Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman mulai Tahun 2014 telah menerbitkan Jurnal Hasil Penelitian di Kabupaten Sleman. Jurnal tersebut merupakan publikasi ilmiah enam bulanan yang diterbitkan setiap Juli dan Desember. Guna mendukung penerbitan selanjutnya Dewan Redaksi menerima artikel ilmiah yang berupa hasil penelitian lapangan (termasuk kegiatan Pengabdian Masyarakat) maupun studi pustaka/laboratorium dengan lokus dan fokus di Kabupaten Sleman. Panjang naskah maksimal 20 halaman. Naskah yang diterima belum pernah diterbitkan di media cetak atau publikasi ilmiah lainnya.  Naskah dikirim melalui email: litbangsleman@gmail.com paling lambat tanggal 15 Mei dan 15 Oktober setiap tahunnya.   Format Jurnal Ukuran kertas            : A4 Margin                        : Batas kiri 1 inchi, kanan 0,7 inchi, atas 0,7 inchi, bawah 1 inchi Font                            : Cambria 12 Abstract                      : Spasi 1, dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, masing-masing maksimal 12 baris (format satu  kolom) Isi                                : Terdiri dari bagian pendahuluan, metode penelitian, hasil penelitian, pembahasan, kesimpulan dan saran, rekomendasi, spasi 1,5. Daftar pustaka, spasi 1.  (format dua kolom) Tambahan                  : Biodata peneliti + foto, spasi 1 dalam format satu kolom   JUDUL dan SUB JUDUL  Tingkat 1 tanpa nomor, menggunakan huruf capital dan bold (Cambria 12) Tiap Tabel disertai dengan nomor dan judul tabel diatas tabel (Cambria 10) Tiap gambar disertai nomor dan keterangan dibawah gambar. (Cambria 10)   Contoh: JUDUL PENELITIAN/KAJIAN/ARTIKEL ILMIAH (spasi 2) Nama Penulis11, Nama Penulis22, Nama Penulis33 (spasi 1) 1 Alamat institusi penulis1 dan email, 2 Alamat institusi penulis2 dan email, 3 Alamat institusi penulis3 dan email (spasi 2) INTISARI Intisari memberikan gambaran umum tentang ringkasan seluruh tulisan, masalah, tujuan, metode, hasil analisis statistik dan kesimpulan umum sebagai guideline bagi pembaca proceeding. Intisari ditulis dengan huruf Cambria 12, spasi 1 dalam format satu kolom dan tidak lebih dari 25 baris. (spasi 1) Kata Kunci: 3-5 kata.   Biodata   Nama                          : Alamat Rumah           : Alamat Instansi          : No Hp                         : Email                           : Selengkapnya dapat di lihat disini. * * * (Bidang Penelitian, Pengembangan dan Pengendalian).

Search results for: peta sleman

BAPPEDA, DINAS PENDIDIKAN DAN DINAS HUBKOMINFO KAB. SLEMAN SIAPKAN PETA DATA PENDIDIKAN BERBASIS DESA

Bertempat di Ruang Rapat I lantai 2 Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman, pada hari Senin, tanggal 17 Desember 2012 diselenggarakan presentasi peta data pendidikan. Turut hadir dalam acara presentasi tersebut Kepala Dinas  Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman Arif Haryono, SH, Kepala Bidang Pembinaan Kurikulum dan Kesiswaan Dra. Sri Wantini,  Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan SMA dan SMK Drs. Aluisius Sudira, Kepala Bappeda kabupaten Sleman drg. Intriati Yudatiningsih M.Kes, Kepala Bidang Sosial Budaya  Bappeda Sleman M.Kes, Drs. Pranama, M.Si, Kepala Subbidang Pendidikan dan Kebudayaan Dra. Indaryanti, M.Pd, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana SMA dan SMK Drs. Andreas Wiji Utomo, Staf Subbag Perencanaan Dinas Dikpora, Ridhowi, Kasubbag TU Dinas Dikpora, Bawa Krisnandita, SIP, Kepala Seksi Pengembangan Sisitem Informasi Dinas Hubkominfo, Wimbo Budi Prasojo, S.Kom.

