BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Inventarisasi Kebutuhan Urusan Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Penanaman Modal untuk Penyusunan RPJMD Tahun 2021-2026

Dalam rangka penyusunan dokumen rancangan kebijakan pembangunan urusan perindustrian, perdagangan, koperasi dan penanaman modal sebagai bahan masukan RPJMD Tahun 2021-2026, telah dilaksanakan rapat koordinasi untuk menginventarisasi data yang  yang diperlukan dalam penyusunan dokumen tersebut pada Senin, 16 Maret 2020 di RR Kinanthi Bappeda Sleman.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Perekonomian dan dihadiri oleh narasumber akademisi Bapak Ahmad Ma’ruf, S.E, M.Si (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas  Muhammadiyah Yogyakarta), Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, DPMPPT, Fungsional Bappeda, Kepala Sub Bidang dan Staf  Bidang Perekonomian.

Ahmad Ma’ruf, S.E, M.Si selaku akademisi yang mendampingi penyusunan dokumen menyampaikan bahwa untuk penentuan sasaran, indikator dan capaian kinerja data yang dibutuhkan untuk penyusunan RPJMD 2021-2026 meliputi data makro ekonomi (PDRB Harga Berlaku Kabupaten Sleman PDRB Harga Konstran Kabupaten Sleman, Inflasi Kabupaten Sleman) dan data kondisi masing-masing urusan tahun 2015-2020.

Urusan Koperasi data yang dibutuhkan diantaranya adalah jumlah koperasi aktif (unit) jumlah koperasi (unit), persentase koperasi aktif (%), nilai usaha (omset) koperasi (miliar Rp), kenaikan volume usaha koperasi per tahun, kontribusi koperasi terhadap PDRB (%).

Urusan UMKM: usaha mikro dan kecil (unit), jumlah UMKM (unit), nilai usaha (omset) UMKM (miliar Rp), kenaikan volume usaha UMKM per tahun, persentase UMKM terhadap total pelaku usaha (%), penyerapan tenaga kerja pada skala UMKM (orang), proporsi UMKM yang mengakses kredit lembaga keuangan formal, rasio kewirausahaan (%), pertumbuhan wirausaha baru (%), pertumbuhan start up.

Urusan penanaman modal: jumlah investor (PMA/PMDN) berskala nasional (unit), jumlah realisasi nilai investasi (PMA/PMDN) berskala nasional (miliar Rp), daya serap tenaga kerja dari investasi baru (orang), kenaikan nilai realisasi PMDN (%), rasio realisasi PMDN terhadap total investasi (%).

Urusan perindustrian: kontribusi  sektor industri terhadap PDRB Hb (%), pertumbuhan nilai produksi industri (%) jumlah  industri  kecil  & rumah tangga (unit), jumlah tenaga kerja industri (orang), nilai tambah industri kreatif, serta jumlah sentra industri kecil (unit).

Urusan perdagangan: kontribusi sektor perdagangan terrhadap PDRB Hb (%), nilai sektor perdagangan (miliar Rp), jumlah pelaku sektor perdagangan (unit), pertumbuhan nilai dan jumlah pelaku sektor perdagangan (%), nilai ekspor (nilai, negara tujuan, jenis komoditi).

Pada sesi diskusi, perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan di bidang perindustrian ke depannya akan difokuskan untuk standarisasi produk. Sementara untuk urusan perdagangan sedang menggenjot pelatihan online. Beberapa kegiatan yang ada di bidang perdagangan sudah melibatkan urusan lain yang terkait diantaranya bidang perindustrian.

Perwakilan dari Dinas Koperasi dan UKM menyampaikan bahwa untuk urusan UKM ditekankan pada pemberdayaan forum komunikasi UMKM. Disampaikan juga bahwa terkait dengan antisipasi merebaknya COVID 19 maka beberapa kegiatan pelatihan dan kegiatan yang di luar daerah ditunda.Perangkat Daerah telah sepakat akan mensupport data yang dibutuhkan untuk penentuan program dan kegiatan yang terintegrasi dalam RPJMD untuk mencapai tujuan prioritas pembangunan urusan perindustrian, perdagangan koperasi dan penanaman modal sehingga ke depan diharapkan ada peningkatan sinergitas program dan kegiatan antar urusan dan antar dinas yang terkait. (***Bidang Perekonomian)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of