Jebret! Jebret! Jebret! Semboyan Sabila Farm Sleman untuk Inovasi Pengembangan Pertanian

Sabila farm merupakan kebun hortikultura berbasis agrowisata sekaligus produksi buah-buahan seluas 10 Ha berlokasi di Jalan Kaliurang Km 18,5 Dusun Kertoadi, Pakem, Sleman yang telah menorehkan beragam prestasi di dalam pengembangan serta inovasi pertanian. Pemilik sekaligus pengelola Sabila Farm, Muhammad Gunung Soetopo, mulai merintis usaha perkebunan ini mulai tahun 2005 dengan mamanfaatkan lahan marjinal melalui sewa Tanah Kas Desa Pakembinangun. Sampai kini, lahan tersebut telah mampu memproduksi berbagai komoditas buah seperti buah naga (sebagai komoditas utama), pepaya, sirsak, srikaya, jambu kristal, jambu air madu deli, jeruk dekopon, lemon, durian, alpukat, dan kurma dengan wilayah pemasaran ke berbagai daerah di Indonesia khususnya Jabodetabek bahkan diminati konsumen luar negeri dengan omset tidak kurang dari Rp 150 Juta per bulan dan telah dikunjungi oleh sebanyak kurang lebih 5.000 wisatawan setiap tahunnya.

Sabila farm memiliki semboyan “Jebret, Jebret, Jebret (Niat, Tekad, Maksud) dan memberikan nilai jual dari setiap produknya dengan nilai Produksi, Edukasi, dan Rekreasi. Kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya fokus pada produksi buah dan hasil perkebunan lainnya dengan menerapkan teknologi budidaya dan pascapanen, namun juga memberikan edukasi kepada masyarakat yang ingin mengembangkan pertanian melalui kegiatan pelatihan dan penelitian serta menata kawasan perkebunan sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah obyek daya tarik wisata yang mampu menarik pengunjung. Hal tersebut diungkapkan oleh Gunung Soetopo, yang sekaligus merupakan anggota Dewan Riset Daerah Kabupaten Sleman, dalam acara Rapat Persiapan Penilaian Proposal Penelitian “Program Penelitian Terapan 2020: Kreativitas dan Inovasi Riset Pembangunan Daerah” di Ruang Pertemuan Sabila Farm pada Senin (08/07/19) pagi lalu.

Sejalan dengan hal tersebut, Bappeda Kabupaten Sleman hingga saat ini membuka program dana penelitian terapan APBD tahun 2020 dalam rangka peningkatan kreativitas dan inovasi riset pembangunan daerah bagi peneliti di Indonesia guna peningkatan nilai tambah dan daya saing wilayah Kabupaten Sleman. Tema penelitian terbagi menjadi dua kelompok yaitu Pengembangan Kelembagaan Desa Wisata Berbasis Ekonomi Kreatif serta Keanekaragaman Produk Agroindustri. Panitia menyediakan total anggaran Rp 100 juta, untuk proposal terpilih akan disediakan dana maksimal Rp 25 juta per judul penelitian. Adapun batas waktu pengiriman proposal adalah 02 Agustus 2019. (***Bidang Litbangdal/PFP)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of