Dalam kata pengantarnya Kepala Bidang Sosial Budaya  Bappeda Sleman M.Kes, Drs. Pranama, M.Si, mengemukakan bahwa presentasi tentang peta data pendidikan ini merupakan salah satu out put dari hasil kajian masterplan pendidikan  di Kabupaten Sleman, khususnya kajian kebutuhan sekolah.  Keberadaan peta data pendidikan yang nantinya akan di up load dalam web site Kabupaten Sleman akan mempermudah kita dalam memperoleh data pendidikan di Kabupaten Sleman. Keberadaan peta data pendidikan ini merupakan  dasar dan selanjutnya awal dalam menyajikan data pendidikan bagi seluruh pihak. Diharapkan pada tahun 2013 nanti Dinas Dikpora Kabupaten Sleman dapat melakukan up dating data secara berkesinambungan. Kedepannya item data yang ditampilkan dapat lebih lengkap.

Sementara itu Kepala Bappeda kabupaten Sleman drg. Intriati Yudatiningsih M.Kes dalam sambutannya menyampaikan bahwa   peta data pendidikan ini nantinya dapat di link kan dengan data spasial. Sehingga saling melengkapi satu sama lainnya.  Karena peta data pendidikan ini menyajikan data, hendaknya data yang ditampilkan di up date atau diperbaharui secara periodik. Sehingga data yang ditampilkan benar-benar akurat dan up to date. Oleh karena itu dalam pengelolaan peta data pendidikan ini perlu adanya pelatihan pengelolaan dan up dating data.

Sedangkan Kepala Dinas  Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman Arif Haryono, SH menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Bappeda dan Dinas Hubkominfo Kabupaten Sleman yang telah memfasilitasi keberadaan peta data pendidikan. Keberadaan peta data pendidikan ini sangat mendukung pendataan yang dilakukan oleh Dinas Dikpora. Lebih lanjut Arif Haryono, SH mengharapkan agar dalam peta data pendidikan ini nantinya item data yang ditampilkan dapat lebih lengkap misalnya data tentang sertifikasi guru,  sekolah dasar yang sudah memiliki ruang perpustakaan, penjagaan guru yang akan pensiun dan sebagainya.

Dalam presentasinya Kepala Seksi Pengembangan Sisitem Informasi Dinas Hubkominfo, Wimbo Budi Prasojo, S.Kom menyampaikan bahwa data yang ditampilkan dalam peta data pendidikan ini berbasis desa. Data yang ditampilkan berasal dari profil pendidikan Kabupaten Sleman. Sebelum di publikasikan melalui web Kabupaten Sleman, data yang ada di peta data pendidikan ini perlu diverifikasi oleh Dinas Dikpora Kabupaten Sleman.

Item data yang ditampilkan dalam peta data pendidikan ini diantaranya Jumlah sekolah, Jumlah kelas, jumlah guru, jumlah siswa dan jumlah penduduk usia sekolah. Data ini juga sudah berbasis jender. Kedepannya item data yang akan ditampilkan dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan. * * *

BAPPEDA SLEMAN SELENGGARAKAN MUSRENBANG RKPD TAHUN 2019 KABUPATEN SLEMAN

Pada hari Kamis, tanggal 29 Maret  2019 bertempat di Ruang Merapi, Prima SR Hotel & Convention Jl. Magelang KM 11 Yogyakarta,  Bappeda Sleman menyelenggarakan Musrenbang RKPD tahun 2019 Kabupaten. Musrenbang RKPD tahun 2019 ini sebanyak kurang lebih  200 orang dari PD dilingkungan Pemkab Sleman, organisasi kemasyarakatan, perwakilan organisasi profesi dan perguruan tinggi di wilayah Kabupaten Sleman.

