BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Kustini Sri Purnomo ajak seluruh Pemangku Kepentingan Mempercepat Kebangkitan Ekonomi dan Pemulihan Kondisi Sosial Masyarakat Sleman

Bupati Kabupaten Sleman, Kustini Sri Purnomo mengajak seluruh Pemangku Kepentingan untuk berpartisipasi secara aktif, bersinergi, dan berkolaborasi di dalam proses perencanaan pembangunan guna mempercepat kebangkitan ekonomi dan pemulihan kondisi sosial masyarakat Sleman. Hal tersebut disampaikan Kustini dalam membuka secara resmi forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2022 pada Senin (29/03/2021) lalu di Imperial Ballroom, The Rich Jogja Hotel, Sleman. “Musrenbang merupakan salah satu tahapan penting di dalam penyusunan RKPD yang merupakan penjabaran RPJMD tahun pertama, sehingga pembangunan dapat dilaksanakan secara tepat waktu, tepat sasaran dan dapat memberikan manfaat jangka panjang secara nyata kepada masyarakat,” tambahnya.

Forum Musrenbang RKPD tahun 2022 juga menghadirkan beberapa narasumber yakni Kepala Bappeda DIY, Kepala Bappeda Sleman, serta perwakilan akademisi dari Universitas Gajah Mada. Ketiga narasumber menyampaikan pandangannya terkait proses perencanaan pembangunan khususnya di Kabupaten Sleman. Kepala Bappeda DIY, Benny Suharsono menyampaikan bahwa ke depan, perencanaan harus berbasis pada evidence, dengan cara mengukur indikator capaian kinerja tahun sebelumnya. Terjadinya pandemi Covid-19 tentu mengakibatkan pada tidak tercapainya beberapa indikator, seperti pertumbuhan ekonomi DIY pada tahun 2020 sebesar -2,69%. Hal ini mendesak pemerintah daerah untuk merekonstruksi sumber daya yang ada guna menumbuhkan perekonomian, namun penanganan kesehatan tetap menjadi yang utama.

Pada paparan kedua, Kepala Bappeda Kabupaten Sleman, Kunto Riyadi juga mengungkapkan persoalan yang dihadapi oleh Kabupaten Sleman. Sama halnya yang terjadi di DIY, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sleman juga mengalami penurunan. Kunto Riyadi menekankan agar seluruh Perangkat Daerah dalam penyusunan program dan kegiatan dapat selaras dengan upaya pencapaian visi dan misi Bupati, dan menetapkan beberapa indikator pencapaian yang dapat diukur. Hal senada juga diungkapkan Rusdi Akbar, akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM, bahwa inti dari perencanaan adalah memastikan bagaimana program dan kegiatan dapat diselenggarakan dengan berbasis pada outcome, sebagai landasan implementasi penganggaran berbasis kinerja. Salah satu metoda yang dapat diaplikasikan adalah penerapan konsep Logic Model Framework dalam proses penyusunan rencana. Kegiatan Musrenbang diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab dengan seluruh peserta, termasuk pertanyaan dari Dewan Kebudayaan, Kelompok Tani, LPPM UNY, Jogja Creative Community, Asosiasi Meuble, Dewan Pendidikan, LSM IRE, Forum Anak, serta tamu undangan lainnya. (***BOB/Bidang Data dan Perencanaan)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of