BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Forum Perangkat Daerah untuk RKPD Kabupaten Sleman Tahun 2021 (2)

Forum Perangkat Daerah pada hari kedua yang diselenggarakan di Ruang Pangripta Bappeda pada Jum’at (28/02) lalu menghadirkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dra. Raden Rara Mae Rusmi Suryaningsih, MT, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Drs. Pustopo, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja, Sutiasih, SP, MM, sebagai narasumber yang menyampaikan paparan dengan prioritas ekonomi.

Paparan yang dipandu oleh moderator, Kepala Bidang Ekonomi Bappeda, Nunuk Hartati, SP, M.Ec.Dev ini, terbagi ke dalam dua sesi pemaparan oleh narasumber dan sesi diskusi. Pada kesempatan pertama, Mae Rusmi Suryaningsih menyampaikan bahwa peran Dinas Perindustrian dan Perdagangan adalah meningkatkan kualitas produksi, meningkatkan manajemen usaha, serta optimalisasi distribusi pemasaran. Permasalahan yang masih dihadapi oleh dinas adalah kolaborasi/kemitraan antar stakeholder dalam pengembangan ekraf belum optimal, masih lemahnya manajemen UMKM, produk belum cukup berdaya saing, sulitnya pengendalian harga hanpokting, serta sarpras distribusi pedagangan belum memadai.

Pada kesempatan kedua, Pustopo menggambarkan kondisi umum terkait kondisi koperasi serta usaha kecil menengah di Kabupaten Sleman. Sampai tahun 2019, jumlah koperasi tercatat sebanyak 410 koperasi dengan rasio koperasi sektor riil adalah 47% sementara koperasi simpan pinjam 53%, sehingga perlu upaya untuk mendorong peningkatan pada sektor riil. Sementara untuk UMKM, tercatat sebanyak 41.852 unit dengan dominasi usaha mikro sebesar 97,69%. Permasalahan yang dihadapi dinas Koperasi dan UKM adalah terbatasnya kompetensi SDM Koperasi dan UMKM, produk yang dihasilkan kurang inovatif, dan kurang berkualitas, minimnya minat generasi muda untuk mengelola koperasi/menjadi wirausahawan, militansi anggota terhadap koperasi rendah, koperasi belum mempunyai visi modern, mayoritas usaha koperasi masih berbasis simpan pinjam, usaha simpan pinjam koperasi kalah bersaing dengan perbankan, fasilitasi sarana dan prasarana PLUT belum optimal, belum terintegrasinya OPD Pembina UMKM dalam mengembangkan usaha, serta supporting penguatan modal belum optimal.

Pada kesempatan terakhir, Sutiarsih memaparkan kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Sleman seperti seiring meningkatnya angkatan kerja yang meningkat dari tahun ke tahun, penduduk bekerja pun mengalami peningkatan sehingga tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan. Di Bidang ketenaga kerjaan, permasalahan yang dihadapi adalah lowongan kerja tersedia cukup banyak namun belum ada kesesuaian antar kompetensi calon tenaga kerja dengan kebutuhan pasar tenaga kerja dan pencari kerja masih pilih-pilih pekerjaan, persoalan ketenagakerjaan untuk generasi milenial yang kerap berganti pekerjaan, masih sedikitnya tenaga kerja yang memiliki sertifikat kompetensi, tuntutan adanya jabatan baru di pasar kerja yang belum ada pada kejuruan pelatihan di BLK, perlindungan tenaga kerja belum maksimal, serta calaon lokasi dan kuota penempatan transmigrasi ditentukan pusat, belum tentu sesuai minat dan kebutuhan di masyarakat. (***PFP/Sekretariat)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of