Dalam laporan penyelengaraan Musrenbang RKPD tahun 2019, Sekretaris Bappeda Sleman Arif Setio Laksito, ST, M.Dev. Plg  mengatakan bahwa maksud diselenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten adalah untuk mengoptimalkan proses perencanaan pembangunan guna mewujudkan tujuan pembangunan daerah. Sedangkan yang menjadi tujuan penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten adalah untuk mendapatkan masukan dan pengayaan substansi  guna penyempurnaan rancangan RKPD menjadi rancangan akhir Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, arah kebijakan dan prioritas pembangunan daerah, serta rencana kerja yang pendanaannya berasal dari APBD Kabupaten, APBD Pemerintah DIY dan APBN Tahun 2019 serta Dana Keistimewaan Tahun 2020. Adapun materi dalam Musrenbang Kabupaten ini adalah rancangan RKPD Tahun 2019 Kabupaten Sleman serta penjabaran rencana program dan kegiatan per Perangkat Daerah (PD) tahun 2019.

Lebih lanjut Arif Setio Laksito, ST, M.Dev. Plg   menegaskan bahwa hasil Musrenbang Kabupaten adalah penyempurnaan Rancangan RKPD Tahun 2019 menjadi rancangan akhir RKPD Tahun 2019 yang berisi usulan program/kegiatan yang akan dibiayai oleh APBD Kabupaten dan usulan program/kegiatan yang akan dibiayai oleh APBD Pemerintah DIY dan usulan program/kegiatan yang akan dibiayai oleh APBN. Rancangan akhir RKPD tersebut setelah disahkan dengan Peraturan Bupati akan digunakan perangkat daerah guna menyempurnakan Rancangan Renja Perangkat Daerah menjadi Rancangan Akhir Renja Perangkat Daerah.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun pada saat memberikan sambutan pembukaan pelaksanaan Musrenbang menyampaikan bahwa  penyelenggaraan Musrenbang yang tepat waktu sesuai dengan siklus perencanaan pembangunan, saya harapkan dapat menjadi pendorong terselenggaranya proses penganggaran tahun berikutnya yang juga tepat waktu. melalui forum Musrenbang ini, diharapkan adanya keterlibatan dan partisipasi aktif semua pemangku kepentingan di lingkungan Kabupaten Sleman, untuk  berembug bersama, memformulasikan rencana pembangunan yang lebih berkualitas lagi. Perencanaan yang benar-benar sesuai kebutuhan, menjawab berbagai permasalahan, pemanfaatan potensi wilayah secara berkelanjutan, dan mampu mewujudkan masyarakat Sleman yang lebih Sejahtera, Mandiri, Berbudaya dan mampu mengejawantahkan Sleman sebagai kabupaten  cerdas pada tahun 2021.

Lebih lanjut Sri Muslimatun mengatakan pembangunan yang baik adalah sebuah proses pembangunan yang berkesinambungan dan berkelanjutan dengan berbagai aspek peningkatan kualitas capaian indikator pembangunan yang menjadi goals bersama. Dari 10 indikator pembangunan Sleman, sudah banyak yang capaian indikatornya telah melampaui target yang telah ditetapkan seperti angka menurunnya tingkat pengangguran; menurunnya KK miskin; angka capaian IPM; angka rasio gini; Indeks Kepuasan Masyarakat; tidak adanya konflik Sara; dan juga opini BPK dengan target WTP.

Walaupun demikian masih terdapat beberapa indikator yang perlu mendapat perhatian bersama untuk lebih didorong lagi, hingga capaiannya dapat lebih maksimal dan dapat melampaui target yang telah ditetapkan. Pertumbuhan ekonomi dari tahun 2016 sampai dengan 2017 belum dapat tumbuh seperti yang diharapkan yaitu tetap pada angka 5.25%; nilai tukar petani juga belum mencapai target bahkan mengalami penurunan dari tahun 2016 yang lalu; dan capaian predikat LAKIP juga belum mampu mendapat predikat A.

Untuk mengejar capaian yang belum maksimal diperlukan peneguhan komitmen bersama, kerja keras, dan sinergitas seluruh perangkat daerah untuk mengatasi handicap yang ada pada indikator Pertumbuhan ekonomi, nilai tukar petani , dan juga capaian predikat LAKIP.

