BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Kick-Off Meeting PPSP: Menguatkan Komitmen untuk Pembangunan Sanitasi Permukiman yang Lebih Baik

BAPPEDA Kabupaten Sleman, pada Kamis (23/07) melaksanakan Kickoff meeting atau rapat awal program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) yang dilaksanakan secara tatap muka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan di Ruang Pangripta BAPPEDA Kabupaten Sleman. Kickoff meeting yang dihadiri Pokja Pembangunan Perumahan, Permukiman, Air Minum, dan Sanitasi (PPAS) ini bertujuan untuk internalisasi dan menyamakan presepsi antara semua pihak yang terkait guna melanjutkan implementasi strategi pembangunan sanitasi di dalam Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) untuk keberlanjutan permukiman, air minum, dan sanitasi di Kabupaten Sleman.

Kegiatan ini diawali dengan pemaparan evaluasi pelaksanaan dan target pembangunan permukiman, perumahan, air minum dan sanitasi Kabupaten Sleman tahun 2024 oleh Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Kabupaten Sleman, Dona Saputra Ginting, ST, MES, M. AP. Dalam paparan tersebut dijelaskan capaian pada sektor Pengelolaan Perumahan/Permukiman (akses rumah layak huni) Kabupaten Sleman pada tahun 2018 sebesar 83,59%. Capaian ini lebih tinggi dari capaian DIY yaitu 78,88%. Sedangkan target Kabupaten Sleman 2024 untuk akses rumah layak huni sebesar 85,41%.

Capaian akses layak Pengelolaan Air Minum Kabupaten Sleman tahun 2018 sesuai dengan data Susenas sebesar 93,7% dengan target 2024 sebesar 100%. Capaian Sektor pengelolaan air limbah Kabupaten Sleman tahun 2019 sebesar 96,43% untuk akses layak pengelolaan air limbah domestik dengan target 97,48% pada tahun 2024 dan untuk capaian pengelolaan sampah perkotaan di Kabupaten Sleman sebesar 79,22% (349,39 ton/hari) dengan target 96,54% pada tahun 2024.

Pada sesi diskusi, disepakati prioritas pembangunan sanitasi ke depannya akan berfokus pada pembangunan sarana dan prasarana di kawasan pariwisata. Salah satunya, pembangunan sanitasi akan difokuskan di Prambanan/Sleman Timur. Untuk mengatasi kekeringan dan kekurangan air, Dinas PUPKP membangun pipa distribusi utama dari Instalasi Pengelolaan Air Minum (IPA) Pendekan sehingga diharapkan dapat menyuplai sebagian wilayah Kalasan, Berbah, dan Prambanan. Pengelolaan air bersih yang sebelumnya dikelola oleh Organisasi Pemelihara dan Pengelola Air (OPPA) akan diambil alih oleh PDAM sehingga distribusi, pelayanan dan pengelolaan akan menjadi lebih baik. Dengan adanya alih kelola ini diharapkan dapat menambah capaian akses perpipaan pada sektor pengelolaan air minum Kabupaten Sleman. Pada sektor persampahan kedepannya akan dibangun TPST di Jogotirto Berbah untuk mengelola sampah di kawasan Sleman Timur. Sedangkan Penanganan air limbah akan dimasukkan dalam program prioritas pada M2 (Milestone 2) Implementasi SSK Kabupaten Sleman.

Salah satu usulan yang muncul dalam diskusi adalah pengelolaan air bersih oleh Perpamdes (Persatuan Penyedia Air Minum Pedesaan)  dapat dihitung sebagai akses air minum perpipaan untuk meningkatkan capaian akses perpipaan pada sektor pengelolaan air minum Kabupaten. Namun belum terjaminnya kualitas air yang dikelola oleh Perpamdes juga menjadi perhatian sehingga dibutuhkan pendampingan dari Dinas Kesehatan dan PDAM.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of