BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Forum Paparan Camat (4) RKPD Kabupaten Sleman Tahun 2021

Hari keempat Forum Paparan Camat untuk Perencanaan Tahun 2021 menghadirkan Drs. Sarjono, M.Si, Camat Godean, Wildan Solichin, S.IP, MT, Camat Berbah, Ikhsan Waluyo, S.Sos, Camat Gamping, serta Drs. Subagya, MM, Camat Ngaglik. Keempat pemapar tersebut menyampaikan potensi dan permasalahan di kecamatan masing-masing serta usulan pemecahannya pada acara tersebut di Ruang Pangripta Bappeda pada Kamis (13/02) lalu, dengan moderator Sekretaris Bappeda, Arif Setio Laksito, ST, M.Dev.Plg.

Bertindak sebagai pemapar pertama, Sarjono menjelaskan beberapa potensi maupun masalah di Kecamatan Godean serta usulan kegiatan pembangunan tahun 2021. Potensi-potensi yang dimiliki antara lain Saparan Kwagon di Sidorejo, Pasar Kethip di Sidoarum, Kampung Blangkon di Sidoarum, Kampung Perunggu di Sidokarto, Kampung Kerajinan Bambu di Sidomoyo, Batik Ecoprint di Sidomoyo, Desa Kerajinan Genteng di Sidoagung, Oleh-oleh Belut Goreng di Kecamatan Godean, Pasar Kowen, Pasar Bibis di Sidokarto, Pasar Godean di Godean, Embung Donomulyo di Sidomulyo, serta Embung Jering di Sidorejo. Adapun kegiatan strategis di Kecamatan Godean adalah Pembangunan Pasar Kowen, Pasar Kethip dan Desa Wisata Tangkilan, serta Limbah Peternakan Babi.

Di kesempatan kedua, Wildan Solichin, menyampaikan beberapa potensi serta permasalahan yang dimiliki Kecamatan Berbah. Salah satu persoalan yang kerap terjadi terutama di musim penghujan adalah adanya genangan di badan jalan akibat tidak adanya drainase, sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas. Persoalan di Bidang Pendidikan, sampai saat ini di Kecamatan Berbah belum terdapat SMU Negeri sehingga banyak pelajar harus menempuh jarak yang lebih jauh ke sekolah dari tempat tinggalnya. Selain itu, masih banyak tenaga pendidik PAUD yang belum memiliki kompetensi sebagai pendidik PAUD, kurangnya sarana bermain anak, serta belum tersosialisasinya konsepsi perlindungan anak di masyarakat. Terkait aksi kejahatan jalanan, di Kecamatan Berbah masih terdapat beberapa ruas jalan yang rawan dikarenakan minimnya lampu penerangan jalan baik itu di jalan kabupaten maupun jalan provinsi.

Sebagai pemapar ketiga, Ikhsan Waluyo menekankan permasalahan yang dimiliki Kecamatan Gamping antara lain kerusakan infrastruktur fisik (bendung/saluran Mlangi, trotoar di jalan depan STPN), kurangnya infrastruktur di wilayah bagian “gunung” (jl Pasekan-Sembung, Balecatur) kemiskinan, kenakalan remaja, serta kualitas kesehatan. Di Wilayah Gamping juga kerap terjadi aksi kejahatan jalanan, sehingga kecamatan menggalakan program ronda. Namun, terkadang kejadian terjadi sebelum atau sesudah waktu pelaksanaan ronda. Penanganan lintas sektor perlu diupayakan untuk menangani persoalan ini.

Pada paparan terakhir, potensi serta permasalahan yang dimiliki Kecamatan Ngaglik disampaika oleh Subagya. Wilayah Ngaglik yang berada di tepian Kawasan Perkotaan Yogyakarta memiliki persoalan yang berkarakter perkotaan-perdesaan. Meskipun angka kemiskinan relatif rendah, data stunting Kecamatan Ngaglik masih cukup tinggi, sehingga perlu penanganan yang lebih terfokus. Meningkatnya arus lalu lintas di wilayah kecamatan, perlu disertai dengan upaya perbaikan infrstruktur jalan, penyediaan Ruang Terbuka Hijau, serta Taman Layak Anak. (***PFP/Sekretariat)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of