Sri Muslimatun menyampaikan juga bahwa untuk menjawab tantangan tahun 2019 dalam kerangka pencapaian visi pada tahun 2021, terdapat 3 isu strategis yang perlu diberikan formulasi penyelesaiannya yaitu isu Kemiskinan; Indeks Gini; dan Akuntabilitas kinerja pemerintah daerah. Sedangkan terkait arah kebijakan ekonomi tahun 2019, Kabupaten Sleman harus dapat meningkatkan comparative advantage atau keunggulan komparatifnya baik dalam hal SDM, infrastruktur, ekonomi, dan juga iklim investasi yang kondusif di wilayah Sleman.

Semantara itu Kepala Bappeda DIY dalam arahannya yang disampaikan oleh Kepala Bidang Sarana Prasarana, Drs. Munarta, MM menyampaikan bahwa tema pembangunan DIY pada tahun 2019 adalah Pemerataan Pembangunan Untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Yang Berkeadilan. Dengan mainstreaming kemiskinan, disparitas, optimalisasi kawasan selatan dan kesejahteraan warga. Pembangunan yang Merata dimaksudkan selaras dan lestari untuk mengurangi ketimpangan wilayah. Dengan fokus pada Pemberdayaan SDM baik kualitas maupun derajat ekonomi masyarakatnya dan pada infrastruktur layanan dasar yang pendukung pertumbuhan ekonomi. Adapun yang menjadi prioritas pembangunan DIY pada tahun 2019 meliputi :

  1. Mengatasi ketimpangan wilayah
  2. Mengatasi kemiskinan dan ketimpangan pendapatan
  3. Tindak lanjut/antisipasi pembangunan new yogyakarta international airport
  4. Dukungan pembiayaan pembangunan melalui peran swasta

Seusai pembukaan dan sidang pleno I dilanjutkan dengan diskusi kelompok sesuai dengan tematiknya. Diskusi tematik kemiskinan dilaksanakan diruang Merapi, sedangkan diskusi kelompok tematik peningkatan daya saing ekonomi lokal dilaksanakan di ruang Merbabu. Adapun untuk diskusi kelompok tematik ketimpangan wilayah dan pendapatan dilaksanakan diruang Semeru.

Setelah selesai sidang kelompok, acara dilanjutkan dengan penanda tanganan berita acara yang dilakukan oleh perwakilan dari peserta Musrenbang * * * (Sekretariat)

PETA-PETA

Format peta untuk di download adalah PDF. Peta dengan format shape file atau shp merupakan data mentah yang dipergunakan dalam proses penyusunan dokumen/kajian. Sehingga dalam kebijakan Pemkab Sleman, peta dengan format shape file atau shp hanya di share untuk kalangan terbatas.

No  Nama Peta
1 Peta Administrasi  Kecamatan Dapat Di Download Disini
2 Peta Curah Hujan Dapat Di Download Disini
 3 Peta Tata Guna Lahan Dapat Di Download Disini
4 Peta Ketinggian Lokasi Dapat Di Download Disini
5 Peta Kemiringan Lereng Dapat Di Download Disini
6 Peta Kepadatan Penduduk Dapat Di Download Disini
7 Peta Jenis Tanah Dapat Di Download Disini
8 Peta Geologi Dapat Di Download Disini
9 Peta Morfologi Dapat Di Download Disini
10 Peta Hidrologi Dapat Di Download Disni
11 Peta Kesesuaian Lahan Dapat Di Download Disini
12 Peta Rawan Bencana Dapat Di Download Disini
13 Peta Rawan Bencana Merapi Dapat Di Download Disini
14 Peta Rawan Bencana Longsor dan Kekeringan Dapat Di Download Disini
15 Peta Rawan Bencana Gempa Dapat Di Download Disini
16 Peta Penggunaan Lahan Tahun 2015 Dapat Di Download Disini
17 Peta-peta selengkapnya dapat di down load pada link  http://oc.slemankab.go.id/index.php/s/keHTQ386PCNHZAX. Pilih menu detail, selanjutnya pilih menu visit this site.
Peta Kecamatan
1 Kecamatan Moyudan
2  Kecamatan Minggir
3  Kecamatan Seyegan
4  Kecamatan Godean
5  Kecamatan Gamping
6  Kecamatan Mlati
7 Kecamatan Depok
8  Kecamatan Berbah
9  Kecamatan Prambanan
10  Kecamatan Kalasan
11  Kecamatan Ngemplak
12  Kecamatan Ngaglik
13  Kecamatan Sleman
14  Kecamatan Tempel
15  Kecamatan Turi
16  Kecamatan Pakem
17  Kecamatan Cangkringan

