BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Forum Paparan Camat (2) RKPD Kabupaten Sleman Tahun 2021

Hari kedua Forum Paparan Camat yang berlangsung di Ruang Pangripta Bappeda pada Selasa (11/02) lalu menghadirkan Camat Tempel, Wawan Widiantoro, SIP, MA, Camat Minggir, Setiharno SP, Camat Cangkringan, Ir. Suparmono, MM, Camat Kalasan, Siti Anggraeni Susila Prapti, SH, MM, serta Camat Moyudan, Drs. Arifin, M.Laws sebagai narasumber yang menyampaikan paparan mengenai potensi dan permasalahan yang dimiliki oleh masing-masing kecamatan.

Bertindak selaku moderator, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Hukum, Drs. Susmiarto, MM, memandu acara pemaparan seluruh camat serta membuka sesi diskusi di penghujung acara. Berkesempatan sebagai pembicara pertama, Wawan Widiantoro menyampaikan bahwa Kecamatan Tempel yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah, berfungsi sebagai pintu masuk Kabupaten Sleman. Namun, kondisi saat ini pertokoan yang tumbuh di tepi jalan belum tertata serta belum menjadi magnet bagi perkembangan ekonomi lokal. Karena itu, perlu adanya suatu upaya penataan kawasan serta penonjolan identitas kawasan sehingga dapat memberikan karakter khas tertentu sebagai gerbang pintu masuk Kabupaten Sleman.

Pada kesempatan kedua, Setiharno berharap pembangunan di Kecamatan Minggir dapat memberikan perubahan positif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang cenderung stagnan. Potensi berupa kawasan pertanian perlu dikembangkan, tidak hanya komoditas, namun kegiatan pariwisata juga dapat didorong perkembangannya. Kegiatan live-in bagi wisatawan salah satunya tengah dirintis oleh beberapa padukuhan. Harapannya, infrastruktur pendukung dapat disiapkan dan pengembangan SDM juga mendapatkan prioritas.

Camat Cangkringan, Suparmono dalam paparannya menyampaikan bahwa Kecamatan Cangkringan memiliki empat isu prioritas yaitu pengembangan pariwisata, penyangga sumber protein, perlindungan resapan air dan mata air, serta jalur transportasi. Pengembangan pariwisata di Cangkringan perlu dikembangkan dengan berwawasan lingkungan mengingat fungsinya sebagai kawasan resapan air serta lokasi dari beberapa mata air utama. Jalur transportasi di Kecamatan Cangkringan juga perlu mendapat perhatian mengingat sebagian besar jalan bersifat multifungsi yaitu sebagai jalur wisata, jalur evakuasi, serta jalur tambang.

Bertindak sebagai pembicara keempat, Siti Anggraeni Susila Prapti memaparkan potensi dan permasalahan yang dimiliki Kecamatan Kalasan. Salah satu permasalahan adalah perkembangan perumahan yang berpotensi menimbulkan konflik alih fungsi lahan pertanian. Akibat dari perkembangan perumahan ini, arus lalu lintas juga semakin meningkat sehingga perlu ada upaya peningkatan jalan di beberapa ruas. Selain itu, di Kecamatan Kalasan masih terdapat areal persawahan, namun di beberapa tempat kesulitan memperoleh air dikarenakan debit air dari Selokan Mataram tidak sampai ke Kali Opak. Pada kesempatan terakhir, Arifin berharap Kecamatan Moyudan, atau Kawasan Sleman Barat secara lebih umum mendapat penekanan pembangunan di Kabupaten Sleman pada kurun waktu 2020-2030 ini, melalui relasi permukiman perdesaan perkotaan berbasis pertanian modern, agorbisnis, dan agrowisata, pengendalian pembangunan untuk menekan alih fungsi lahan. Hal ini ditujukan agar upaya penangan permasalahan yang terjadi di Moyudan seperti angka kemiskinan yang tinggi dapat ditekan lebih besar lagi. Pengembangan infrastruktur pertanian juga perlu mendapat perhatian lebih sehingga produktivitas pertanian dapat ditingkatkan. (***PFP/Sekretariat)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of