BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Internalisasi dan Eksternalisasi Kebijakan Sanitasi untuk Kehidupan yang Berkelanjutan

Sebagai bagian dari ketugasan Kelompok Kerja Perumahan, Permukiman, Air Minum dan Sanitasi atau sering disebut sebagai Pokja PPAS, Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Kabupaten Sleman mengadakan acara “Internalisasi dan Eksternalisasi Kebijakan dan Program Kegiatan Sanitasi Kabupaten Sleman Tahun 2021-2025” pada hari Senin (16/11) di Ruang Rapat Pangripta (Aula) Bappeda Kabupaten Sleman. Acara tersebut dihadiri oleh PDAM Kabupaten Sleman, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan Setda DIY, Bidang Pembangunan Setda Kabupaten Sleman, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sleman, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.

Kegiatan ini diawali pemaparan  tentang isu strategis dan capaian sanitasi tahun 2020 di Kabupaten Sleman oleh Dona Saputra Ginting selaku Kepala Bidang Fisik dan Prasarana BAPPEDA Kabupaten Sleman. Isu mengenai sanitasi pengelolaan air limbah domestik di Kabupaten Sleman diantaranya adalah belum terpisahnya lembaga operator dan regulator pada pengelolaan air limbah domestik, belum adanya masterplan pengelolaan air limbah domestik secara detail dan menyeluruh di Kabupaten Sleman, belum adanya pengaturan kewajiban pengurasan tangki septik di masyarakat, belum adanya pengaturan kerjasama pengurasan lumpur tinja dengan pihak swasta, masih terdapat 1.669 rumah tangga di perdesaan yang menggunakan cubluk (jamban leher angsa tanpa tangki septik), masih terdapat 3.763 rumah tangga di perkotaan, terdapat 7.441 rumah tangga di perdesaan yang menggunakan jamban tidak layak, IPLT Madurejo over capacity, masih kurangnya Sarana dan Prasarana, belum optimalnya kinerja IPAL Komunal, dan peran serta masyarakat dalam pengelolaan air limbah domestik belum optimal.

Tercatat, capaian pengelolaan air limbah domestik Kabupaten Sleman tahun 2019 diantaranya adalah rekapitulasi akses air limbah domestik yaitu akses aman sebesar 20,36%, akses layak termasuk aman sebesar 96,43%, akses dasar perdesaan dan akses belum layak sebesar 3,57%. Sedangkan target pada tahun 2024 untuk indikator akses aman sebesar 30,99%, akses layak termasuk aman sebesar 97,48%, dan akses belum layak dan akses dasar perdesaan sebesar 2,52%.

Isu strategis lainnya adalah mengenai pengelolaan persampahan di Kabupaten Sleman antara lain yaitu rendahnya inovasi pengurangan sampah melalui pemanfaatan kembali dan daur ulang sampah, keterbatasan daya tampung TPA regional di Piyungan-Bantul, belum adanya tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) yang dikelola oleh pemerintah daerah, masih kurangnya TPS3R, masih belum optimalnya bank sampah yang ada, masih kurang sarana dan prasarana pengumpulan dan pengangkutan sampah, semakin maraknya pembuangan sampah secara ilegal, khususnya di kawasan perkotaan, belum optimal sistem retribusi sampah yang lebih memudahkan penghitungan dan pemungutan retribusinya pada warga, belum optimal dukungan pengelolaan sampah mandiri oleh masyarakat, termasuk keberlanjutan kelompok-kelompok pengelola mandiri (3R) yang sudah terbentuk dan berjalan, kurang optimal penegakan hukum/peraturan untuk pelanggaran di bidang persampahan, baik pelanggar perorangan maupun badan usaha/institusi, dan kurangnya dukungan pada pengurangan sampah sektor informal seperti pemilah mandiri dan pelapak.

Adapun untuk capaian pembangunan pengelolaan persampahan (sampah perkotaan) Kabupaten Sleman tahun 2019 adalah  timbulan sampah  sebanyak 346,44 Ton/hari dengan pengurangan sebanyak 6,48% (22,434 Ton/hari) dari Bank Sampah dan TPS3R sebanyak 4,10 Ton/hari, selain itu pembatasan timbulan sampah sebanyak 12,71 Ton/hari, komposting tingkat RT/RW sebanyak 0,084 Ton/hari, pengepul sebanyak 5.54 Ton/hari, dan penanganan sebanyak 58,88% (203,99 Ton/hari) setelah melalui proses berikut kemudian timbulan sampah dikelola di TPST dan yang tidak terpakai kemudian diangkut ke TPA. Sementara untuk target pada tahun 2025 adalah perkiraan Timbulan Sampah 2025 sebanyak 476,10 Ton/hari diharapkan dapat mencapai  pengurangan sebanyak 20% (95,22 Ton/hari) dengan pengolahan di Bank Sampah, TPS3R, Pembatasan Timbulan Sampah, Komposting RT/RW, dan Pengepul/Pemulung. Sedangkan untuk target untuk penanganan diharapkan mampu memenuhi 80% (380,88 Ton/hari)  setelah melalui proses yang selanjutnya residu sampah  diangkut ke TPA, dengan penanganan pengolahan di TPST dan  PDU.

Sementara itu, dalam ajang STBM Award, Pemerintah Kabupaten Sleman berhasil meraih Peringkat 2 STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) Award dari Kementerian Kesehatan RI. Penghargaan yang berhasil diraih yaitu pada kategori Supply Creation, atau penyediaan sarana/prasarana sanitasi. STBM ini memiliki 5 pilar, yakni dilarang buang sampah sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengamanan makanan dan minuman rumah tangga, pengamanan sampah rumah tangga, pengamanan limbah cair rumah tangga. Kedepan, agar Kabupaten Sleman bisa mendapatkan prestasi yang lebih baik dalam kategori Supply Creation, maka diperlukan upaya penambahan atau peningkatan kapasitas IPLT. (***Bidang Fisik dan Prasarana)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of