PEMBUKAAN MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN RKPD KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2018

Maksud diselenggarakan Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan adalah dimulainya tahapan penyusunan RKPD yang dimulai dengan menyampaian rancangan awal RKPD kepada SKPD kemudian dilanjutkan dengan Musrenbang Kabupaten di Kecamatan, Forum Paparan Camat, Forum SKPD yang merupakan rangkaian kegiatan guna memberikan masukan bagi SKPD untuk menyempurnakan Rancangan Renjanya, kemudian pelaksanaan musrenbang kabupaten guna menyempurnakan rancangan RKPD menjadi RKPD. Demikian yang disampaikan oleh Sekretaris Bappeda Sleman Drs. Agung Armawanta, MT saat membacakan laporan penyelenggaraan Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan  Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman Tahun 2018 di Aula Bappeda Sleman. Acara yang diselenggarakan pada hari Rabu, tanggal 25 Januari 2017 dihadiri kurang lebih 90 orang diantaranya Wakil Bupati Sleman, Forkompinda Kabupaten Sleman, Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Ketua Komisi A, B, C, D DPRD Kabupaten Sleman, Fraksi DPRD, Sekretaris Daerah, para Assisten Sekda, Para Kepala Dinas/Badan, RSUD dan Camat se–Kabupaten Sleman.

Adapun materi yang disampaikan dalam pembukaan Musrenbang Kabupaten adalah Rancangan awal RKPD Kabupaten Sleman tahun 2018 dan jadwal pelaksanaan rangkaian penyusunan RKPD, serta rancangan awal RKPD Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2018. Pembukaan Musrenbang RKPD diawali dengan Laporan Kepala Bappeda yang di wakili oleh Sekretaris Bappeda Sleman, Pengarahan Bupati Sleman sekaligus membuka Pembukaan Musrenbang, Paparan Rancangan Awal RKPD DIY oleh Kepala Bappeda DIY dan Paparan Rancangan Awal oleh Kepala Bappeda Kabupaten Sleman.

Sementara itu Bupati Sleman dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, menyampaikan bahwa Pelaksanaan pembangunan yang baik, haruslah dimulai dari perencanaan yang baik pula. Beberapa pendapat pakar pembangunan mengatakan bahwa, semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan, maka semakin tinggi juga tingkat keberhasilan pembangunan yang dicapai. Musrenbang RKPD pada hari ini merupakan rangkaian proses perencanaan partisipatif yang dimulai dari tingkat desa, tingkat kecamatan, tingkat kabupaten dan tingkat provinsi serta tingkat nasional.

Lebih lanjut Bupati Sleman mengemukakan Penyelenggaraan Musrenbang ini merupakan forum strategis untuk melakukan musyawarah membahas aktivitas pembangunan daerah Sleman tahun 2018. Perencanaan pembangunan yang berkualitas akan menjamin keberhasilan suatu program. Dan sebaliknya perencanaan bila dilakukan dengan kurang cemat dan asal-asalan maka bisa dipastikan kinerja program tidak optimal bahkan mengalami kegagalan. Berkaitan dengan hal tersebut diharapkan perencanaan pembangunan tahun 2018 dapat dilakukan dengan lebih cermat dan terkoordinasi sehingga dapat memecahkan permasalahan yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

Musrenbang RKPD Kabupaten Sleman tahun 2017 ini mengangkat tema ”Meningkatkan Pendampingan dan Pemberdayaan Sektor Unggulan Daerah Menuju Kemandirian dan Kesejahteraan Masyarakat Sleman yang Berbudaya”. Diharapkan tema yang diangkat tersebut tidak hanya sebatas jargon saja namun benar-benar diimplementasikan sehingga dapat menjadi jawaban atas tantangan pembangunan ke depan yang semakin komplek baik di tingkat daerah, nasional maupun global dengan adanya pasar bebas.

