BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Membangun Kesejahteraan Masyarakat dengan Pembenahan Pelayanan Dasar

BAPPEDA Kabupaten Sleman bersama anggota Pokja PPAS DIY dan Pokja AMPL lainnya mengikuti Kick-Off Meeting Implementasi PPSP Tahun 2020 yang dilaksanakan dengan tatap muka terbatas dan daring. Rapat yang dilaksanakan pada Senin (29/06) ini membahas seputar kebijakan RPJMN 2020-2024 dan baseline target akses nasional, serta implementasi dan evaluasi pembangunan Perumahan, Permukiman, Air Minum dan Sanitasi (PPAS) di DIY.

Seiring dengan peningkatan populasi dan lahan terbangun di DIY, pengelolaan layanan dasar seperti permukiman, perumahan, air minum, air limbah domestik, persampahan dan drainase lingkungan perlu mendapatkan perhatian lebih mengingat pelayanan dasar tersebut berkaitan erat dengan kesehatan lingkungan dan masyarakat yang dapat mempengaruhi kualitas hidup dan kesejahteraan ekonomi. Dalam RPJMN 2020-2024, target nasional pembangunan sanitasi dan air minum diantaranya adalah 90% rumah tangga memiliki akses sanitasi layak dan aman, 0% Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di tempat terbuka, 100% rumah tangga memiliki akses air minum layak, dan 10 juta sambungan rumah tangga dengan akses air minum perpipaan.

Capaian PPAS DIY pada tahun 2018 baik dalam akses sanitasi (air limbah domestik), sanitasi (sampah rumah tangga), air minum maupun perumahan cukup baik dengan persentase capaian DIY di atas capaian nasional. Penentuan target tahun 2024 pun didasarkan pada capaian tersebut. Pengawalan target pembangunan PPAS dalam dokumen perencanaan daerah meliputi kepastian adanya prioritas daerah dalam pencapaian target pembangunan PPAS, tersedianya dokumen perencanaan teknis, pengawalan pada RAKORTEK, integrasi muatan strategis dokumen perencanaan teknis dalam dokrenda, serta pengawalan pada proses musrenbang desa hingga provinsi. Sementara itu, status implementasi Program Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) Kabupaten Sleman saat ini masih memiliki EHRA dan SSK tahun 2019 yang berlaku (valid).

Selain itu, pembangunan sanitasi di DIY melalui APBN tahun 2020 di Kabupaten Sleman juga sudah terimplementasikan untuk pembangunan infrastruktur permukiman di 4 sektor. Di sektor Pengembangan Kawasan Permukiman, terdapat kegiatan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh di Selomartani dan Pengembangan Infrastruktur Sosial dan Ekonomi Wilayah. Di sektor Penataan Bangunan dan Lingkungan, kegiatan Pembangunan Rumah Sakit Akademik UGM sudah terlaksana dengan progres fisik 100%.  Kemudian di sektor Penyehatan Lingkungan Permukiman, terdapat kegiatan Pembangunan Sanimas dan Pembangunan TPS3R Sleman. Upaya lainnya adalah Kegiatan Pembangunan SPAM Regional Kartamantul Tahap II berkapapasitas 300 l/det (MYC 2020-2022) di sektor Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, yang sudah mulai terlaksana di tahun 2020.

Untuk selanjutnya, Ketua Pokja Sanitasi Nasional (BAPPENAS) siap mengawal dan terbuka untuk diskusi terkait pemanfaatan hibah sanitasi. Kabupaten Sleman dinilai sudah cukup baik dalam penyerapan hibah sanitasi sehingga diharapkan dapat dikembangkan juga di kabupaten/kota lain di DIY. (***Bidang Fisik dan Prasarana)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of