BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

“Jarak Yang Terhubung”- Pembahasan Rencana Trase Jalan Tol Jogja-Kulonprogo

Jalan Tol Jogja-Kulonprogo merupakan sebuah solusi peningkatan aksesibilitas dan dapat dikatakan sebagai jarak yang terhubung di Wilayah Yogyakarta. Pembahasan terhadap trase jalan tol tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP&ESDM) Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rapat teknis rencana jalan tol Yogyakarta-Cilacap pada Kamis (25/06) lalu. Rapat yang dipimpin oleh Kepala Dinas PUP-ESDM DIY, R. Hananto Hadi Purnomo serta didampingi oleh Kepala Bidang Bina Marga DPUP-ESDM DIY, Bambang Sughaib beserta jajarannya, merupakan langkah koordinasi terhadap draft rencana trase Jalan Tol Jogja-Kulonprogo (Bagian dan Tol Jogja-Cilacap) yang saat ini masih diproses oleh Pemerintah Pusat. Menindaklanjuti hal tersebut, perlu pencermatan terhadap kondisi dan beberapa alternatif teknis dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten yang terdampak langsung, yaitu Kabupaten Sleman dan Kabupaten Kulonprogo. Dalam kesempatan ini hadir perwakilan dari Kabupaten Sleman Kepala Bidang Fisik dan Prasarana BAPPEDA Kabupaten Sleman, Dona Saputra Ginting, Analis Perumahan pada Subbidang Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman BAPPEDA Kabupaten Sleman, Malinda Zhara Kusumawardani, dan Analis Tata Ruang pada Seksi Tata Ruang Wilayah dan Tata Ruang Rinci DPTR Kabupaten Sleman, Rizki Ardianto Natsir. Pencermatan sebagaimana dimaksud  diharapkan dapat memberikan dukungan informasi dan analisis terhadap jalan yang bersimpangan dengan trase tol baik apabila nantinya dibangun secara elevated maupun at grade sebagai bahan pertimbangan penyusunan DED. Pencermatan, analisis, dan masukanm Pemerintah Daerah Kabupaten tersebut nantinya akan dituangkan dalam bentuk surat masukan/usulan terhadap draft trase Jalan Tol Jogja-Kulonprogo.

Kabupaten terkait diharapkan sudah mempunyai suatu pemikiran awal, baik dari segi pengembangan kawasan dan dari sektor jalan maupun kawasan pengembangan kawasan yang telah direncanakan. Termasuk juga pertimbangan tentang kemungkinan jalan desa yang terdampak dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu, misalnya bagaimana akses jalan utama dan kemampuan kapasitas yang direncanakan sehingga billa disediakan fasilitas untuk persimpangan harus memiliki alasan dan pertimbangan yang jelas dan logis.

Pada draft trase Jalan Tol Jogja-Kulonprogo, rencana pengembangan kawasan yang terdampak salah satunya adalah rencana pengembangan TOD Patukan sebagaimana tercantum dalam Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 5 Tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2019-2039 sehingga diperlukan koordinasi lebih lanjut dengan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (DPTR) DIY untuk mengkondisikan rencana TOD Patukan sehubungan dengan rencana pengembangan jalan tol. (***Bidang Fisik dan Prasarana)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of