Bupati mengharapkan rumusan kebijakan yang tertuang dalam perencanaan pembangunan 2018 dapat mendorong peningkatan produktivitas masyarakat dan daya saing di pasar bebas, mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor ekonomi lokal potensial dan strategis, meningkatkan sinergi dan integrasi penta helix dalam pendampingan dan pemberdayaan UMKM, serta mengoptimalkan upaya penanggulangan kemiskinan melalui pendampingan dan pemberdayaan keluarga miskin dalam kegiatan ekonomi produktif.

Sementara itu dalam sambutan arahannya Kepala Bidang Perencanaa Bappeda DIY Kepala Bidang Perencanaan Ir. R,D Maman Suherman MP mengemukakan bahwa Pemda DIY senantiasa mewujudkan perencanaan pembangunan daerah secara holistik, integratif dan kewilayahan. Sedangkan isu pembangunan DIY pada saat ini meliputi :

  • Gini Ratio (ketimpangan daerah) posisi 2 terendah setelah Prov. Papua Barat
  • ICOR
  • Konversi lahan
  • Kemacetan

Lebih lanjut Ir. R,D Maman Suherman MP  mengemukakan bahwa tema pembangunan Pemda DIY “ Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah yang berkeadilan.

Sementara itu dalam paparannya Kepala Bappeda Sleman, Drs. Kunto Riyadi, MPPM mengatakan bahwa Capaian tahun pertama RPJMD dari jumlah indikator kinerja sebanyak 31 indikator, sebanyak 23 indikator tercapai dan sebanyak 8 indikator tidak tercapai. Delapan  indikator yang tidak tercapai meliputi rata – rata lama sekolah, nilai rata – rata ujian SD/MI, nila rata – rata ujian SMP/MTs, pertumbuhan ekonomi, indeks gini, jumlah wisatawan, nilai eksport, dan nilai tukar petani.

Lebih lanjut Drs. Kunto Riyadi, MPPM memaparkan bahwa pada  tahun 2016, jumlah penduduk miskin Kabupaten Sleman adalah 10,64 % dari jumlah penduduk. Turun dari 11,36 pada tahun 2015. Indeks ketimpangan wilayah di Kabupaten Sleman adalah 0,454 dan mengalami kenaikan selama  5 (lima ) tahun terakhir. Empat hal yang menjadi penyebab paling tinggi (berpengaruh positif) terhadap ketimpangan adalah Jumlah Penduduk, Jumlah Pengangguran, Jumlah Toko Modern dan Jumlah Hotel Berbintang. Sedangkan 3 (tiga) besar yang berpengaruh terhadap penurunan Williamson (pengaruh negatif) adalah Pasar Tradisional, Jumlah industri dan Lembaga Keuangan. * * * (Sekretariat)

BAPPEDA KABUPATEN SLEMAN MENERIMA KUNJUNGAN KERJA DARI PUSAT STUDI ASIA PASIFIK (PSAP) UNIVERSITAS GAJAH MADA YOGYAKARTA

Pusat Studi Asia Pasifik (PSAP) Universitas Gajah Mada Yogyakarta  pada hari Rabu lalu (16/11/2016) melakukan kunjungan kerja ke BAPPEDA Kabupaten Sleman, dalam rangka Pemetaan Profil Usaha Berbasis Komunitas Dengan Pendekatan Geospasial dan Sosial Ekonomi. Kunjungan kerja ini dipimpin oleh
langsung  Prof. Dr. Ir. Irham, MSc selaku Kepala Pusat Studi Asia Pasifik (PSAP) UGM.  Maksud dan tujuan kunjugan ini adalah melakukan koordinasi awal  antara PSAP UGM Yogyakarta dengan beberapa SKPD antara lain Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan , Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Tenaga Kerja dan Sosial, Dinas Perindustrian  Perdagangan dan Koperasi, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi serta Bappeda.

