BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Konferensi Polyurban Waters menuju Wilayah Perkotaan Sleman yang Ramah Air

Bremen Overseas Research & Development Association (BORDA) bersama Bappeda Kabupaten Sleman serta mitra-mitra proyek dari berbagai negara (institusi akademik, pemerintah kota, lembaga pemerintah daerah dan pusat, organisasi masyarakat sipil, serta sektor swasta dari Indonesia, Kamboja, Laos, Thailand, Vietnam, dan Jerman), menyelenggarakan Konferensi Internasional Pertama dalam kerangka Polyurban Waters Research and Project pada Rabu (24/03) dan Kamis (25/03) lalu di Ruang Krakatau, Hyatt Regency, Sleman, Yogyakarta. Konferensi ini diselenggarakan untuk membahas pendekatan polisentris terhadap manajemen sumber air perkotaan di Asia Tenggara dalam rangka perwujudan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/Sustainable Development Goals) untuk Agenda 2030 dan Agenda Baru Perkotaan (ABP/The New Urban Agenda), di wilayah setempat masing-masing negara mitra. Proyek yang telah dimulai sejak tahun 2018 ini, memilih Kabupaten Sleman sebagai lokasi percontohan sekaligus laboratorium hidup pada skala mikro.

Dalam Pembukaannya, David Dietz, perwakilan BORDA Indonesia, menyampaikan bahwa kegiatan Polyurban Waters bertujuan untuk mengimplementasikan pendekatan polisentris untuk pengelolaan sumber air yang berkontribusi pada transformasi ramah air di kota-kota sekunder dan tersier Asia Tenggara menuju daerah perkotaan yang tangguh, inklusif, dan layak huni. Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Sleman, Kunto Riyadi dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh peserta dari negara mitra untuk saling bertukar pengalaman khususnya dalam pengelolaan sumberdaya air. “Sumberdaya Air perlu dikelola dengan baik, dimana pengguna air semakin lama semakin banyak, sedangkan ketersediaan air sifatnya terbatas,” ungkapnya di hadapan seluruh peserta termasuk Perangkat Daerah (Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, Dinas Pariwisata, Bagian Pembangunan Setda Sleman, serta Perusahaan Umum Daerah Air Minum) yang berpartisipasi di acara konferensi. “Harapannya, air dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat dan ketersediaannya di muka bumi tetap lestari,” tambahnya.

Kepala Bidang Fisik dan Prasarana, Dona Saputra Ginting mewakili Pemerintah Kabupaten Sleman menyampaikan beberapa hal terkait pendekatatan manajemen polisentris dalam rangka perwujudan ketahanan serta kota yang ramah air (water-sensitive cities) antara lain: perlunya replikasi program pemanfaatan air hujan untuk air minum yang dikembangkan oleh komunitas di Sardonoharjo, Ngaglik; perlunya pemahaman terhadap pendekatan/metoda yang digunakan untuk memantau kualitas air yang siap minum di beberapa tempat publik; contoh kebijakan penyerapan air limbah (grey water) ke tanah; perlunya penerapan local wisdom di dalam komunitas dalam rangka kontinuitas program sanitasi; contoh kebijakan insentif maupun disinsentif pemanfaatan air di kawasan resapan air; serta perlunya contoh-contoh pendekatan inovatif penjernihan air kolam di tempat umum menggunakan pendekatan biologis.

Hari kedua konferensi dilanjutkan dengan pemaparan dari para ahli maupun praktisi di berbagai tempat di dunia yang terbagi ke dalam tiga sesi. Sesi pertama membahas tema “Sumber Daya Air Perkotaan di Dunia dan Asia Tenggara,” dimoderatori oleh David Dietz, dilanjutkan dengan sesi kedua dengan tema “Air untuk Masa Depan Kota-kota di Asia Tenggara,” dimoderatori oleh  Lars Ribbe, dan diakhiri sesi ketiga yang bertema “Perspektif global tentang alat dan metode perencanaan strategis untuk masa depan yang berkelanjutan,” dimoderatori oleh Bakti Setiawan.  (***BOB/Bidang Fisik dan Prasarana)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of