yang kecil tidak mampu menahan debit air Sungai Sempor yang naik saat musim hujan. Permukaan air yang naik kerap menyebabkan banjir disekitar sungai dan jembatan yang membuat pengendara harus memutar balik karena jembatan rawan untuk dilalui. Meski Jembatan Polowidi pernah mendapat pendanaan dari Kalurahan Trimulyo, perbaikan yang dilakukan tidak signifikan karena dana yang ada tidak cukup memadai.

Setelah dilakukan pengamatan langsung, Jembatan Polowidi akan mendapatkan pendanaan dari APBD untuk pembangunan ulang jembatan agar fungsinya dapat kembali normal dan tidak membahayakan pengguna jalan. (***LIA/Bidang Fisik dan Prasarana)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of