BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Implementasi Analisis KKL untuk Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman yang Lebih Baik

Dalam rangka meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Sleman, Bappeda sebagai Organisasi Perangkat Daerah yang bertugas untuk meningkatkan keselarasan antara pembangunan sektoral dan pembangunan daerah serta untuk menjamin laju perkembangan, keseimbangan dan kesinambungan pembangunan di daerah secara menyeluruh, terarah dan terpadu, akan mengimplementasikan analisis KKL mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, sampai evaluasi program/kegiatan/sub kegiatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Sebagai langkah awal, Bappeda akan menyelenggarakan bimbingan teknis kepada seluruh pengampu Organisasi Perangkat Daerah dan selanjutnya kepada seluruh penjabat yang menangani Keuangan, Perencanaan, dan Evalusi Perangkat Daerah. Hal ini disampaikan oleh Nunuk Hartati, SP, M.Ec.Dev, Plt. Kepala Bidang Penelitian, Pengembangan dan Pengendalian dalam pertemuan di Ruang Rapat Dhandanggula yang berlangsung pada Jum’at (17/07) lalu. Pada pertemuan yang dihadiri oleh Plt. Sekretaris dan seluruh Kepala Bidang di Bappeda ini, Kepala Subbidang Pengendalian, Christiana Rini Puspitasari, SP, M.Si, menekankan bahwa mulai tahun 2021, analisis KKL akan diterapkan pada minimal satu usulan sub kegiatan per bidang oleh seluruh Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Kerangka Kerja Logis /KKL (Logical Framework Analysis) merupakan metodologi untuk merencanakan, mengendalikan serta mengevaluasi program/proyek/kegiatan/sub kegiatan yang dituangkan dalam suatu cara yang sistematis, logis, dan ringkas. Analisis KKL mencerminkan hubungan-hubungan kausal di antara jenjang tingkatan tujuan serta menetapkan asumsi-asumsi faktor eksternal yang dapat mempengaruhi keberhasilannya, berguna untuk mendapatkan pemahaman dan pencapaian kesepakatan serta untuk mengetahui secara rinci tujuan proyek, baik secara mikro dan makro. KKL dibuat secara singkat tetapi cukup rinci, sehingga dengan hanya melihat kerangka kerja logis, garis besar isi keseluruhan proyek sudah dapat diketahui. KKL dibuat pada saat proyek direncanakan untuk disertakan dalam dokumen usulan kegiatan/sub kegiatan, serta dapat dipakan untuk menilai setiap kegiatan/sub kegiatan pada setiap tahapan, yaitu tahap perencanaan (ex-ante), tahap pelaksanaan (on-going evaluation), dan tahap selesainya proyek (ex-post evaluation). (***PFP/Bidang Litbangdal)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of