Dalam rangka menguatkan dan meningkatkan pembangunan dari segala aspek, tidak terkecuali dari sisi Ekonomi, Bappeda Kabupaten Sleman menyelenggarakan Seminar Ekonomi Kreatif di Kampung Flory, Selasa 25 September 2018.

Seminar dengan tema “INOVASI DESA MELALUI EKONOMI KREATIF DAN EKO-WISATA DI SLEMAN” tersebut dihadiri oleh 120 peserta yang terdiri dari komunitas-komuntas travel agen, OPD-OPD terkait, pelaku ekonomi kreatif, pemilik UMKM dan para pengelola desa wisata di Kabupaten Sleman.

Ada 4 materi yang menjadi fokus pembahasan, tentang kebijakan ekonomi oleh Kepala Bappeda Sleman Drs. Kunto Riyadi, MPPM, pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat kreatif oleh Muhammad Baiquni, Dewan Riset Daerah Kabupaten Sleman. Ada pula materi segmentasi pasar yang disampaikan Sarbini dari Fosipa Indonesia, dan ekosistem ekonomi kreatif oleh Gregorius Sri Wuryanto dari Prodi Arsitektur UKDW Yogyakarta.

Kepala Bappeda Sleman mengatakan, Pemkab Sleman selalu mengupayakan agar lingkungan kreatif selalu tercipta di masyarakat sehingga tumbuhnya desa wisata baru hingga kesenian baru yang merupakan indikatornya. Kreatif itu ada di masyarakat, sedangkan pemda memfasilitasi.

Ditekankan pula bahwa, kebijakan publik bidang pengembangan ekonomi kreatif, pengembangan usaha mikro berbasis teknologi ramah lingkungan dan perlindungan produk kreatif melalui Sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual merupakan prioritas kerangka kerja pembangunan ekonomi kreatif Kabupaten Sleman. Ke depannya diharapkan OPD-OPD di Kabupaten Sleman akan menganggarkan fasilitas yang menunjang terbentuknya ekonomi kreatif. Ditegaskan pula bahwa, Pemkab Sleman akan fokus dalam pembangunan dengan segi pengembangan potensi lokal dan infrastruktur diharapkan mampu membangkitkan daya saing ekonomi lokal. Pada saat ini jenis ekonomi kreatif yang potensinya besar dan perkembangannya signifikan adalah industri film, animasi dan video, kerajinan bambu dan seni pertunjukan. (***LitbangDal)