Kunjungan Program Kerja Lapangan Mahasiswa Prodi MEP FEB UGM Terkait Perubahan Tata Ruang, Perencanaan Wilayah, dan Dampak terhadap PAD Kabupaten Sleman

Pada hari Rabu, tanggal 28 November 2018 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman menerima kunjungan mahasiswa Program Studi Magister Ekonomika Pembangunan, Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Kunjungan tersebut merupakan salah satu rangkaian Program Kerja Lapangan (PKL) angkatan 59 Semester Gasal 2018/2019 yang diikuti oleh 10 orang mahasiswa S2 Prodi Magister Ekonomika Pembangunan dan tiga  orang dosen pendamping, diantaranya Bapak Prof. Catur Sugiyanto, Ph.D., Bapak Wakhid Slamet Ciptono, M.B.A., M.P.M., Ph.D. dan Ibu Dr. Evi Noor Afifah, M.S.E. Dalam kesempatan ini, Bapak Drs. Kunto Riyadi, MPPM, selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman menerima langsung kedatangan tamu dari UGM, serta memberikan sambutan sekaligus beberapa paparan.

Kunjungan Program Kerja Lapangan ini mengusung tema “Perubahan Tata Ruang, Perencanaan Wilayah, dan Dampak terhadap PAD Kabupaten Sleman.” Rangkaian acara dalam kunjungan ini terbagi menjadi dua sesi, yaitu paparan dan Focus Group Discussion (FGD). Adapun paparan disampaikan Bapak Dona Saputra Ginting, ST, MES, MAP selaku Kepala Sub Bidang Perencanaan dan Penataan Ruang, BAPPEDA Kabupaten Sleman.

Kabupaten Sleman pada umumnya merupakan wilayah yang cukup strategis ditinjau dari sisi keruangan yang berbatasan langsung dengan Kawasan Perkotaan Yogyakarta. Hal ini mengakibatkan tingginya aktivitas perekonomian terutama kegiatan perdagangan dan jasa, yang berdampak pada tingginya nilai investasi di Kabupaten Sleman. Faktor tersebut merupakan salah satu hal yang memicu peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sleman, cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Pemerintah Kabupaten Sleman saat ini masih berupaya melakukan perencanaan pembangunan dengan mempertimbangkan beberapa aspek kebijakan yang bertujuan untuk melindungi kawasan-kawasan yang perlu dilestarikan, diantaranya kawasan cagar budaya di sebelah timur, kawasan lahan pertanian di sebelah barat, kawasan resapan air dan kawasan rawan bencana Gunung Merapi di sebelah utara. Adapun strategi pengendalian dan penataan ruang yang dilakukan Kabupaten Sleman mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 12 Tahun 20120 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah dan Rencana Detail Tata Ruang dan mekanisme pembahasan perizinan melalui Forum Pleno Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah.(***Bidang Fisik dan Prasarana).

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *