BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Forum Perangkat Daerah untuk RKPD Kabupaten Sleman Tahun 2021 (1)

Melanjutkan rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sleman Tahun 2021, Bappeda Kabupaten Sleman menyelenggarakan Forum Perangkat Daerah mulai hari Kamis (27/02) sampai hari Rabu (04/03) depan. Berkesempatan membuka Forum Perangkat Daerah pada hari pertama, Kepala Bappeda, Drs. Kunto Riyadi, MPPM menyampaikan bahwa tema pembangunan tahun 2021 adalah “Mengoptimalkan Potensi Daerah menuju Kemandirian dan Kesejahteraan Masyarakat Sleman yang Berbudaya.” Masih pada kesempatan yang sama, Kunto Riyadi mengingatkan bahwa masih terdapat indikator pembangunan yang belum tercapai yaitu penurunan angka kemiskinan serta rata-rata lama tinggal wisatawan. Perangkat Daerah harus fokus terhadap upaya menangani persoalan ini serta antar Perangkat Daerah didorong untuk bekerja secara kolaboratif.

Forum Perangkat Daerah pada hari pertama, berfokus pada prioritas Pendidikan dan Kesehatan, menghadirkan Dinas Kesehatan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas P3AP2KB, serta Dinas Pendidikan sebagai narasumber dengan moderator Kepala Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pemerintahan, Erny Maryatun, SIP, MT. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr. Wisnu Murti Yani, M.Sc, mewakili Kepala Dinas Kesehatan pada kesempatan pertama dalam paparannya menekankan pada pentingnya penguatan peran Lintas Sektor dalam rangka intervensi sensitif dan spesifik terhadap upaya perbaikan gizi terutama bagi ibu hamil dan anak. Hal ini menjadi penting karena anak merupakan masa depan Sumber Daya Manusia Kabupaten Sleman dan perhatiannya harus dimulai sejak dari kandungan.

Drs. Agung Armawanta, MT, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga dalam kesempatannya sebagai pemapar kedua mengutarakan bahwa jumlah pemuda (usia 16-30 tahun) di Kabupaten Sleman terdapat 241.024 jiwa dan merupakan kelompok masyarakat yang penting peranannya di dalam pembangunan. Namun terdapat persoalan di masyarakat, seperti fenomena kejahatan jalanan, sering ditemukan pelakunya adalah mereka yang berada pada usia ini. Salah satu penyebab terjadinya persoalan ini adalah pengawasan orang tua yang kurang serta minimnya fasilitas yang dapat menuangkan ekspresi serta pengakuan akan eksistensi para pemuda tersebut. Untuk itu, diperlukan penambahan prasarana dan sarana yang dapat mewadahi aktivitas pemuda, seperti prasarana dan sarana olahraga baik untuk olahraga prestasi, pendidikan dan rekreasi menuju kemandirian ekonomi.

Pada kesempatan ketiga, Dra. Tina Hastani, MM, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, menyampaikan bebarapa permasalahan pembangunan antara lain belum optimalnya perlindungan dan pemenuhan hak anak; banyaknya angka kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan dan anak; masih adanya pernikahan usia anak; perlunya meningkatkan peran perempuan dalam politik dan pengambilan keputusan; belum optimalnya kelembagaan PUG dan pemberdayaan perempuan di tingkat kelurahan; serta angka unmet need belum sesuai target nasional; belum optimalnya pemahaman dan kesadaran remaja mengenai kesehatan reproduksi dan penyiapan kehidupan berkeluarga, perlunya meningkatkan akses dan kualitas pelayanan KB yang merata; serta perlunya optimalisasi pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.

Bertindak sebagai pemapar keempat, Reni Tri Pujiastuti, S.Pd, MMG, MAP, Kepala Subbagian Perencanaan dan Evaluasi, mewakili Kepala Dinas Pendidikan memberikan gambaran mengenai perencanaan pembangunan tahun 2021 Bidang Pendidikan. Pada tahun 2018, Kabupaten Sleman berhasil meraih Indeks Pembangunan Manusia pada skor 83,42 dengan komponen pembentuk terdiri dari Angka Harapan Hidup, Harapan Lama Sekolah, Rata-rata Lama Sekolah, serta Pengeluaran Perkapita. Harapan Lama Sekolah tahun 2018 adalah 16,71 (atau setara S1) sementara Rata-rata Lama Sekolah adalah 10,66 (atau setara kelas 2 SMU), masih terdapat gap yang perlu ditangani sehingga terjadi peningkatan pada rata-rata lama sekolah dan peningkatan kualitas SDM. Permasalahan lain di Bidang Pendidikan adalah belum optimalnya pendidik dan tenaga kependidikan, manajemen sekolah, penerapan kurikulum dalam aktivitas keseharian siswa, pengelolaan sarana prasarana pendidikan, serta tata kelola pendidikan nonformal. Tantangannya adalah mengembangkan potensi peserta didik dan menyiapkan mereka agar mampu survive di kehidupan masa yang akan datang seta meningkatkan daya saing ekonomi.  (***PFP/Sekretariat)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of