BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Koordinasi Kalurahan Cerdas (Smart Village): Rembug Bareng Program Strategis Pembangunan Kalurahan

Desa merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal-usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Secara singkatnya desa merupakan kesatuan wilayah yang dihuni oleh masyarakat yang mempunyai sistem pemerintahannya sendiri.

Kondisi desa secara umum berbeda dengan kota yang dinilai lebih maju dan berkembang. Desa memiliki permasalahan yang lebih besar, diantaranya kemiskinan yang lebih tinggi, kualitas kesehatan yang rendah, konsumsi masyarakat rendah, kualitas SDM rendah, sarana dan prasarana yang terbatas dibandingkan kota, dan tingkat pendidikan rendah. Meskipun demikan, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa telah memberi ruang kepada Pemerintah Desa untuk melaksanakan pembangunan Desa. Selanjutnya dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024, ditetapkan kebijakan percepatan pembangunan desa secara terpadu untuk mendorong transformasi sosial, budaya dan ekonomi desa.

Kabupaten Sleman yang terdiri dari 86 Kalurahan, berdasarkan data Indeks Desa Membangun tahun 2021, terdapat 30 kalurahan yang masuk kategori Mandiri, 48 kalurahan masuk kategori Maju, dan 8 kalurahan masuk kategori Berkembang. Hal penting dari capaian tersebut adalah bahwa desa di tengah-tengah pandemi saat ini tetap dapat berkinerja tinggi guna merealisasikan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang bersumber dari Dana Desa.

Berdasarkan Peraturan Gubernur DIY Nomor 25 Tahun 2019 tentang Pedoman Kelembagaan Urusan Keistimewaan pada Pemerintah Kabupaten/ Kota dan KalurahanBerdasarkan Peraturan Gubernur DIY Nomor 25 Tahun 2019 tentang Pedoman Kelembagaan Urusan Keistimewaan pada Pemerintah Kabupaten/ Kota dan Kalurahan. Nomenklatur Desa di tingkat kabupaten berubah menjadi Kalurahan dan nomenklatur jabatan Kepala Desa di tingkat kabupaten berubah menjadi Lurah sedangkan nomenklatur jabatan Sekretaris Kepala Desa di tingkat kabupaten berubah menjadi Carik. Perubahan dilakukan guna menjalankan UU Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pemerintah Kabupaten Sleman mempunyai beberapa program strategis daerah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pemerintahan kalurahan baik dalam hal pelayanan publik maupun dalam hal pemberdayaan masyarakatnya dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk mengakselerasi program strategis daerah tersebut, diwujudkan dalam bentuk Kalurahan Cerdas (Smart Village). Agar Kalurahan Cerdas dapat terwujud, maka dipandang perlu adanya suatu dokumen yang akan menjadi pedoman Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menstimulasi pemerintah kalurahan, sehingga disusunlah Dokumen Rencana Induk Kalurahan Cerdas (Master Plan of Smart Village).

Pada hari Rabu (2/3) bertempat di Ruang Pangripta Bappeda Kabupaten Sleman telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Penyampaian Program Kalurahan Cerdas (Smart Village). Pada pertemuan tersebut dipimpin oleh Indaryanti selaku Kepala Bidang Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Bappeda Kabupaten Sleman dan dihadiri oleh perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kapanewon (Kecamatan), dan Kalurahan Tirtomartani sebagai Kalurahan pertama yang menjalankan program Kalurahan Cerdas.

Indaryanti dalam sambutannya mengatakan bahwa  Pengembangan Kalurahan Cerdas sebaiknya merupakan prakarsa, keinginan masyarakat, atau dorongan dari bawah/masyarakat untuk lebih bisa menggali potensi dan meningkatkan kapasitas yang dimilikinya atau lebih dikenal dengan pendekatan dari bawah ke atas (bottom-up). Konsep Kalurahan Cerdas ini memposisikan pemerintah daerah sebagai fasilitator, sedangkan masyarakat sebagai customer. Sehingga setiap Kalurahan dapat mengembangkan dirinya menjadi Kalurahan Cerdas sesuai dengan potensi dan kearifan lokalnya sendiri. Nantinya Kalurahan dapat mengembangkan dirinya menjadi Kalurahan Cerdas berdasar 6 dimensi/elemen yakni menjadi Kalurahan Cerdas berdimensi smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society, maupun smart environment.

Guna tercapainya strategi pengembangan Kalurahan Cerdas, maka perlu dilakukan langkah-langkah melalui Rencana Aksi Kalurahan Cerdas, yang pada tahun 2022 ini sebagai tahap awal akan diimplementasikan di Kalurahan Tirtomartani Kapanewon Kalasan. Kedepan, secara bertahap akan diimplementasikan pada seluruh kalurahan di Kabupaten Sleman dengan target 86 kalurahan telah menjadi Kalurahan Cerdas pada tahun 2026. (***BAY/Bidang Litbangnov)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x