Jaring Aspirasi Masyarakat, Focus Group Discussion Penyusunan Integrated Tourism Master Plan (ITMP) Borobudur-Yogyakarta-Prambanan di Kecamatan Prambanan

Sebagai upaya mengejar target peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, Kementerian PUPR melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) ditugaskan untuk menyusun Integrated Tourism Master Plan (ITMP) di 3 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah)-Yogyakarta-Prambanan (DIY), dan Mandalika atau Lombok (Nusa Tenggara Barat). Kegiatan tersebut mendapat bantuan dari Bank Dunia atau World Bank, untuk pembangunan fisik total dana yang akan diberikan Bank Dunia untuk 3 KSPN itu sebesar 300 juta dolar Amerika dan non fisik atau untuk 3 ITMP kawasan pariwisata itu, sebesar 4 juta dolar Amerika.

Berkaitan dengan pelaksanaan hal tersebut, pelaksanaan Penyusunan ITMP yang berdampak langsung terhadap Kabupaten Sleman penyusunan Integrated Tourism Master Plan Borobudur-Yogyakarta-Prambanan (ITMP-BYP).

Menurut Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Strategis BPIW, Hadi Sucahyono dalam ITMP ini, ada 3 hal yang disiapkan. Pertama, aksesibilitas jalan yang menghubungkan satu tempat ke tempat lain. Untuk itu diperlukan, misalnya pengembangan jaringan jalan dan jembatan. Kedua, amenitas atau berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan wisatawan selama berwisata di suatu destinasi, misalnya air bersih dan sanitasi. Kemudian dalam ITMP tersebut yang disiapkan adalah atraksi atau sesuatu yang menjadi daya tarik, misalnya promosi budaya lokal.

Sebagai upaya menjaring data primer usulan langsung dari masyarakat sebagai basis data penyusunan ITMP-BYP terutama di KSPN Prambanan, dilaksanakan FGD Implementation Support Mission di Kantor Kecamatan Prambanan pada Hari Selasa Tanggal 30 April 2019 dengan melibatkan Satuan Kerja Pemerintah Pusat (BPCB, BBWS, BBPJN VII, BPPW,dll) Pemerintah Daerah Kabupaten (BAPPEDA Kabupaten Sleman, DPUPKP Kabupaten Sleman, dan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman), Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, Pokdarwis dan Tokoh Masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut aspirasi yang disampaikan untuk Pelaksanaan Penyusunan ITMP-BYP di kawasan Prambanan adalah sebagai berikut:

  1. Desa Bokoharjo mengusulkan pengembangan wisata air susur sungai dan rest area terpadu (kuliner, pusat oleh-oleh, panggung budaya, dll) di lokasi Mojosari dan Pelemsari
  2. Desa Sambirejo mengusulkan pembangunan jalan penghubung wisata antar desa sebagai sarana untuk mengintegrasikan dan menyatukan Prambanan sebagai satu kawasan wisata terpadu tanpa membatasi pada administrasi desa.
  3. Desa Gayamharjo mengusulkan pembangunan embung dan agrowisata di lokasi Lemahbang
  4. Desa Wukirharjo mengusulkan Pengembangan Wisata Alam Bukit Klumprit di Padukuhan Klumprit.
  5. Desa Sumberharjo mengusulkan pembangunan embung wisata dan budidaya ikan di Padukuhan Ngeburan.
  6. Desa Madurejo mengusulkan Pembangunan Wisata Embung Pengkik dan Padukuhan Beloran.

Usulan dari tingkat grass root ini akan menjadi data lapangan yang akan ditindak lanjuti dalam  penyusunan Integrated Tourism Master Plan Borobudur-Yogyakarta-Prambanan di Kecamatan Prambanan (***Bidang Fispra & Bidang Ekonomi)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of