BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Membangun Sleman Utara Melalui Musrenbang Cangkringan

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kapanewon merupakan  perencanaan bottom-up yang diselenggarakan untuk menampung usulan dari masyarakat, kalurahan, dan kapanewon sebagai bagian dari rangkaian kegiatan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman Tahun 2022. Perencanaan pada kurun waktu kali ini bertema “Mempercepat Kebangkitan Ekonomi dan Pemulihan Kondisi Sosial Masyarakat Sleman.”

Pada hari Kamis (4/2), Musrenbang di Kapanewon Cangkringan dilaksanakan di Aula Kantor Kapanewon Cangkringan.  Kegiatan musrenbang ini dihadiri oleh beberapa jajaran kapanewon seperti Suparmono selaku Panewu Cangkringan dan Edi Wibowo selaku Panewu Anom Cangkringan. Turut pula hadir pewakilan dari Koramil, Polsek Cangkringan serta ketua BPD, LPMD, PKK, pengelola wisata, Wakil Ketua DPRD I, anggota DPRD Sleman dari Dapil II dan tokoh masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam pengusulan Pagu Usulan Partisipatif Masyarakat (PUPM). Sebagai koordinator tingkat kabupaten, BAPPEDA Kabupaten Sleman diwakili oleh Dona Saputra Ginting selaku Kepala Bidang Fisik dan Prasarana BAPPEDA, Noor Rakhmah Rahayu selaku Kepala Subbidang PU, Perumahan dan Kawasan Permukiman BAPPEDA, Kurniawansyah  selaku Kepala Subbidang Perhubungan dan Lingkungan Hidup BAPPEDA, Malinda Zhara Kusumawardani selaku Analis Rencana Program dan Kegiatan pada Subbidang Perhubungan dan Lingkungan Hidup BAPPEDA. Di samping itu hadir pula perwakilan dari beberapa OPD Kabupaten Sleman.

Acara tersebut dibuka oleh sambutan dari Suparmono selaku Panewu Kapanewon Cangkringan yang megusung tema Musrenbang di Kapanewon Cangkringan yaitu “Cangkringan Reborn 2022”. Suparmono menyampaikan bahwa pandemi covid-19 dan erupsi merapi serta kebijakan PPKM hampir melumpuhkan ekonomi di Cangkringan, mengingat di Kapanewon Cangkringan sebagian besar pendapatan ekonomi didapat dari sektor pariwisata dan juga tambang. Angka kemiskinan mencapai 10,2 %, angka lama sekolah cukup rendah, rata-rata tidak sampai 9 tahun wajib sekolah dan IPM Cangkringan pun berada di urutan 16 dari 17 kapanewon. Namun demikian, pertanian semasa pandemi malah mengalami pertumbuhan yang cukup positif. Adanya pemasaran online sejak pandemi sampai saat ini cukup mendongkrak pertumbuhan kegiatan ekonomi di sektor pertanian. Cangkringan memiliki produk unggulan susu sapi sampai 7,8 ton per hari, selain itu terdapat juga telur dan daging.

Pada musrenbang kali ini, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sleman, Arif Kurniawan, menyampaikan bahwa dalam perencanaan dan kebijakan pembangunan tahun 2022, anggota DPRD sebagai wakil rakyat juga aktif berpartisipasi dan terakomodir dalam usulan program dan kegiatan pembangunan melalui pokok-pokok pikiran DPRD. Pokok-pokok pikiran DPRD hadir untuk melengkapi usulan yang belum tersaji dalam PUPM. Arif berharap, pokok-pokok pikiran DPRD ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh anggota DPRD dan masyarakat sebagai wujud partisipasi aktif dalam percepatan pembangunan untuk pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat di Kabupaten Sleman.

Anggota DPRD Komisi C menambahkan bahwa setiap Kapanewon mendapatkan alokasi dana sebesar 1 Milyar yang akan terbagai di lima Kalurahan di Kapanewon Cangkringan. Alokasi dana tersebut berupa pembangunan jalan dan jalur evakuasi serta pemasangan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kalurahan Glagahharjo, pemasangan 15 titik lampu PJU dan perbaikan pada ruas jalan Glagahharjo-Ngambang di Kalurahan Kepuharjo, pemasangan 15 titik lampu PJU di Kalurahan Wukirsari, pemasangan 4 titik PJU di Kalurahan Argomulyo, serta pemasangan lampu PJU dan pembuatan jalur evakuasi di Kalurahan Umbulharjo. Kegiatan tersebut tentunya bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman selaku instansi terkait.

Acara dilanjutkan dengan paparan Dona Saputra Ginting selaku narasumber dari BAPPEDA Sleman yang menyinggung isu pembangunan Kapanewon Cangkringan sebagai kawasan konservasi. Sebagian wilayah Kapanewon Cangkringan merupakan kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, kawasan resapan air, dan kawasan strategis karena seluruh wilayah Cangkringan masuk ke dalam Kawasan Strategis Cepat Tumbuh Agropolitan. Cangkringan juga masuk ke dalam kawasan rawan bencana karena wilayahnya merupakan wilayah terdampak dari erupsi letusan Gunung Merapi menurut Peraturan Presiden Nomor 70 tahun 2014 dan menurut Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2012.

Fokus pembangunan tahun 2022 SIPD adalah pada 2 aspek yaitu PUPM dan 6 layanan dasar berupa pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, sosial, perumahan, dan urusan kententraman dan ketertiban umum. Alokasi anggaran PUPM tahun 2022 untuk Kapanewon Cangkringan sebesar Rp 4.806.844.567.  

Musrenbang kapanewon, merupakan salah satu tahap penting dalam rangkaian proses perencanaan pembangunan daerah, dimana hasil musyawarah itu akan menjadi dasar perencanaan pada tingkat kabupaten sebelum menjadi Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD). Musrenbang diharapkan dapat meningkatkan koordinasi oleh semua pihak agar perencanaan pembangunan dapat berjalan lebih efisien sesuai prioritas kebutuhan masyarakat. (***LIA/Bidang Fisik dan Prasarana)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of