Kemenkeu lakukan kajian Human Capital Index (HCI) di Kabupaten Sleman

Bank Dunia baru saja meluncurkan indikator baru di Nusa Dua, Bali, dalam forum pertemuan IMF-Bank Dunia untuk mengukur derajat modal manusia yang diberi nama Human Capital Index (HCI). HCI adalah alat untuk mengukur seberapa produktivitas generasi yang akan datang, yang dilihat dari bidang kesehatan dan pendidikan. Selama ini keberhasilan pembangunan manusia diukur dengan Human Development Index (HDI) atau Index Pembanguan Manusia yang dikeluarkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) dalam publikasi tahunannya bertajuk Human Development Report. Posisi terakhir (2017) Indonesia adalah di urutan ke-116 dari 189 negara.

Ada beberapa fakta yang tersaji terkait dengan capaian dan tantangan terkait HCI di Indonesia. Meskipun human capital Indonesia mengalami kemajuan, namun secara umum score HCI Indonesia sebesar 0,53. Hasil dari penilaian ini dapat diinterpretasikan bahwa seorang anak yang lahir pada saat ini dinilai hanya memiliki tingkat produktivitas ke depan sebesar 53 persen, dengan asumsi bahwa anak tersebut mendapatkan tingkat pendidikan lengkap dan kesehatan secara penuh, angka 0,53 ini menempatkan Indonesia berada di urutan 87 dari 157 negara.

Hasil HCI dipandang tidak merefleksikan posisi GDP Indonesia yang lebih baik pada saat ini. Hasil tersebut juga tidak sebanding dengan peningkatan alokasi APBN yang diarahkan untuk peningkatan SDM. Namun demikian, sebagai early adaptor country hasil tersebut bisa menjadi referensi Indonesia untuk lebih memacu produktivitas SDM-nya, ditengah transformasi ekonomi digital yang menantang.

Sejalan dengan fakta dan tantangan tersebut Kementerian Keuangan melalui Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral melakukan identifikasi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi rendahnya HCI Indonesia dengan mengambil sampel beberapa daerah yang dapat dijadikan rujukan. Kabupaten Sleman dipilih salah satu daerah yang dikunjungi untuk melakukan survey lapangan dalam kajian Implementasi HCI karena mempunyai angka IPM yang tinggi. Tim pelaksana kajian diterima oleh Kepala Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pemerintahan Bappeda Kabupaten Sleman, Erny Maryatun, S.IP, MT di Ruang Rapat Gambuh Bappeda Kabupaten Sleman pada hari Rabu tanggal 11 September 2019 dengan menghadirkan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan BPS. (***Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pemerintahan)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of