BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Menilik Serah Terima Aset Pusat di Sleman

Barang Milik Negara, atau yang biasa disingkat BMN, merupakan bagian tak terpisahkan dari Keuangan Negara sebagaimana tertuang dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang menyebutkan: “Keuangan Negara adalah semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang, serta segala sesuatu baik berupa uang maupun berupa barang yang dapat dijadikan milik negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut”. Selain daripada itu Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara menyebutkan bahwa: “Barang Milik Negara adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBN atau berasal dari perolehan lainnya yang sah.”.

Dimana tidak termasuk dalam pengertian BMN adalah  barang-barang yang dikuasai dan atau dimiliki oleh Pemerintah Daerah (sumber dananya berasal dari APBD termasuk yang sumber dananya berasal dari APBN tetapi sudah diserahterimakan kepada Pemerintah Daerah), dan barang-barang yang dikuasai oleh Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah.

Penguasaan aset, terkait pula dengan kewenangan pengelolaan dan pemeliharaannya, sebanyak 3 aset Barang Milik Negara (BMN) akan diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Sleman. Adapun aset BMN yang akan diserahterimakan adalah Jembatan Sardjito II (Jembatan Wreksodiningrat -red), Jalan Selokan Mataram dan Jalan Akses Ambarrukmo. Jembatan Wreksodiningrat, yang berada di sebelah Utara Kampus Fakultas Teknik UGM menghubungkan antara Jalan Kaliurang (Kampus UGM) dengan Jalan Nyi Condro Lukito (Monjali), merupakan bangunan jembatan dengan bentuk beton bertulang yang membentuk busur di sisi bawah jembatan. Konstruksi ini mempunyai bentang total sepanjang 145 m terdiri dari tiga bentang dengan bentang utama sepanjang 75 m di bagian tengah dan dua bentang di sisi barat dan timur sepanjang 35 m. Konstruksi ini didukung oleh dua pilar dengan konstruksi fondasi berupa fondasi tiang, dan dua abutment jembatan dengan konstruksi fondasi tiang.

Aset BMN lainnya yaitu Jalan Selokan Mataram yang akan diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Sleman, berada pada ruas antara Jembatan SardjitoII/Wreksodiningrat sampai dengan Jalan Gejayan. Aset yang ketiga adalah Jalan Akses Ambarrukmo yang teletak dari jalan nasional hingga pertigaan Jalan Ringin Ambarrukmo.

Berkaitan dengan rencana tersebut, Perwakilan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Sleman yang dihadiri oleh BAPPEDA, DPUPKP, Bagian Pembangunan Setda, dan Bagian Pemerintahan Setda, melakukan survey lapangan pada Rabu (03/09) guna meninjau apakah perlu dilakukan perbaikan pada jembatan dan jalan yang akan diserahterimakan. Berdasarkan survey lapangan, dihasilkan beberapa catatan pada struktur Jembatan SardjitoII/Wreksodiningrat. Pertama, terdapat peregangan pada jembatan sisi sebelah Timur. Selain itu, aksesoris batu alam di bagian sisi jembatan dirasa membahayakan pengunjung taman yang terletak di bawah jembatan karena beberapa aksesoris batuan tersebut mulai berjatuhan akibat getaran pemanfaatan jembatan. Pipa drainase yang mulai kotor juga menjadi salah satu catatan karena aliran air yang berada di jembatan tersumbat sehingga menyebabkan banjir di jembatan ketika musim penghujan. Di beberapa sudut jembatan juga ditemukan pagar jembatan yang dibongkar untuk pembuatan akses jalan menuju toko-toko di sepanjang jembatan. Hal ini tentu menjadi permasalahan yang perlu mendapat perhatian mengingat bangunan toko-toko tersebut juga tidak memiliki izin.

Selain di Jembatan SardjitoII/Wreksodiningrat, tidak ditemukan permasalahan berarti di lokasi Jalan Selokan Mataram dan Jalan Akses Ambarrukmo. Diketahui bahwa Jalan Selokan Mataram memiliki tipe jalan aspal dan paving block dengan fungsi jalan lokal. Untuk jalan akses menuju Ambarrukmo dinilai sudah memiliki konstruksi jalan yang baik dengan fungsi sebagai jalan desa. (***Bidang Fisik dan Prasarana)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of