Dalam pengantarnya disampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan PSAP UGM ini juga bekerja sama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG), dan Kabupaten Sleman merupakan pilot project yang diharapkan bisa dilaksanakan di daerah lain. Keluaran dari kegiatan ini adalah Peta dan Kajian Usaha Berbasis Komunitas berbasis Spasial. Usaha Berbasis Komunitas (UBK) ini adalah kelompok usaha yang beranggotakan masyarakat setempat dan bertujuan untuk meningkatkan pendapatan anggota (internal) dan pemerataan dilingkungan sekitar (eksternal).

Dalam kunjungan ini juga dipaparkan tentang konsep awal dan rencana tentang kegiatan yang akan dilaksanakan,  dan dilanjutkan dengan diskusi antara Tim PSAP dengan SKPD yang hadir.  * * * (Bidang Ekonomi)

FOCUS GROUP DISCUSSION MINAPADI KOLAM DALAM DI KABUPATEN SLEMAN

Apel pagi ini Rabu (11/5/2016), disampaikan oleh Kepala Subbidang Penelitian dan Pengembangan, Sri Nurhidayah, S.Si, MT, tentang Focus Group Discussion (FGD) Minapadi Kolam Dalam (Minakodal) yang diselenggarakan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kabupaten Sleman. Minakodal yang dikembangkan di Kabupaten Sleman memiliki konstruksi kolam dalam (kodal) sehingga lebih dikenal dengan sebutan minakodal atau minapadi kolam dalam. Lahan mina padi kolam dalam adalah lahan persawahan untuk kegiatan tanaman  padi  dan kolam ikan dilakukan bersamaan dengan perbandingan bagian untuk kolam maksimal 20% dari lahan dengan kedalaman kolam minimal 80 cm.Kegiatan minakodal ini didasari dengan semakin sempitnya luas lahan pertanian di Kabupaten Sleman. sebenarnya program minakodal  ini sudah dilakukan oleh beberapa kelompok petani terutama di Desa Margodadi, Kecamatan Sayegan.

Berdasarkan hasil FGD menghasilkan beberapa manfaat minakodal yaitu:

  • Meningkatkan produktivitas lahan pertanian,

Berdasarkan keterangan dari kelompok Mina Murakabi dengan lahan pertanian seluas 1.000 m² menghasilkan padi sekitar 0,8-0,9 ton padi, dengan panen ikan nila sekitar 0,5 ton dari bibit seberat 6,5 kg.

  • Mengurangi serangan hama dan penyakit tanaman padi,

Secara biologis, ikan dapat menekan perkembangan hama tanaman padi seperti : keong mas, wereng, hama putih dan penggerek batang, ikan akan memakan telur maupun larva hama tanaman yang fase pertumbuhannya didalam air. Untuk mengantisipasi serangan hama padi pada daerah endemik, dapat digunakan pestisida alami seperti saponin (terdapat dalam biji teh), rotenon (terdapat dalam akar tumbuhan) dan nikotin (terdapat dalam daun tembakau) yang diberikan bersamaan dengan pemupukan dasar.

  • Meningkatkan pendapatan petani

Selain itu petani juga mendapatkan penghasilan tambahan dari hasil panen ikan. Berdasarkan keterangan dari peserta FGD, rata-rata terjadi penambahan pendapatan tiga (3) kali lipat dari lahan sawah yang tidak menerapkan minakodal.

Sebagai penutup, program minakodal telah meningkatkan produktifitas lahan pertanian, dan pendapatan petani. Hal tersebut yang mendasari Bappeda Kabupaten Sleman untuk melakukan diseminasi program minakodal kepada masyarakat khususnya petani.* (bidang statistik, penelitian, dan perencanaan – jfp*abdur rahman).